Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 55. Kenyataan Yang Membawa Penyesalan.


__ADS_3

Foto prewedding Riyan dan Fara berjalan dengan sangat baik, sebaik perasaan cinta Fara terhadap Riyan yang hanya menjadikannya sasaran balas dendam. Beberapa pakaian juga tempat yang mereka pilih, menambah kesempurnaan hasil foto mereka sesuai arahan fotografer. Walaupun dari ekspresi Riyan terlihat begitu tidak suka.








Tepat pukul 5 sore, mereka pun selesai melakukan prewedding. Riyan dan Fara memilih untuk beristirahat sebentar di tempat itu. Riyan merasa sedikit kelelahan dengan kegiatan mereka, mungkin karena dia melakukannya dengan terpaksa. Sedangkan Fara yang memang hobi berfoto, begitu antusias meminta fotografer untuk mengambil beberapa gambar dirinya. Tapi Riyan yang melihatnya seketika merasa kesal dan langsung membuka suara.


"Fara,, apa kamu ngga capek sejak tadi berfoto? Ayo kita pulang! Aku tu capek tahu ngga?" Suara Riyan yang terdengar kesal.


"Ya sudah kalau gitu. Ayo kita pulang!" Ujar Fara dengan wajah cemberutnya yang membuat fotografer, dan beberapa orang yang ada bersama mereka seketika tersenyum, karena merasa lucu dengan tingkah calon pengantin itu.


Dalam perjalanan Fara hanya memasang wajah yang begitu datar saking kesalnya. Dia merasa mulai aneh dengan sikap Riyan yang terlihat tidak seperti calon pengantin pada umumnya, di saat menjelang hari pernikahan mereka. Dan karena tidak tahan dengan sikap dingin Riyan yang sudah kelewatan, Fara pun memutuskan untuk segera bertanya.

__ADS_1


"Mas Riyan,, apa kamu punya kekasih?" Tanya Fara sambil menatap Riyan tajam.


"Apa-apaan sih kamu? Kalau aku punya kekasih, aku ngga akan ada di sini untuk menikahimu." Jawab Riyan dengan tatapan lurus ke depan.


"Ngga mungkin kamu ngga punya kekasih di Amerika setelah beberapa tahun tinggal di sana. Laki-laki seperti kamu mana tahan sendirian dalam waktu yang lama." Ketus Fara yang membuat Riyan langsung menginjak rem tiba-tiba.


"Apa maksud kamu berkata seperti itu? Kamu pikir aku laki-laki apaan? Kalau bukan karena orang tuaku, aku belum mau untuk menikah biar kamu tahu!" Perkataan Riyan yang membuat Fara langsung kecewa.


Mata indah yang begitu jernih, seketika langsung berkaca-kaca saking kecewa mendengar kata-kata Riyan barusan. Dia tidak sanggup menerima kenyataan, kalau cinta pertamanya hanya bertepuk sebelah tangan. Kesedihan yang membelenggu di dalam hati Fara, membuat air mata yang sudah terbendung langsung tertumpah membasahi wajah cantiknya, sambil berkata-kata mengeluarkan apa yang ada di dalam pikirannya saat itu.


"Batalkan saja pernikahan ini! Aku juga ngga mau menjadi istri hanya sekedar status." Ujar Fara dan langsung keluar dari dalam mobil.


Kebencian Riyan yang sudah menjadikan hatinya sekeras batu, sama sekali tidak merasa bersalah ataupun takut dengan gagalnya pernikahan mereka. Tanpa memperdulikan Fara yang sudah berdiri di samping jalanan, Riyan dengan segera langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan yang begitu tinggi saking kesalnya. Si beruang kutub itu merasa sangat marah mendengar perkataan Fara. Keegoisan yang begitu besar, membuat Riyan tidak terima kalau hubungan yang tidak di inginkan itu harus di akhir oleh Fara. Sambil melajukan mobilnya, Riyan pun bergerutu di dalam hatinya dengan tampang penuh amarah.


Riyan yang tadinya ingin menikahi Fara demi balas dendamnya, memilih untuk membatalkan niatnya itu. Riyan yang sudah menyadari cinta Fara terhadapnya, merasa begitu yakin kalau Fara akan sangat terluka dengan gagalnya pernikahan mereka. Jadi dia tidak perlu untuk menjalankan sandiwara pernikahan yang sangat tidak dia inginkan itu.


