Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 79. Penyesalan Riyan.


__ADS_3

Setelah melepaskan selimut yang menutupi tubuhnya, Fara langsung masuk ke dalam bathtub untuk merendamkan diri. Rasa perih di bagian bawahnya semakin terasa di saat terkena air hangat di dalam bathtub. Dan itu membuatnya kembali meneteskan air mata sambil berkata-kata sendirian.


"Ma,, aku ingin pulang. Ngga ada yang menyayangiku seperti dirimu. Mas Riyan telah menyakitiku Ma,, hiks,,,hiks,,,hiks." Fara berkata-kata dengan derai air mata yang bercucuran di wajahnya.


Rasa cinta yang begitu besar terhadap Riyan, kini mulai redup karena sangat kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Riyan. Ingin sekali dia pergi meninggalkan Riyan, namun dia tidak sanggup menghancurkan hubungan antara orang tuanya dengan Om dan Tantenya yang tidak lain adalah orang tua Riyan.


Sedangkan Riyan yang berada di luar tepatnya di dalam kamar tidur mereka, sedang menggantikan sarung kasur yang terkena darah Fara juga cairannya yang sudah mengering dengan yang bersih. Walaupun selama ini Riyan hidup sendiri di apartemen sebesar itu, namun dia tidak pernah mengerjakan hal-hal seperti itu. Tapi saat itu, dia terpaksa harus melakukannya sendiri, karena dia tidak ingin ada yang mengetahui insiden yang terjadi antara dia dan Fara semalam.


Setelah semuanya sudah rapi, Riyan langsung mengangkat sarung kasur yang baru saja dia lepaskan, dan menatap noda darah yang ada di sana dengan tatapan penuh penyesalan. Dan tanpa dia sadari, ada sepasang mata indah yang terlihat basah sedang menatapnya dari arah belakang sana dengan tampang penuh kekecewaan.


Riyan sangat menyesali perbuatannya semalam. Namun semua sudah terjadi. Yang bisa dia lakukan hanyalah berusaha untuk meminta maaf terhadap istrinya. Dengan perlahan Riyan pun memasukan sarung kasur yang ada di tangannya ke dalam kantong plastik. Kemudian dia langsung berbalik hendak melangkah ke kamar mandi. Tapi tiba-tiba langkahnya langsung tertahan di saat melihat Fara sedang berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Fara,, maafkan aku! Aku sangat menyesali perbuatan ku." Ujar Riyan sambil melangkah mendekat ke arah Fara yang sudah memalingkan wajahnya ke arah samping.


"Fara,, aku mohon kamu jangan seperti ini!" Pinta Riyan sambil meraih sebelah tangan Fara. Namun dengan cepat Fara langsung menarik tangannya sambil berucap.

__ADS_1


"Harga diriku telah kau hancurkan. Dan semua itu tidak bisa di perbaiki hanya dengan kata maaf mu." Ujar Fara dan langsung melangkah menuju lemari pakaian.


"Fara,, aku ini suamimu, yang berhak atas tubuhmu. Cepat atau lambat semua itu akan kita lakukan. Jadi buat apa kamu merasa hancur dengan semua itu?" Tanya Riyan dengan nada yang terdengar sedikit keras sambil mengikuti Fara dari belakang.


"Aku tahu. Seluruh tubuhku ini adalah hak kamu untuk memilikinya. Tapi kata-kata yang keluar dari mulutmu semalam, bagaikan pisau yang sudah mencabik-cabik harga diriku. Kamu memperlakukan aku seperti wanita bayaran... Hiks,,hiks,,hiks." Fara berkata-kata dan berteriak sambil menangis tak tertahankan.


"Dan aku tetap pada keputusanku untuk tinggal terpisah denganmu setelah Om dan Tante kembali ke Malaysia." Tambah Fara sambil menghapus air matanya, dan kembali menghadap lemari pakaian.


"Oke. Kalau itu yang kamu inginkan, aku akan pergi dari apartemen ini. Biar kamu nggak perlu untuk pindah." Ujar Riyan dan langsung melangkah menuju kamar mandi.


