Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 49. Mimpi Indah Yang Berakhir Buruk.


__ADS_3

Ketampanan dan kesempurnaan fisik yang di miliki oleh Riyan, membuat para wanita-wanita yang melihatnya selalu tergoda. Dan hal itulah yang membuat Melda sebagai seorang Ibu selalu merasa khawatir. Apalagi di saat melepaskan putranya ke negara yang begitu bebas pergaulannya.


Sejak Riyan masih remaja Melda selalu mengingatkan dia, dengan perjodohan yang sudah mereka sepakati. Melda seperti itu karena dia takut putranya mengalami hal yang sama dengan Papa Fahri waktu dulu. Melda memang sangat yakin kalau putranya itu tidak akan melakukan hal-hal yang tidak bermoral. Namun dia takut dengan pergaulan yang semakin bebas di kalangan anak muda, terutama di Amerika.


Untuk menghindari pengaruh buruk dari pergaulan bebas di Amerika, Melda sampai memasang foto Fara di dinding kamar putranya, di saat dia dan Reza mengunjungi Riyan di Amerika waktu itu. Dan Riyan yang melihat itu, tidak berkomentar sama sekali walaupun dia tidak menyukainya.


Kebencian Riyan kepada keluarga Ibunya sangat besar, sampai melumpuhkan logikanya yang selalu berpikir cerdas. Hanya karena dia melihat penderitaan Ibunya yang cacat selama ini. Setelah mendengar cerita dari Ibunya, Riyan berpikir kalau keluarga Ibunya yang sudah memisahkan cinta kedua orang tuanya, dengan perjodohan yang jadi kebiasaan dalam keluarga mereka. Dan menurutnya, karena perjodohan itulah sehingga membuat Ibunya tertekan dan mengalami kecelakaan.


Malam itu adalah malam yang sangat indah bagi Fara. Semilir angin yang bertiup menembus ke dalam kamar, membuat gadis manis bertubuh langsing itu, semakin nyaman di dalam alam mimpinya. Dengan tubuh yang di tutupi selimut, wajah cantik yang sedang memejamkan mata, sesekali tersenyum menandakan kalau dia sedang terbuai dalam mimpi yang indah.


Wanita polos yang begitu ceroboh dalam bergaul, kini berbunga-bunga dengan sosok laki-laki yang datang di alam mimpinya malam itu. Tapi tiba-tiba dia langsung di kagetkan oleh seseorang, yang hampir melecehkannya di saat beberapa tahun lalu. Dengan wajah yang basah dengan keringat, Fara bangun dan terduduk sambil mengingat seorang laki-laki, yang datang tiba-tiba mengganggu mimpi indahnya.


Memiliki kecantikan yang sempurna, di tambah dengan sifat yang terkesan centil, membuat Fara jadi incaran para lelaki. Waktu itu di mana Fara masih berada di bangku SMA kelas satu, ada seorang kakak kelasnya bernama Deni yang sangat tergila-gila padanya, hampir saja melakukan hal yang tidak terpuji padanya.

__ADS_1


Saat itu sekolah Fara mengadakan acara perkemahan selama beberapa hari di puncak. Dia begitu ceria bersama teman-temannya di tempat perkemahan yang begitu indah, dengan pepohonan juga air terjun yang ada di dekat situ. Mereka semua berlari menuju air terjun setelah selesai membangunkan tenda masing-masing kelompok. Fara sangat gembira mandi di air terjun itu bersama teman-temannya.


Hampir dua jam mereka mandi, salah seorang guru yang mengawasi mereka selama di tempat perkemahan, segera menyuruh mereka untuk kembali. Dan di dalam perjalanan pulang ke tempat perkemahan, Fara yang berada paling belakang tidak menyadari kalau ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari samping jalan. Dan tanpa dia sadari orang itu sudah mendekatinya dengan tampang yang begitu menakutkan.


Merasa ada seseorang di dekatnya, Fara segera menoleh ke samping. Tapi hal yang tidak terduga pun terjadi. Deni kakak kelasnya itu dengan segera langsung memeluknya dan menariknya dengan paksa, menuju semak-semak di samping jalan. Untung saja ada salah seorang temannya yang merasa khawatir karena tidak melihat keberadaannya, memilih untuk kembali mencarinya. Dan setelah melihat Fara yang sedang di tarik oleh Deni, temannya itu langsung berteriak minta tolong, yang membuat Deni segera melepaskan Fara karena semua orang sudah berlari menuju mereka.


Apa yang di lakukan Deni itu membuat dia langsung di keluarkan dari sekolah, juga di penjarakan oleh Faris Papanya Fara. Faris begitu marah dengan semua yang menimpa putrinya, tapi karena permohonan maaf dari kedua orang tua Deni demi masa depan putra mereka, membuat Faris terpaksa kembali mencabut tuntutannya. Tapi dengan satu syarat, Deni harus di bawa pergi sejauh mungkin. Akhirnya orang tua Deni memutuskan untuk pindah dan menetap di negara lain.


Pagi itu Fara menuruni tangga dan melangkah menuju dapur dengan wajah yang terlihat sendu. Melihat ekspresi putrinya, Aleta yang sedang menuangkan segelas kopi kepada Faris, langsung mendekatinya dan bertanya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Aleta yang membuat Faris juga Alfa yang sudah siap untuk sarapan, langsung menatap Fara.


"Ma,,, Mas Riyan itu orangnya gimana?" Tanya Fara yang sudah duduk menghadap meja makan, sambil menatap Mamanya dengan tatapan penuh kecemasan.

__ADS_1



"Ya pastinya dia itu orang yang baik sama seperti Om Reza juga Tante Melda." Ujar Alfa sambil menatap adiknya dengan tatapan khasnya.



"Memangnya kenapa sayang?" Tanya Aleta sambil mengusap-usap kepala putrinya.


"Ngga apa-apa ko Ma. Aku hanya ingin tahu saja." Jawab Fara.


"Kamu ngga usah khawatir! Riyan itu juga putra Papa dan Mama, jadi dia ngga akan menyakitimu. Dan satu lagi, buang kejadian buruk yang pernah menimpamu dulu! Kalau tidak, Papa akan mencari laki-laki yang bernama Deni itu dan melenyapkannya dari muka bumi ini." Perkataan Faris yang membuat istri dan juga putrinya seketika saling menatap dengan tampang penuh ketegangan.


Sedangkan Alfa yang memiliki sifat seratus persen seperti Papanya, hanya tersenyum kecil sambil menyantap sarapannya. Alfa memiliki mental baja seperti Faris, tapi dia bukan pembunuh berdarah dingin seperti Papanya, yang sangat di takuti orang apabila sedang marah.

__ADS_1


__ADS_2