Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 72. Kesalahpahaman.


__ADS_3

Di dalam perjalanan dari bandara, Fara tidak pernah melepaskan suaminya walaupun hanya sesaat. Dia terus memeluk lengan suaminya sambil menyandarkan kepala di dada bidang Riyan. Sedangkan Riyan yang juga merasa nyaman akan perlakukan istrinya, hanya tersenyum tanpa bersuara.


Cinta memang datang tanpa di duga. Kebekuan Riyan yang selama ini selalu dia perlihatkan, kini telah mencair oleh kehangatan sentuhan gadis ceroboh yang baru dia nikahi itu. Gengsi yang selalu dia jaga, tidak bisa untuk dia pertahankan setelah perasaannya di kuasai oleh cinta yang datang tiba-tiba. Begitupun dengan Fara. Dia benar-benar bahagia karena cinta pertamanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Taksi berhenti tepat di depan sebuah gedung mewah. Setelah pintu di buka oleh supir taksi, Fara keluar dengan tatapan penuh keheranan ke arah gedung yang menjulang tepat di hadapannya. Tanpa menatap Riyan yang sudah berdiri di sampingnya, Fara pun mulai bertanya.


"Mas,, kamu tinggal di apartemen ini?" Tanya Fara dengan tatapan yang terus tertuju ke arah gedung mewah itu.


"Iya. Kenapa?" Tanya Riyan sambil melangkah ke arah gedung tersebut.


"Ko sepi bangat? Biasanya kan apartemen tu ada banyak penghuni." Jawab Fara dengan tatapan bingung ke arah suaminya.


"Karena hanya aku saja penghuninya." Jawab Riyan santai.


"Apa....? Cuman kamu penghuninya?" Tanya Fara tidak percaya.


"Iya,, memangnya kenapa?" Tanya Riyan bingung.


"Apa kamu ngga rugi? Menyewa apartemen sebesar ini?" Tanya Fara semakin kebingungan.


"Siapa bilang aku menyewanya? Apartemen ini punya aku." Jawab Riyan tanpa menatap Fara yang terlihat sangat kaget dengan jawaban suaminya.


"Malam Pak,," suara penjaga pintu sambil membuka pintu untuk Riyan. Dan semua itu membuat Fara semakin kebingungan.


"Malam." Jawab Riyan sambil melangkah masuk setelah pintu terbuka.

__ADS_1


Riyan melangkah dengan begitu santainya memasuki gedung apartemen miliknya itu. Sedangkan Fara yang berada di belakangnya, hanya menatap kesana-kemari dengan tatapan tidak percaya, tanpa menyadari kalau Riyan sudah melangkah pergi meninggalkannya. Tapi tiba-tiba dia di kagetkan dengan suara Riyan yang memanggilnya dengan begitu keras.


"Fara... Ngapain kamu di situ?" Tanya Riyan yang sudah berada di depan lift.


Mendengar suara teriakan suaminya, Fara yang kaget langsung berlari menghampirinya. Dan sampainya di samping suaminya, dia kembali bertanya dengan tampang yang terlihat masih tidak percaya.


"Mas,, apartemen ini benar punya kamu?" Tanya Fara.


"Kalau bukan punya aku kenapa kita harus masuk ke sini?" Tanya balik Riyan dan langsung masuk kedalam lift.


"Kenapa emangnya? Kamu ngga percaya kalau apartemen ini milik aku?" Tanya Riyan sambil menatap Fara setelah berada di dalam lift.


"Aku cuman heran aja kamu bisa punya apartemen semewah ini. Kamu di sini kan untuk kuliah." Jawab Fara dengan kening sedikit berkerut.


"Tapi kebanyakan laki-laki yang aku kenal, mereka akan bekerja setelah selesai kuliah. Dan selama masih kuliah mereka di biyayai oleh orang tua mereka." Fara berkata-kata pnjang lebar tanpa memperhatikan tampang Riyan yang sudah terlihat aneh.


"Memangnya sudah berapa banyak laki-laki yang kamu kenal sebelum aku?" Tanya Riyan dengan tatapan tajam ke arah Fara.


"Ngga bisa di perkirakan. Yang pastinya banyak." Jawab Fara santai tanpa menatap suaminya yang sudah berekspresi aneh.


"Ternyata kamu hebat." Ujar Riyan dan langsung melangkah keluar dari lift setelah pintu lift terbuka.


