Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 106. Cemburu Dan Takut Kehilangan.


__ADS_3

Selesai mengikuti kemauan Fara, Riyan dengan segera langsung melangkah memasuki villa dan di ikuti Fara, Aurel, dan Semi dari belakang. Kedatangan mereka di sambut dengan begitu hormat, oleh dua orang wanita dan dua orang pria. Melihat penyambutan yang terkesan khusus, membuat Fara dan Aurel saling menatap dengan ekspresi kebingungan. Apalagi di saat salah seorang yang menyambut mereka langsung menyebut nama Riyan.


"Selamat datang Pak Riyan." Ujar salah seorang pria menggunakan bahasa Inggris, dengan penuh hormat.


"Iya. Terimakasih." Jawab Riyan dengan sangat sopan, dan langsung melangkah memasuki villa mewah itu.


Riyan melangkah dengan begitu santainya sambil menatap ke beberapa bagian villa itu. Sedangkan Fara hanya mengikutinya dari belakang bersama Aurel dan Semi, dengan raut wajah yang masih kebingungan. Apalagi di saat berada di dalam, mereka kembali di perlakukan tidak seperti pengunjung pada umumnya. Melihat keanehan itu, Fara pun langsung mendekat ke arah Riyan kemudian berbisik.


"Mas,, ko mereka berlebihan bangat..?" Bisik Fara di samping telinga suaminya. Tapi belum sempat Riyan menjawab, datang seseorang pria yang kira-kira berusia 55 tahun, menyapa dan menyalami Riyan dengan begitu ramah.


"Halo Pak Riyan,, bagaimana menurut Anda?" Tanya pria itu sambil menatap Riyan, yang sedang menatap ke sekeliling ruangan tempat mereka berada saat itu.


"Luar biasa. Aku tidak rugi mengeluarkan uang banyak untuk membeli villa ini." Jawab Riyan yang membuat mata Fara langsung terbelalak saking kagetnya, sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Apa... Membeli? Apa aku tidak salah dengar?" Fara bertanya-tanya dengan tampang kaget bercampur bingung.


"Syukurlah kalau Pak Riyan puas dengan villa ini. Aku sempat khawatir Pak Riyan tidak menginginkannya." Tambah pria tua di depan mereka.


"Mana ada orang yang tidak tertarik dengan villa semewah dan seunik ini. Apalagi tempatnya begitu nyaman." Ujar Riyan.


"Kalau begitu sekarang Pak Riyan dengan yang lainnya, bisa memilih kamar yang ingin di tempati." Ujar laki-laki itu sambil tersenyum menatap Riyan.


Tanpa menunggu lama, empat orang yang tadi menyambut kedatangan mereka, langsung menemani kedua pasangan itu, untuk melihat kamar yang ingin mereka tempati malam nanti. Riyan dan Fara di temani dua orang, sedangkan Semi dan Aurel di temani yang lainnya. Sambil melangkah di samping Riyan, Fara yang merasa sangat penasaran kembali bertanya.


"Mas,, maksudnya apa sih? Ini villa punya siapa sebenarnya?" Tanya Fara sambil melingkarkan tangannya di lengan Riyan.


"Punya kita." Jawab Riyan tanpa menatap Fara.


"Ko aku ngga tahu?" Tanya Fara bingung.

__ADS_1


"Memang aku sengaja tidak ingin memberitahumu." Jawab Riyan sambil melirik ke arah Fara yang sedang menatapnya tajam.


"Kenapa begitu? Ingat Mas,,! Kita ini suami istri yang di haruskan untuk saling terbuka mengenai apapun." Fara berkata-kata dengan kening yang berkerut, karena merasa kesal dengan jawaban Riyan.


"Aku akan menjelaskan alasan aku menyembunyikan semua ini darimu nanti malam. Jadi jangan kamu memaksaku untuk menjelaskannya sekarang." Ujar Riyan sambil terus melangkah menuju sebuah kamar.


"Silahkan masuk Pak. Ini kamar yang sudah di siapkan khusus untuk Bapak bersama istri." Ujar salah seorang yang menemani mereka menggunakan bahasa Inggris, setelah berada di depan pintu kamar yang masih tertutup rapat.


"Makasih." Ujar Riyan menggunakan bahasa Inggris juga, dan langsung membuka pintu kamar tersebut.


