
Melihat dekapan Riyan terhadap Fara, dan begitupun sebaliknya. Membuat Mario tidak bisa mengendalikan kemarahannya. Perkenalan singkat yang baru saja terjadi, membuat Mario dan Ibunya, tidak mau untuk melepaskan wanita cantik yang sudah bersuami itu. Dan di saat melihat kedekatan antara Fara dan Riyan, Mario seketika di bakar api cemburu yang tidak sepantasnya ada.
"Fara... Mengapa kamu mau di peluk oleh laki-laki itu..?" Teriak Maria Ibunya Mario yang belum tahu siapa laki-laki yang sedang mendekap tubuh Fara.
"Dia ini suami saya Tante. Tadi kan saya sudah bilang, kalau saya ini sudah memiliki suami." Jawab Fara dan semakin mengencangkan pelukannya di tubuh Riyan.
"Mario,, Ibu tidak mau tahu. Siapapun laki-laki itu, jangan biarkan Fara pergi bersama dia." Ujar Maria sambil menatap tajam ke arah putranya.
"He.. Tante.. Apa Tante tidak waras..? Tante punya hak apa mau menahan istri saya..? Saya bisa laporkan Tante kalau saya mau." Riyan berkata-kata dengan tatapan penuh kekesalan.
"Aku memang wanita yang tidak waras. Dan tidak ada wanita lain yang berani masuk ke dalam rumahku selain dia. Karena saya tidak akan melepaskan siapapun wanita yang masuk ke dalam rumahku." Jawaban Maria yang membuat Fara dan Riyan saling menatap dengan ekspresi kaget bercampur bingung.
Riyan yang tadinya begitu emosi dengan sikap wanita yang ada di hadapannya juga putranya, seketika langsung terdiam di saat mendengar jawaban wanita itu. Apalagi usia wanita itu mungkin sama seperti Ibunya. Begitupun dengan Fara yang begitu sayang dengan Mamanya. Mereka berdua saling menatap satu sama lain tanpa bersuara. Di saat mendengar apa yang baru saja di katakan Maria. Dan tidak lama, Riyan pun mulai mengeluarkan permintaan maafnya terhadap Ibunya Mario.
"Maafkan saya Tante. Saya tidak bermaksud menyinggung perasaan Tante. Tapi saya hanya ingin Tante tahu, kalau Tante sudah sangat salah ingin merampas milik orang lain." Ujar Riyan dengan begitu tenangnya.
"Iya Tante,, lagian aku sangat mencintai suamiku. Aku tidak akan pernah bisa bahagia hidup tanpa dia." Sambung Fara.
Mendengar apa yang di katakan oleh Riyan dan Fara, Maria langsung terdiam sambil berbalik menatap putranya yang juga sedang menatapnya tanpa bersuara. Walaupun pemikirannya tidak sesempurna orang lain, namun dia sadar, kalau Riyan adalah cinta sejatinya Fara. Di saat melihat tatapan Fara saat mengatakan kalau dia begitu mencintai suaminya.
"Mario,, ayo kita masuk." Ujar Maria sambil menarik tangan putranya.
__ADS_1
"Tapi Ma.." Suara Mario yang terdengar sedikit keberatan dengan ajakan Ibunya.
"Sayang,, dia sangat mencintai laki-laki itu. Cinta sejati tidak bisa dengan mudah di pisahkan. Apalagi mereka sudah menikah." Ujar Maria sambil menatap Mario dengan begitu tenang.
"Apa Ibu yakin ingin melepaskan dia?" Tanya Mario.
"Ibu pernah merasakan betapa sakitnya di saat cinta sejati kita di ambil orang lain. Dan hal itu juga yang membuat Ibu jadi seperti ini." Ujar Maria yang membuat Mario langsung terdiam. Dan melangkah mengikutinya.
