
Suasana hati Reza juga keluarga Permana bagaikan langit mendung di sore itu. Tanpa beristirahat mereka semua langsung memutuskan ke RS menemui Fara, yang begitu setia berada di depan ruang rawat suaminya. Dengan air mata yang tidak kunjung berhenti menetes membasahi wajah cantiknya.
"Fara sayang..." Suara teriakan Aleta dan Melda secara bersamaan. Setelah melihat Fara yang sedang berdiri di depan ruang rawat Riyan dengan bercucuran air mata.
"Ma... Tante..." Jawab Fara serentak dan berlari menghampiri kedua wanita yang juga sedang menghampirinya.
"Mas Riyan kehilangan banyak darah Ma,, Tante. Dia butuh donor darah. Dan di RS ini kekurangan stok darah yang di butuhkan Mas Riyan. Hiks...Hiks...Hiks." Fara berkata-kata sambil menangis di dalam pelukan Melda.
"Jangan menangis lagi sayang! Riyan pasti akan baik-baik saja. Om akan memberikan semua darah Om bila perlu. Demi keselamatan Riyan." Sambung Reza yang sudah berdiri tepat di belakang Melda.
Setelah melewati beberapa pemeriksaan, Reza langsung di persiapkan untuk menjadi pendonor buat putra semata wayangnya itu. Sedangkan Fara dan anggota keluarganya yang lain, sudah berada di dalam sebuah ruangan khusus untuk tempat mereka menginap di RS besar itu. Fara yang terlihat begitu kelelahan karena tidak pernah tidur, langsung terbaring sambil memejamkan mata di atas tempat tidur di temani Melda dan Aleta.
"Al,, bagaimana kabar istrinya Alfa?" Tanya Melda memulai percakapan.
"Ya begitulah. Biasa-biasa saja. Ngga ada yang berubah." Jawab Aleta sambil terus mengusap-usap kepala Fara.
__ADS_1
"Alfa kenapa seperti itu sih? Kasihan Shelina." Ujar Melda.
"Aku tu sampai sering kesal banget sama tu anak. Mas Faris juga sering memarahinya. Tapi tetap tidak ada perubahan." Jelas Aleta.
"Semoga sifatnya terhadap Shelina bisa berubah." Ujar Melda.
"Iya Mel. Aku berharap juga seperti itu." Sambung Aleta.
Mereka semua terlihat lebih tenang setelah mendengar kata Dr yang menangani Riyan. Kalau Reza akan baik-baik saja setelah mendapatkan donor darah dari Ayahnya. Karena tidak ada hal yang perlu di takutkan. Dia hanya kekurangan banyak darah akibat terbentur stir mobilnya sendiri. Kabar baik itu yang membuat Fara akhirnya bisa memejamkan matanya. Tapi tidak sampai dua jam, dia pun langsung terbangun karena mendengar obrolan kedua Ibu yang sedang menemaninya sejak tadi.
"Kamu mau makan? Tu Mama sudah siapin makanan." Ujar Aleta.
"Apa mau Tante suapin?" Tanya Melda penuh perhatian.
"Ngga usah Tan. Aku bisa sendiri. Tapi sebelumnya aku mau mandi dulu." Ujar Fara sambil beranjak turun dari tempat tidur.
__ADS_1
"Ma,, Papa sama Mas Alfa ada di mana?" Tanya Fara setelah menyadari kalau di dalam ruangan itu tidak ada Papa juga kakaknya.
"Papa kamu sama Mas kamu lagi bersama Om kamu." Jawab Aleta.
Fara yang sudah memiliki semangat karena kedatangan keluarganya, tidak menangis lagi seperti saat dia sendiri di RS itu. Selesai mandi, Fara pun langsung mengenakan pakaian ganti yang dia bawa tadi ke dalam kamar mandi. Tapi tiba-tiba dia teringat dengan kecelakaan yang menimpa Riyan. Fara merasa sedikit aneh dengan kecelakaan yang menimpa suaminya. Karena kata Dr, Riyan di bawah pengaruh sesuatu di saat mengemudikan mobil saat itu.
"Apa jangan-jangan Mas Riyan mabuk di malam itu? Tapi dia kan sudah janji sama aku. Kalau dia tidak akan menyentuh barang haram itu lagi." Fara bertanya-tanya sendirian di depan cermin besar yang ada di dalam kamar mandi.
"Ngga tahu juga. Nanti saja aku tunggu hasil selanjutnya." Tambah Fara sambil mengeringkan rambutnya, dengan handuk kecil yang ada di tangannya.
"Tok..tok...tok... Fara.. Fara..." Suara teriakan Aleta yang mengagetkan Fara.
"Ada apa Ma..?" Tanya Fara dengan tampang yang terlihat panik, setelah membuka pintu kamar mandi.
"Ngga ada apa-apa. Ini ada yang telpon." Ujar Aleta sambil memberikan ponsel Fara yang masih terus berdering.
__ADS_1
Melihat nomor yang ada di layar ponselnya, kening Fara seketika berkerut karena dia tahu kalau itu nomor telpon tempat dia mengirimkan barang pesanan Shelina. Fara seketika jadi bingung. Karena selama dia mengirim barang ke Indonesia ataupun Malaysia, dia tidak pernah di hubungi seperti itu.