Setelah berada di dalam kamar, tanpa menunggu lama Fara memilih untuk langsung menelpon Aurel. Fara yang sudah janjian untuk jalan-jalan di tepi pantai bersama sahabat barunya itu, sudah tidak sabar menunggu lebih lama lagi.


("Halo Mba.. Kita ke pantai sekarang yuk!" Ujar Fara tanpa memperdulikan Riyan yang sedang menatapnya bingung.)


("Aku siap-siap dulu ya,," Jawab Aurel dengan segera.)


Dengan buru-buru Fara segera meletakkan ponselnya dan meraih kopernya, untuk mencari baju gantinya. Sedangkan Riyan yang sejak tadi memperhatikannya, merasa sedikit resah dengan sikap istrinya yang terkesan berlebihan.


"Fara,, apa kamu tidak capek?" Tanya Riyan sambil menatap Fara dengan tatapan datarnya.



"Semangatku lebih besar dari pada rasa lelahku. Dan kamu juga harusnya gitu Mas. Waktu kita di sini ni hanya sebentar, jadi jangan buang-buang waktu untuk berada di kamar saja." Jawa Fara sambil melangkah menuju kamar mandi.


"Mau kemana kamu?" Tanya Riyan.


"Mau ganti baju di kamar mandi." Jawaban Fara yang membuat Riyan seketika bingung. Sambil terus menatap ke arah Fara yang hendak memasuki kamar mandi, Riyan pun mulai berkata-kata di dalam hatinya.


"Sampai kapan dia mau seperti itu? Mengapa dia selalu malu untuk berganti pakaian di depanku?" Riyan yang merasa aneh dengan sikap Fara merasa sangat bingung.

__ADS_1


Selama bersama-sama, Fara tidak pernah mau mengganti pakaiannya di saat ada Riyan. Dan hal itu membuat Riyan yang sudah lebih dewasa sangat kebingungan. Di saat Riyan sedang kebingungan, tiba-tiba terdengar suara Fara dari dalam kamar mandi yang terdengar begitu keras.


"Mas... Kamu juga ganti baju..! Soalnya aku ngga mau menunggu." Suara Fara dari dalam kamar mandi.


"Buat apa..?" Tanya Riyan dengan suara yang tidak kalah keras.


"Kita kan mau jalan-jalan ke pantai." Jawab Fara setelah membuka pintu kamar mandi.


"Aku ngga ikut aah." Tolak Riyan.


"Ya sudah kalau ngga mau ikut. Tapi jangan salahkan aku ya! Kalau ada pria-pria tampan yang mendekatiku. Secara aku kan wanita cantik." Fara berkata-kata dengan tingkah genitnya.


"Fara,, kamu tu jangan terlalu kecentilan. Sudah punya suami, masih saja centil." Riyan berkata-kata dengan tatapan yang begitu tajam. Tapi itu malah membuat Fara langsung tersenyum sambil menggodanya.


"Kamu cemburu ya,,? Takut kehilangan aku ya,,?" Ujar Fara sambil tersenyum menatap Riyan yang juga sedang menatapnya.


"Apa.. Cemburu..? Buat apa aku harus cemburu? Kamu tu yang selalu cemburu sama aku. Iya kan..? Takut kehilangan aku kan?" Tanya Riyan yang membuat Fara langsung salah tingkah. Tapi dia juga tidak mau mengakui perasaannya.


"Ngga.. Siapa juga yang cemburu sama laki-laki datar seperti kamu.." Jawab Fara dengan tampang gugupnya.


"He... Aku ni bukan orang bodoh, yang tidak tahu bagaimana wanita agresif seperti kamu. Kalau kamu ngga cemburuan, mengapa kamu gugup seperti itu?" Tanya Riyan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Fara yang sudah sangat salah tingkah.


"Aku,,, aku hanya.."


"Hanya apa..? Hanya malu mengakuinya. Iya kan?" Tanya Riyan yang membuat Fara seketika jadi kesal.


"Memangnya kenapa kalau aku cemburu sama kamu? Aku kan istri kamu. Dan kamu itu suamiku. Jadi wajarlah kalau aku cemburu dan takut kehilangan." Jawab Fara yang membuat Riyan langsung tersenyum sambil berkata.


"Makanya,, jangan pernah mengucapkan sesuatu yang tidak sejalan dengan perasaanmu. Nantinya kamu yang akan malu sendiri." Tambah Riyan sambil melepaskan bajunya.

__ADS_1


__ADS_2