Melihat apa yang terjadi di depan mereka, Fara langsung meneteskan air mata sambil memeluk erat tubuh Riyan yang hanya terdiam dengan tampang khasnya. Fara begitu tersentuh mendengar kisah pilu Maria karena cintanya di rebut oleh wanita lain. Dan dia tidak bisa membayangkan kalau sampai dia yang berada di dalam posisi seperti itu.
"Fara,, mengapa kamu menangis?" Tanya Riyan yang baru sadar kalau Fara sudah berlinang air mata di dalam pelukannya.
"Aku ngga tega Mas. Dan aku juga ngga sanggup apabila berada di posisi Tante Maria. Dia pasti sangat menderita karena cintanya di rebut oleh wanita lain." Jawab Fara yang membuat Riyan langsung mengecup kepalanya sambil berkata.
"Maksud kamu apa Mas..?" Tanya Fara serius.
"Apa yang kamu lihat di kantor aku itu, tidak seperti apa yang ada di dalam pikiranmu. Rena hanya ingin meminta maaf atas semua kesalahannya. Dan aku juga tidak menyangka kalau dia akan memeluk aku seperti itu. Jadi jangan kamu salah sangka terhadapku!" Jelas Riyan yang membuat Fara kembali memasang wajah cemberutnya.
"Jadi Mas percaya dengan semua kata maafnya..?" Tanya Fara sambil berbalik membelakangi Riyan.
"Fara,, aku tidak semudah itu bisa percaya dengan kata-kata seorang wanita. Apalagi wanita seperti Rena. Yang aku percaya hanyalah kamu seorang. Wanita yang sangat aku cintai." Jawab Riyan sambil melingkarkan tangannya di bagian perut Fara.
__ADS_1
Dengan segera Fara pun langsung menatap mata Riyan berusaha mencari kejujuran suaminya itu. Tapi tidak ada sedikitpun kebohongan yang dia temukan. Yang dia lihat, hanyalah pancaran cinta dari bola mata laki-laki yang sangat dia cintai itu.
"Mas,, jangan pernah berpaling dariku! Aku mungkin akan gila seperti wanita tadi. Kalau sampai kamu menghianatiku." Ujar Fara.
"Hanya kamu penghuni hatiku. Sekarang dan untuk selamanya. Tidak akan ada nama lain selain namamu di dalam hidupku. Karena hanya kamu yang bisa membuatku merasakan sebuah arti kebahagiaan." Jawab Riyan sambil menatap mata Fara yang sudah berdiri menghadapnya.
"Ayo kita pergi! Aku ingin mengajakmu ke sebuah tempat." Ujar Riyan.
"Kemana Mas?" Tanya Fara.
"Ke sebuah tempat yang sangat indah. Malam ini kita akan menginap di sana." Jawab Riyan.
"Untuk apa kita menginap di sana?" Tanya Fara bingung.
"Kamu mau kan punya anak?" Tanya Riyan yang membuat Fara seketika jadi salah tingkah.
"Sudah jangan malu untuk menjawab. Kita bukan pengantin baru. Tapi aku ingin kita menghabiskan malam ini lebih dari sepasang pengantin baru."Ujar Riyan yang membuat pikiran Fara langsung berpetualang.
__ADS_1
Dalam perjalanan, Fara tidak henti-hentinya melirik suaminya lewat kaca spion yang ada di atas kepala mereka. Dalam diam dia memikirkan suasana panas yang akan terjadi malam nanti. Apalagi dia sendiri sudah sangat mendambakan sentuhan suaminya. Karena sejak berada di Indonesia sampai kembali ke Amerika, mereka belum sempat melakukan hubungan suami-istri.
Permainan Riyan memang selalu membuat Fara lemah tak berdaya. Tapi hal itulah yang membuat Fara semakin cinta terhadapnya. Bagi Fara Riyan adalah sosok laki-laki yang sangat sempurna dalam segala hal. Dia memiliki kemampuan yang belum tentu di miliki laki-laki pada umumnya. Keperkasaan Riyan memang tidak bisa Fara ragukan lagi. Karena dia sendiri yang telah membuktikan semua itu.