
Air mata yang terbendung di kelopak mata indah Melda, menunjukkan betapa dia sangat merindukan sosok tampan yang berada di hadapannya itu. Ingin sekali dia memeluk tubuh kekar Reza, dan mengatakan betapa dia sangat menderita dengan semua yang terjadi setelah kepergiannya.
Sedangkan Reza yang juga sudah lama menahan kerinduannya, kepada gadis manis di hadapannya itu, begitu hancur setelah melihat wanita cantiknya itu, tak berdaya di atas kursi rodanya dengan tampang yang sangat menyedihkan. Reza tahu kalau Melda sangat menderita dengan semua beban yang menimpanya. Dari tatapan Melda, Reza sangat yakin cinta Melda padanya masih tetap sama, seperti cintanya yang tak pernah pudar, walaupun sudah lama terpisah oleh jarak yang begitu jauh.
"Reza,, kapan kamu sampai?" Tanya Papa Fahri yang membuat tatapan Reza berpaling dari Melda seketika.
"Baru saja sampai Om." Jawab Reza sambil tersenyum menatap Papa Fahri.
"Faris yang mengabarimu ya Za?" Tanya Mama Alira.
"Ngga Tante, aku lihat dari berita di tv." Jawab Reza.
__ADS_1
"Kita sampai lupa ngabarin kamu Za, soalnya kita terlalu panik." Sambung Papa Fahri.
"Ngga apa-apa ko Om." Jawab Reza.
Melihat kedekatan Reza dengan keluarga Permana, membuat orang tua Farel berekspresi aneh. Entah apa yang sedang mereka pikirkan, tapi dari cara mereka menatap Reza, sangat menunjukan sepertinya mereka sangat tidak senang dengan kehadiran Reza di situ.
Sedangkan Farel yang sudah sibuk dengan ponsel di tangannya, tidak terlalu fokus dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Farel begitu sibuk membalas pesan dari beberapa orang wanita yang dia pacari, sampai membuat kedua orang tuanya jadi merasa kesal terhadapnya.
Farel adalah laki-laki yang sangat playboy, dia memiliki hubungan asmara bukan hanya dengan satu wanita saja. Dan kelakuannya itu, sudah di ketahui sama orang tuanya. Mereka pun tahu kalau Farel tidak benar-benar mencintai Melda, tapi mereka tetap memaksa Farel untuk menikahi Melda. Biar dia bisa memiliki semua harta warisan, yang di tinggalkan orang tua Melda untuk Melda.
Melihat Farel yang begitu sibuk dengan ponselnya, Mama Farel yang terlihat baik namun ternyata gila harta itu, langsung mendekati putranya kemudian berbisik dengan tampang yang terlihat begitu kesal.
"Farel, apa yang kamu lakukan? Ingat apa kata Mama dan Papa!" Bisik Mamanya Farel tepat di samping telinganya Farel, yang membuat putranya itu terkejut.
__ADS_1
Melihat apa yang di lakukan Mamanya Farel, Aleta yang sejak tadi memperhatikan ekspresi juga gelagat mereka jadi bingung dan merasa aneh. Sedikit rasa curiga mulai timbul di dalam benak Aleta. Sedangkan Mama Alira dan Papa Fahri yang sedang sibuk mengobrol dengan Reza, sama sekali tidak menyadari semua itu.
************
Faris yang sedang berada dalam perjalanan pulang bersama Boy dan Tante Leni, melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi karena dia ingin segara sampai di Rs. Sebelum meninggalkan kantor tadi, Faris menerima pesan yang di kirim oleh anak buahnya, yang dia tugaskan untuk mengambil rekaman cctv, di tempat terjadinya kecelakaan mobil Melda dan Aleta.
Dari hasil rekaman cctv yang di kirim anak buahnya itu, Faris langsung mengetahui semua yang terjadi. Di dalam rekaman cctv itu, terlihat jelas mobil Farel yang sengaja ingin menabrak mobil yang di naiki Aleta dan Melda, sampai mengakibatkan kecelakan itu terjadi. Untung saja Boy yang begitu cerdas, langsung mengingat nomor polisi di mobil Farel, di saat dia melihat Farel bersama seorang wanita tadi di sebuah apotik. Dan itu membuat Boy langsung mengenali mobil yang ada di dalam rekaman cctv.
Kemarahan Faris begitu memuncak setelah Boy katakan, kalau mobil yang ada di dalam rekaman cctv itu milik Farel. Dia sudah tidak sabar untuk segera sampai ke Rs, karena dia sudah mendapat kabar dari Papanya, kalau Farel sedang berada di Rs bersama kedua orang tuanya.
Boy dan Mamanya yang berada satu mobil bersama Faris, begitu takut melihat kemarahan Faris. Dia melajukan mobilnya dengan tampang yang terlihat seperti drakula yang haus akan darah. Sifat monster yang ada di dalam dirinya seketika muncul setelah mengetahui, kalau Farel yang sudah hampir membunuh istri, adik, juga anaknya.
Kemarahan Faris yang memuncak seperti itu tidak akan bisa di kendalikan oleh siapapun. Dia tidak akan pernah tenang kalau tidak melihat tetesan darah yang mengalir. Hal itulah yang sangat di takuti oleh Boy juga Mamanya yang sedang berada bersamanya.
__ADS_1
Ingin sekali Boy dan Tante Leni mengabari Papa Fahri untuk memberitahukan semuanya. Namun mereka takut di ketahui oleh Faris. Boy dan Mamanya itu tidak ingin kemarahan Faris kembali memakan korban. Apalagi di tempat umum seperti itu, karena kalau sampai itu terjadi, Papa Fahri tidak akan bisa menyembunyikan kejahatan Faris seperti yang sudah dia lakukan berulang kali.