
Cinta adalah sesuatu yang membingungkan. Apalagi di saat cinta itu hadir di dalam hati laki-laki kaku dan cuek seperti Riyan. Dia yang terlihat selalu tegar dan kuat di dalam menghadapi semua masalah, berubah menjadi sosok yang lemah dalam waktu sekejap. Dan itu membuat Semi orang yang sangat mengenalnya jadi kebingungan menghadapinya. Sampai-sampai dia melontarkan pertanyaan bodoh yang membuat Riyan jadi merasa kesal.
"Mengapa kamu bertanya seperti itu? Apa kamu lihat wajahku ini sudah berubah?" Tanya Riyan dengan tatapan penuh kekesalan.
"Tidak ko Pak. Wajah Bapak tetap tampan dan mempesona." Jawab Semi yang membuat Riyan merasa sedikit aneh.
"Mengapa kamu harus menilai ketampanan ku? Kamu masih tetap Semi yang aku kenal kan?" Tanya Riyan sambil menatap Semi dengan tampang yang aneh.
"Iya aku tetap Semi yang sama. Kenapa Bapak bertanya seperti itu?" Tanya balik Semi dengan tatapan mencari tahu.
"Aku pikir kamu sudah berubah menjadi laki-laki setengah perempuan. Sampai kamu menilai ketampanan ku." Jawab Riyan sambil menghadap makanan, yang tadi di bawah oleh seorang wanita tanpa melirik Semi.
Mendengar jawaban Riyan, Semi merasa sangat kesal sampai dia memonyongkan bibirnya ke depan, sambil berkata-kata di dalam hatinya.
"Yang berubah itu kamu,, bukan aku. Kamu itu dulunya seperti beruang kutub. Dan sekarang sudah berubah seperti tembok."
Semi yang begitu menghormati atasannya, tidak berani untuk bersuara walaupun dia tidak terima dengan kata-kata Riyan barusan. Karena biar bagaimanapun, Riyan lah orang yang telah berjasa dalam hidupnya, dari dia belum memiliki apa-apa sampai saat itu. Walaupun memiliki sikap yang cuek namun Riyan sangat perhatian, kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya.
"Pak,, kalau ada masalah, ceritakan saja padaku." Ujar Semi sambil menatap Riyan yang sedang makan makanan yang ada di depannya.
"Iya,, aku memang punya masalah besar. Dan aku ingin menceritakannya padamu. Tapi aku akan ceritakan setelah selesai makan." Sambung Riyan tanpa menatap Semi.
Pikiran Riyan yang sangat terganggu dengan bayangan Fara, membuatnya tidak menikmati makanan yang sedang dia makan saat itu. Akhirnya dia langsung berhenti makan walau dia masih merasa lapar. Melihat Riyan yang sudah mencuci tangannya, Semi yang memperhatikannya sejak tadi langsung memilih untuk kembali bertanya.
"Pak Riyan,, apakah makanya tidak enak?" Tanya Semi dengan tampang kebingungan.
__ADS_1
"Enak. Tapi perasaanku yang tidak enak." Jawaban Riyan yang membuat Semi semakin bingung. Namun dia hanya terdiam karena mengingat perkataan Riyan tadi, yang mengatakan kalau dia punya masalah besar.
Selesai meneguk segelas air putih, Riyan langsung melangkah menuju balkon kamar dan di ikuti oleh Semi dari belakang. Dan Sampainya di balkon, Semi yang tidak sabar ingin mengetahui masalah yang sedang di hadapi Riyan, langsung membuka suara setelah duduk di kursi kosong yang ada tepat di samping Riyan.
"Masalah apa yang sedang Bapak hadapi?" Tanya Semi sambil menatap Riyan dengan begitu serius.
"Masalah wanita." Jawab Riyan dengan tampang dinginnya.
Mendengar jawaban Riyan, Semi seketika jadi tersenyum. Dia merasa lucu mendengar seorang Riyan bisa seperti itu hanya karena wanita. Dan Riyan yang melihat ekspresi Semi, segera bertanya dengan tampang datarnya karena merasa aneh dan sedikit kesal.
"Ko kamu senyum sih?" Tanya Riyan dengan suara yang terdengar kesal.
"Aku tu hanya merasa lucu mendengar Pak Riyan kepikiran hanya karena wanita." Jawab Semi jujur.