Riyan lebih memilih untuk pergi meninggalkan apartemen dan berencana tinggal di sebuah kamar hotel miliknya. Dia rela meninggalkan apartemen mewahnya demi kebaikan Fara. Karena menurutnya, Fara lebih aman dan terjamin berada di dalam apartemennya, bersama beberapa orang yang bekerja padanya. Dari pada tinggal sendirian di luar sana.


Mendengar perkataan Fara juga sikapnya yang sama sekali tidak perduli padanya, Riyan langsung melangkah ke dalam kamar mandi tanpa berkata apa-apa. Dia merasa sangat kecewa dengan sikap Fara. Namun dia pun menyadari kesalahannya yang membuat Fara jadi seperti itu.


Sebenernya Riyan tidak menyetujui keputusan Fara untuk tinggal terpisah. Namun dia juga tidak bisa berbuat apa-apa karena menyadari kesalahan yang telah dia lakukan. Dengan tampang penuh kekecewaan, Riyan melangkah memasuki kamar mandi tanpa berkata-kata. Dan sampainya di dalam kamar mandi, dia langsung bergegas untuk mencuci sarung kasur yang ada di dalam kantong plastik di tangannya.

__ADS_1


Kekecewaan yang bercampur menjadi satu dengan penyesalan atas kesalahannya sendiri, seketika menyentuh hati yang membuat Riyan langsung berkaca-kaca, di saat membersihkan noda dara istrinya yang ada pada sarung kasur itu. Riyan bukanlah laki-laki yang lemah. Yang bisa dengan mudah mengeluarkan air mata. Dia berkaca-kaca seperti itu hanya karena merasa kesal pada dirinya sendiri atas kesalahannya.


Selesai berpakaian, Fara yang merasa sedikit lebih baik setelah berendam air panas tadi, memutuskan untuk turun ke lantai bawah menemui dua orang wanita, yang lagi menyiapkan makan siang di dapur. Sedangkan Riyan yang sudah selesai membersihkan noda darah di sarung kasur, memilih untuk langsung mandi.


"Non Fara sudah lapar?" Tanya salah seorang pembantu setelah Fara muncul di dapur.


"Belum ko Bi. Tadi kan aku sudah sarapan di kamar." Jawab Fara sambil tersenyum ramah.


Fara merasa sedikit lega karena kedua wanita yang bekerja di apartemen Riyan berasal dari Indonesia. Jadi dia tidak merasa kesulitan untuk beradaptasi dengan mereka.


"Non Fara,, Mas Riyan itu orang yang sangat baik. Dan dia akhirnya memiliki istri yang baik juga cantik seperti bidadari." Ucapan BI Erni memuji Riyan di depan Fara.


"Iya Non. Kita sudah lama bekerja dengan Mas Riyan. Karena kebaikannya sampai kita ngga mau pergi dari sini. Non Fara adalah wanita yang sangat beruntung bisa memiliki Mas Riyan." Sambung Bi Sari.


Kedua wanita itu bernama Bi Erni dan Bi Sari. Mereka bekerja dengan Riyan semenjak Riyan berada di Amerika. Mereka sudah sangat mengenal sifatnya Riyan. Jadi karena itu sehingga mereka langsung memuji Riyan di hadapan Fara. Dan Fara hanya bisa tersenyum mendengar apa yang mereka katakan tentang suaminya.

__ADS_1


Fara memang orang yang sangat ceroboh, namun dia tidak mudah untuk memberitahukan masalah pribadinya kepada orang lain. Walaupun untuk keluarganya sendiri. Karena itulah sehingga dia hanya terdiam dan tersenyum di balik kesedihan yang sedang dia rasakan.


Riyan yang sudah selesai bersiap-siap, telah memutuskan untuk segera pindah hari itu juga ke hotel berbintang milikinya. Dia mengambil keputusan itu karena kedua orang tuanya akan kembali ke Malaysia saat itu juga. Dan mereka tidak sempat berpamitan kepada Fara. Mereka hanya memberitahukan kepulangan mereka yang mendadak kepada Riyan lewat pesan singkat. Kalau mereka harus segera kembali karena ada urusan penting, yang mendesak mereka untuk segera pulang ke Malaysia.


__ADS_2