Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 92. Wanita Terbaik Dalam Hidup Riyan.


__ADS_3

Wajah Fara yang tadinya ceria, seketika berubah menjadi tegang di saat langkah kakinya berada tepat, di depan pintu masuk restoran besar di depannya. Perasaannya bercampur aduk antara bahagia dan ragu. Memasuki tempat di mana dia akan di sorot oleh klien bisnis suaminya. Hidup dalam keluarga ternama dan terhormat, Fara sudah biasa menjadi pusat perhatian orang banyak. Namun kali ini dia akan di lihat sebagai istri seorang pengusaha. Bukan menjadi putri pengusaha ternama seperti sebelumnya. Dan itulah yang membuat dia merasa begitu grogi.


Di saat perasaan dan pikiran Fara sedang di selimuti rasa yang tidak menentu. Riyan malah sedang geram dengan apa yang di lakukan Katrin. Tanpa ada rasa malu, Katrin memeluk Riyan tiba-tiba dengan sangat erat dari arah belakang sambil berkata.


"Pak Riyan,, aku sangat mencintaimu. Aku harap kamu tidak menolak cintaku." Ujar Katrin sambil mengencangkan pelukannya.


"Lepaskan Nona. Aku ini sudah beristri." Jawab Riyan dengan tampang dinginnya.


"Aku rela biar harus menjadi istri keduamu. Asalkan kamu mau menerima cintaku." Ujar Katrin yang membuat Riyan langsung melepaskan tangannya kasar, dan itu hampir membuat Katrin terjatuh.


Riyan yang merasa sangat marah atas tindakan Katrin. Langsung melangkah pergi tanpa bersuara. Sebenarnya dia ingin sekali memarahi wanita tidak tahu malu itu. Tapi dia tidak ingin menyinggung perasaan Katrin. Karena biar bagaimana pun, dia masih menghargai orang tua Katrin sebagai klien bisnisnya. Namun Katrin yang sudah gila dengan ambisinya juga kedua orang tuanya, sama sekali tidak menyerah. Dia malah melangkah buru-buru dengan tatapan yang sangat menuntut, dan kembali memeluk Riyan sambil membandingkan dirinya dengan Fara.


"Pak Riyan,, aku akan berusaha untuk memberikan kepuasan untukmu. Apapun yang kamu minta akan aku berikan. Dan istrimu belum tentu bisa memberikan itu." Ujar Katrin yang membuat Riyan langsung melepaskan tangannya perlahan, dan berbalik menghadapnya kemudian berkata.


"Apa yang bisa kamu berikan padaku?" Tanya Riyan yang membuat Katrin semakin bersemangat, dan bertingkah seperti seorang wanita penggoda.


"Aku akan memberikan semuanya. Termasuk diriku. Aku pasrahkan semuanya padamu." Jawab Katrin sambil meraba-raba dada Riyan dengan tatapan yang terlihat begitu menggoda.

__ADS_1


"Memangnya apa yang kamu banggakan dari dirimu? Aku ini laki-laki normal yang sangat menginginkan wanita. Tapi wanita yang masih memiliki harga diri." Ujar Riyan dengan tatapan yang membuat Katrin semakin terhanyut.


Katrin yang sudah di pengaruhi oleh rasa yang bergejolak di dalam hatinya, sama sekali tidak mengerti maksud dari perkataan Riyan barusan. Dia malah semakin berani menyentuh dada sampai turun ke bagin perut Riyan. Dan di saat tangannya semakin turun hampir menyentuh ikat pinggang Riyan. Dengan cepat Riyan langsung meraih tangannya sambil berkata.


"Kamu memang hebat. Hebat dalam menjatuhkan harga dirimu demi memiliki apa yang kamu inginkan. Dan aku yakin. Wanita seperti kamu sudah tidak memiliki harga diri biar sedikitpun. Jadi jangan pernah kamu menjatuhkan istriku. Karena dia adalah wanita terbaik yang pernah aku temui. Dia mempersembahkan mahkotanya hanya padaku seorang. Sedangkan kamu, dengan tidak tahu malunya kamu menggoda suami orang." Ujar Riyan yang membuat mata Katrin langsung terbelalak saking kagetnya.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu?" Tanya Katrin sambil menatap Riyan tajam.