Sedangkan Fara yang semakin sakit hati dengan sikap Riyan yang tidak memperdulikannya, hanya bisa menangis di samping jalan. Derai air mata yang mengalir tiada henti, menunjukan betapa hancurnya perasaan Fara di perlakukan seperti itu, oleh laki-laki yang sudah terlanjur dia cintai dengan sepenuh jiwa dan raganya.


Sampainya di rumah utama keluarga Permana, Riyan langsung melangkah masuk setelan memarkirkan mobil. Dia masuk ke dalam rumah dengan tampang datarnya. Melihat putranya yang hanya pulang sendirian, Melda yang sedang duduk bersama keluarga besarnya di ruang keluarga, segera menanyakan keberadaan Fara.


"Kamu ko pulang sendiri, Faranya di mana?" Tanya Melda yang membuat Riyan sedikit bingung. Namun tidak lama dia pun langsung menjawab yang membuat Melda juga yang lainnya langsung percaya.

__ADS_1


"Dia lagi mampir di rumah temannya. Katanya ada yang ingin mereka bicarakan." Jawab Riyan berbohong.


"Pasti dia ingin mengundang teman-temannya ke acara pernikahan kalian." Sambung Aleta dengan senyum yang terpancar di wajahnya.


"Aku mau ke kamar dulu untuk mandi." Ujar Riyan dan hendak melangkah pergi. Tapi Reza segera menahannya karena ingin menceritakan sesuatu yang belum di ketahui Riyan.


"Riyan,, kamu duduk dulu sebentar! Ada yang ingin Ayah kasih tahu sama kamu." Kata Reza yang membuat Riyan kembali bergabung dengan mereka.


"Ada apa Ayah?" Tanya Riyan.


"Riyan,, Ayah hanya ingin mengingatkanmu untuk menyayangi dan mencintai Fara, seperti Om Faris menyayangi Ibumu, juga Ayah menyayangi Tante Aleta. Ingat! Selain menjadi istrimu dia juga adik perempuanmu." Perkataan Reza yang membuat Riyan jadi kebingungan, tapi dia sama sekali tidak bersuara.


"Dulu kalau bukan Om Faris, kamu dan Ibumu mungkin tidak selamat." Tambah Reza yang membuat putranya langsung menatapnya tajam sambil bertanya.


"Aku dan Ibu ngga selamat? Maksud Ayah?" Tanya Riyan bingung.


"Kamu kan tahu, Ibumu memiliki golongan darah yang langkah. Dan di saat melahirkan kamu, Ibumu kehilangan banyak darah dan membutuhkan donor segera. Waktu itu hanya ada Ayah, Tante Aleta, Oma kamu juga Mas Alfa yang saat itu masih kecil. Kita sudah mencari donor kemana-mana tapi tidak ada seorang pun yang golongan darahnya cocok sama Ibu kamu. Dan di saat kita sudah kehilangan harapan, datanglah Om kamu yang membawa keselamatan untuk kamu juga Ibumu." Jelas Reza yang membuat Riyan begitu terkejut.


"Iya sayang. Om kamu adalah pelindung keluarga besar ini. Dia selalu memasang badan di saat ada yang mau menyakiti anggota keluarganya. Waktu Ibu mengalami kecelakaan sehingga cacat seperti ini, Om kamu langsung marah dan ingin menghabisi orang itu. Tapi Ibu yang tidak ingin Om kamu berada di dalam penjara hanya karena orang jahat itu." Sambung Melda yang membuat Riyan seperti tersambar petir saking terkejut.


"Memangnya siapa orang yang telah membuat Ibu celaka?" Tanya Riyan dengan tatapan yang tajam ke arah Ibunya.

__ADS_1


"Laki-laki pilihan Kakek dan Nenek kamu yang sudah meninggal. Mereka menjodohkan Ibu dan dia semenjak Ibu baru lahir. Dan perbuatannya itu bukan hanya mencelakai Ibu, tapi juga Tante Aleta yang waktu itu sedang mengandung Mas Alfa." Jawab Melda dengan perasaan yang sedih mengingat kejadian itu.


Mendengar apa yang telah di katakan oleh kedua orang tuanya, seluruh tubuh Reza seketika terasa lemas. Dia begitu menyesali pemikiran buruknya terhadap keluarga Ibunya selama ini, yang sudah banyak berkorban untuk dirinya juga Ibunya. Apalagi Melda juga memberitahukan kepada putranya, betapa besar kasih sayang keluarga Permana terhadap Reza Ayahnya.


__ADS_2