Mendengar apa yang di katakan oleh Riyan juga sikapnya yang tiba-tiba berubah, membuat Fara jadi kebingungan. Dengan segera Fara pun keluar dari lift dan melangkah mengikuti suaminya sambil bersuara.


"Mas,, kamu kenapa sih?" Tanya Fara bingung. Namun Riyan sama sekali tidak menghiraukannya.

__ADS_1


Riyan terus melangkah dengan tampang yang terlihat sangat datar, tanpa memperdulikan Fara yang sedang mengikutinya dari belakang, sambil mempertanyakan sikapnya yang berubah tiba-tiba.


"Mas,, kamu kenapa? Apa kata-kataku tadi ada yang salah?" Tanya Fara tapi Riyan tetap terdiam sambil melangkah memasuki sebuah kamar. Fara yang melihat sikap dingin suaminya semakin bingung dan merasa tidak tenang. Dan dia sama sekali tidak menyerah untuk terus bertanya.


"Mas,, sebenarnya kamu kenapa sih? Kamu ko tiba-tiba aneh?" Ujar Fara sambil menarik lengan Riyan.


"Aku pikir kamu itu gadis lugu yang tidak pernah mengenal lelaki manapun. Tapi ternyata aku salah. Kamu sama saja seperti kebanyakan wanita yang aku kenal di luar sana." Ujar Riyan tanpa menatap Fara.


"Maksud kamu apa..? Aku sama seperti wanita yang mana..? Wanita yang tadi di bandara? Atau wanita-wanita yang pernah kamu pacari..?" Tanya Fara sedikit keras, karena merasa kesal dengan perkataan Riyan barusan.


"Laki-laki itu wajar mengenal banyak wanita. Tapi tidak untuk wanita. Dan asal kamu tahu, aku tidak ingin memiliki wanita yang sudah menjadi bekas dari laki-laki lain." Ujar Riyan dengan tatapan marah ke arah Fara, dan langsung melangkah pergi meninggalkan Fara sendirian di dalam kamar itu.


Mendengar perkataan Riyan barusan, hati Fara seketika terasa sangat pedih. Dia tidak menyangka suaminya bisa berpikir seperti itu terhadap dirinya. Dengan mata yang sudah berkaca-kaca, Fara berlari mengejar Riyan sambil berteriak memanggilnya.


"Mas Riyan... Mas Riyan jangan pergi..! Dengar dulu penjelasan ku..!" Teriak Fara sambil berlari menuju lift mengikuti Riyan yang hendak memasuki lift. Tapi setelah sampai di depan lift, pintu lift langsung tertutup.


Fara hanya bisa menangis sambil memanggil nama suaminya. Seketika dia merasa begitu hancur menerima perlakuan suaminya yang tiba-tiba berubah, dan berburuk sangka terhadapnya. Ingin sekali dia menjelaskan kesalahpahaman itu. Namun Riyan yang sudah terlanjur marah langsung pergi tanpa mau mengetahui yang sebenarnya.


Dengan perasaan yang begitu kacau Riyan melangkah menuju garasi. Dia memilih untuk pergi mengunakan mobil mewahnya tanpa arah dan tujuan. Dalam perjalanan Riyan tidak bisa memikirkan apapun selain kata-kata Fara tadi. Itulah satu kesalahan Riyan yang sering dia lakukan tanpa sadar. Dia selalu berburuk sangka tanpa bertanya terlebih dulu.


Karena tidak tahu harus berbuat apa untuk mengurangi kekesalan di dalam dirinya. Riyan pun akhirnya memutuskan menghubungi beberapa teman kuliahnya, dan meminta mereka bertemu di suatu tempat. Tempat yang di maksud oleh Riyan itu tidak lain adalah sebuah bar yang sering dia kunjungi bersama beberapa temannya itu.


Setelah menghubungi beberapa tamannya, Riyan langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Kata-kata yang tadi di ucapkan oleh Fara, dengan sekejap mempengaruhi pemikiran Riyan yang sudah terlanjur mencintainya. Dia benar-benar sangat kesal mendengar banyak laki-laki lain yang sudah berada dalam kehidupan istrinya.


"Dasar wanita,, berlaga lugu hanya untuk menutupi keburukan mereka. Kalau tahu seperti ini, aku tidak akan pernah mau memberikan hatiku padanya." Riyan berkata-kata sambil melajukan mobilnya melintasi jalanan di kegelapan malam.

__ADS_1


__ADS_2