Jangankan orang lain. Riyan sendiri juga merasa sangat bingung dengan pemikirannya, yang seketika di kuasai oleh bayangan Fara. Tapi di balik kebingungannya, dia juga menyadari kalau itulah yang di namakan cinta. Walaupun dia tidak pernah mengalami akan hal itu sebelumnya.
"Memangnya saat ini Pak Riyan punya pacar?" Tanya Semi sambil melirik ke arah Riyan.
"Aku tidak punya pacar." Jawab Riyan singkat, yang membuat Semi langsung menatapnya dengan tampang kebingungan, sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Loh,, kalau ngga punya pacar, bagaimana ceritanya dia punya masalah sama wanita? Apa jangan-jangan dia telah jatuh cinta sama istri orang?"
Dengan ekspresi wajah yang terlihat sangat kebingungan, Semi bertanya-tanya di dalam hatinya sambil menatap Riyan. Dia benar-benar tidak faham dengan masalah wanita yang sedang Riyan hadapi. Sedangkan Riyan yang tidak menyadari ekspresi Semi, sudah terdiam karena dia berpikir kalau asistennya itu sudah mengerti arah pembicaraannya.
"Pak Riyan,, kalau Bapak memang jatuh cinta sama istri orang, bilang saja sama aku! Demi Bapak, aku rela menghancurkan rumah tangga orang." Ujar Semi yang membuat Riyan langsung menatapnya tajam sambil bertanya.
__ADS_1
"Apa maksud kamu? Apa kamu pikir aku sudah tidak waras? sampai jatuh cinta sama istri orang." Tanya Riyan.
"Ooo,, aku pikir Pak Riyan sedang jatuh cinta sama istri orang. Syukurlah kalau begitu. Biar aku ngga berdosa jadi pelakor." Ujar Semi sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Apa itu pelakor?" Tanya Riyan bingung.
"Astaga Pak Riyan... Ko Bapak tidak tahu istilah pelakor sih? Di Indonesia tu Sekarang lagi trending topik istilah itu." Ujar Riyan sambil menatap Riyan serius.
"Memangnya itu istilah apaan?" Tanya Riyan sedikit penasaran.
"Ooo iya. Aku tu baru ingat, kalau Pak Riyan ini orang Malaysia. Hanya Ibu Pak Riyan yang berasal dari Indonesia, jadi Pak Riyan tidak tahu istilah itu. Kalau aku kan asli Indonesia, jadi aku tahu. Istilah pelakor itu adalah perebut laki orang." Jawab Semi dengan begitu bangganya. Karena merasa dia yang lebih tahu, tentang istilah yang sedang populer di Indonesia dari pada atasannya.
"Yang mau merebut suami orang itu perempuan. Kamu kan laki-laki? Buat apa kamu mau merebut suami orang?" Tanya Riyan yang membuat Semi jadi sadar dengan kebodohannya.
"Iya juga ya Pak? Buat apa juga aku harus merebut suami orang?" Sambung Semi dengan tampang seperti orang bodoh.
"Hahahahaha... Semi,, Semi. Mengapa kamu semakin hari semakin bodoh? Makannya jadi orang jangan sok tahu." Riyan tertawa lebar karena merasa lucu dengan kebodohan asistennya itu.
"Abisnya,, tadi Bapak bilang punya masalah sama wanita, tapi tidak punya pacar. Jadinya aku berpikir, mungkin saja Bapak jatuh cinta sama istri orang." Ujar Semi dengan tampang cemberutnya karena Riyan masih terus menertawainya.
"Aku memang ngga punya pacar. Dan aku juga memang punya masalah besar sama wanita. Dan wanita itu bukan istri orang, tapi istri aku sendiri." Ujar Riyan sambil tersenyum menatap Semi yang langsung menatapnya, dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.
"Apa... Istri...? Sejak kapan Bapak menikah?" Ko aku ngga tahu..?" Tanya Semi kaget.
"Aku pulang ke Indonesia kemarin itu untuk menikah. Dia itu sepupuku. Dan kita berdua sudah di jodohkan sejak kecil. Aku memang tidak memberitahukan siapapun tentang pernikahanku itu. Karena awalnya aku tidak menginginkan pernikahan itu." Jawab Riyan jujur. Tapi jawabannya itu malah membuat Semi jadi berpikir yang bukan-bukan.
__ADS_1