"Istriku adalah wanita baik-baik. Dia menjaga harga dirinya sampai menikah. Dan semua yang dia jaga itu, telah dia berikan padaku. Dan itulah yang membuatku tidak akan pernah berpindah ke lain hati. Karena yang aku inginkan sebagai seorang laki-laki, sudah aku dapatkan." Ujar Riyan dengan kata-kata yang terdengar santai, namun menusuk jantung wanita tidak tahu malu di depannya.


Setelah itu, Riyan langsung melangkah pergi meninggalkan Katrin yang masih berdiri di lorong itu, dengan tampang penuh kekesalan. Katrin sangat merasa terhina dengan kata-kata yang di lontarkan oleh Riyan barusan. Dalam diam, dia hanya mencoba menahan sakit hati atas penolakan Riyan.


Sampainya di luar, Riyan langsung duduk di tempat duduknya dengan tampang yang sangat datar. Melihat ekspresi wajah Riyan, kedua orang tua Katrin yang kebetulan duduk satu meja dengannya langsung bertanya.


"Pak Riyan,, apa ada masalah?" Tanya Papanya Katrin dengan tatapan mencari tahu.


"Tidak ada apa-apa Pak." Jawab Riyan sambil mengembangkan senyum yang sangat di paksakan.

__ADS_1


"Aku pikir ada masalah. Soalnya Pak Riyan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu." Ujar Papanya Katrin sambil menatap istrinya dengan tatapan penuh kelicikan.


"Ya biasalah Pak,, namanya juga anak muda. Mudah berubah-ubah." Sambung salah seorang pengusaha sukses yang duduk bersebelahan dengan Riyan. Dan perkataan laki-laki itu pun membuat mereka yang mendengarnya langsung tertawa. Sedangkan Riyan hanya tersenyum tanpa bersuara.


Ekspresi Riyan menanggapi perkataan salah seorang pengusaha itu, membuat kedua orang tua Katrin jadi berpikir kalau Riyan memang sedang kesepian. Tanpa menunggu lama, Mamanya Katrin langsung bersuara setelah mendapat kode dari suaminya.


"Pak Riyan,, anda kan masih muda. Kalau ada masalah dengan wanita, mungkin anda bisa berbagi dengan kita yang lebih dewasa. Dan aku juga bisa membantu, kalau masalah anda memang karena wanita." Sambung Mamanya Katrin dengan harapan Riyan akan meminta pertolongannya, untuk mencari seorang wanita untuknya.


"Aku tidak punya masalah dengan wanita. Malah aku sedang menunggu kedatangan seorang wanita." Jawab Riyan sambil tersenyum kepada orang-orang yang berada di sekelilingnya.


Riyan memilih untuk menyembunyikan apa yang baru saja terjadi. Walaupun dia merasa kesal dengan sikap Katrin, namun dia tidak mau mempermalukan kedua orang tua Katrin yang menurutnya sangat baik, di depan pengusaha lainnya. Tanpa dia ketahui, apa yang di lakukan Katrin di dukung sepenuhnya oleh kedua orang munafik yang ada di depannya.


"Siapa wanita itu? Dia cantik sekali." Ujar laki-laki yang duduk tepat di samping Riyan, sambil menatap ke arah pintu masuk restoran.


Semua yang ada di situ langsung terhipnotis dengan kehadiran wanita berparas bidadari yang tidak lain adalah Fara. Kecantikan Fara benar-benar menghipnotis semua yang ada di situ termasuk Riyan. Dari raut wajah Riyan, menunjukan betapa dia sangat kagum dengan penampilan istrinya.


__ADS_1


Sedangkan Fara yang tadinya begitu gugup sebelum memasuki pintu, langsung merasa tenang dan bersikap santai setelah melihat keberadaan suaminya. Semua orang yang ada di situ langsung heboh dengan kedatangan Fara. Terutama para laki-laki muda yang ada di dekat tempat Fara berdiri.


__ADS_2