
Cerita yang di karang oleh Alfa, sekejap berhasil mempengaruhi hati dan pikiran Fara. Dia mulai merasa kesal terhadap suaminya yang begitu santai mengobrol dengan yang lain, tanpa ada rasa bersalah sama sekali. Lirikan Fara ke arah Riyan begitu tajam. Bagaikan busur yang siap menancap. Dan Riyan yang sudah menyadarinya sama sekali tidak perduli. Apalagi dia juga masih sangat kesal dengan Fara, yang tidak perduli terhadapnya selama beberapa hari ini.
Menantikan fajar yang sebentar lagi akan datang, seluruh anggota keluarga Permana memilih untuk berkumpul di ruang keluarga, membahas tentang keberangkatan Faris dan Fahri esok harinya. Kepulangan keluarga kecil Melda menuju negeri Jiran dan Amerika, juga menjadi pembahasan mereka di saat itu. Sebagai seorang Ibu, Mama Alira dan Aleta begitu bersedih, karena harus berpisah dengan putri mereka dalam jangka waktu yang lama.
Keberadaan Melda dan keluarga kecilnya, membawa kebahagian juga kesedihan di dalam keluarga besar mereka. Setelah menetap di Malaysia, Melda sangat jarang berkunjung ke Indonesia untuk melihat keluarga besarnya, yang selalu menantikan kehadirannya juga suami dan putra semata wayangnya. Dan baru beberapa hari berkumpul bersama, mereka akhirnya akan kembali pergi dengan membawa Fara, yang sekarang sudah menjadi istri dari putra semata wayang mereka.
Reza dan Melda berencana untuk membeli ke Malaysia dua hari lagi. Begitupun dengan Riyan dan Fara yang harus segera kembali ke Amerika. Karena aktivitas di kampus akan segera aktif beberapa hari ke depan. Selain itu, Riyan yang telah meninggalkan bisnisnya selama hampir satu minggu, merasa mulai tidak tenang. Dan begitupun dengan Ayahnya yang memiliki tanggung jawab besar, sebagai Direktur di perusahaan miliknya yang ada di Malaysia.
Melda sebenarnya masih ingin berkumpul bersama keluarganya yang sudah lama tidak dia kunjungi. Tapi sebagai istri, dia harus selalu mendampingi Reza di manapun dia berada. Begitupun dengan Fara. Fara merasa begitu berat untuk meninggalkan keluarga yang selama ini selalu ada bersamanya. Namun dia juga menyadari situasi yang sudah berbeda. Selain harus mengikuti suaminya, Fara juga harus melanjutkan kuliahnya di Amerika. Karena keberhasilan dalam menimbah ilmu, adalah hal yang sangat penting dalam keluarga Permana.
Pendidikan selalu di utamakan dalam keluarga berpengaruh itu. Semua kesuksesan yang mereka raih, bukan hanya di topang oleh kekayaan turun temurun yang mereka miliki. Menjadi orang yang kaya, tidak membuat keluarga Permana menjadikan uang untuk membeli ilmu. Dan itulah sehingga membuat mereka menjadi orang yang tidak bisa untuk di saingi dalam berkarir maupun berpikir.
Semua anggota keluarga Permana tidak ada yang tidak memiliki titel. Mereka semua punya titel yang tinggi dari kegigihan mereka, dalam menimbah ilmu di bangku pendidikan. Dan ilmu yang mereka dapatkan juga kekayaan yang berlimpah, menjadikan mereka semakin tidak terkalahkan. Bahkan Riyan dan Alfa cucu dari keluarga besar itu, sudah menjadi pengusaha sukses dengan penghasilan selangit di umur yang terbilang masih sangat muda.
__ADS_1
Di saat menyadari kalau Melda akan pergi meninggalkannya dua hari kemudian. Mama Alira yang duduk tepat di samping Almira, langsung berdiri dan melangkah menuju Melda dan Fara yang duduk bersebelahan. Mama Alira memilih untuk duduk di antara Melda dan Fara cucu kesayangannya, karena ada yang ingin dia sapaikan kepada putrinya juga Fara cucunya.
"Mel,,, nanti kalau ada waktu kalian berkunjung ke sini ya!" Pinta Mama Alira dengan tatapan penuh kesedihan, setelah sudah duduk di antara Melda dan Fara.
Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Mama Alira, perasaan sedih seketika menyelimuti hati Melda. Dengan suara yang bergetar juga mata yang sudah berkaca-kaca. Melda pun langsung meraih tangan wanita yang sungguh dia sayangi itu, kemudian berkata.
"Iya Ma,,, kita akan kembali lagi kalau ada waktu." Jawab Melda sambil menggenggam kedua tangan wanita berhati mulia di depannya, dengan mata yang memancarkan kasih sayang yang sangat tulus.
Melihat bendung kristal bening yang sudah memenuhi kelopak mata putrinya, Mama Alira langsung mendekap wanita cacat yang sangat dia sayangi itu dengan begitu erat, sambil mengingatkan dia dengan berbagai hal.
"Mama ngga usah khawatir. Aku akan selalu memperhatikan kesehatan Melda." Sambung Reza yang membuat Mama Alira langsung tersenyum, sambil mengusap-usap kepala Melda dengan kasih sayang seorang Ibu.
Setelah melepaskan pelukan dari putrinya, Mama Alira kembali menghadap Fara, kemudian memberikan dia juga Riyan suaminya, sedikit nasehat untuk menjalani kehidupan baru mereka sebagai sepasang suami istri.
__ADS_1
"Sayang,, kamu juga jaga diri baik-baik ya. Kamu dan Riyan harus saling menjaga dalam situasi apapun. Oma ngga pernah mau ada kata perpisahan di dalam hubungan kalian. Karena selain menjadi pasangan suami istri, kalian berdua juga memiliki hubungan saudara yang tidak pernah bisa di pisahkan." Ujar Mama Alira kepada kedua cucunya, dengan kata-kata yang mudah untuk di pahami oleh anak seumur Fara.
Semua yang ada di situ begitu tenang mendengar apa yang di katakan oleh Mama Alira. Wanita yang sangat di hormati di dalam keluarga Permana. Namun tidak berapa lama, suasana pun langsung berubah di saat Alfa kembali bersuara.
"Riyan,, kamu juga harus menjaga Fara! Apalagi istrimu itu wanita yang sangat ceroboh. Jadi kamu harus ekstra sabar." Ujar Alfa terhadap Riyan sambil tersenyum melirik Fara, yang hanya memasang wajah datar sejak tadi.
Semua yang mendengar perkataan Alfa barusan jadi tersenyum lebar, karena melihat ekspresi Fara yang begitu lucu di saat sedang marah. Alfa memang sengaja ingin membuat Fara kesal. Karena itu menjadi sebuah hiburan untuknya. Alfa merasa sangat senang karena kembali berhasil membuat Fara marah. Dan ekspresi Fara membuat Alfa semakin bersemangat untuk membuatnya semakin bertambah kesal.
"Selain ceroboh, istrimu itu juga sering ngompol di tempat tidur. Dan karena itulah sehingga dia lebih memilih tidur bersama Mama dan Papa, di bandingkan dengan kamu. Hahahahahaha..." Perkataan dan suara tertawa Alfa yang membuat Fara langsung berteriak dan merengek, kepada Mama Alira yang duduk tepat di sampingnya.
"Mas..... Oma, lihat tu Mas Alfa!" Rengek Fara sambil menarik-narik lengan Omanya.
"Alfa.. Kenapa kamu sangat senang menjahili adikmu seperti itu? Sembarangan aja kamu bilang dia suka ngompol. Memang dia sudah beberapa kali ngompol, tapi itu kan dalam keadaan tidur." Ujar Mama Alira yang membuat Fara semakin bertambah kesal, karena merasa sangat malu dengan penjelasan Omanya. Sedangkan yang lainnya langsung tertawa mendengar pembelaan Mama Alira yang semakin menjatuhkan Fara.
__ADS_1
"Oma... Ko Oma bilang kayak gitu sih..?" Fara berkata-kata dengan kening yang sangat berkerut saking kesalnya.
Sedangkan Riyan yang sejak tadi terdiam, hanya menatap Fara dengan tampang kebingungan. Namun tidak lama diapun tertawa dalam hatinya. Riyan benar-benar tidak menyangka dengan sifat wanita yang sudah dia nikahi itu. Yang masih seperti anak berusia dua tahun yang sering mengompol di waktu tidur.