
Setelah hampir satu jam dalam perjalanan, akhirnya Fara dan Bibi yang menemaninya sampai di RS. Tempat Riyan di bawa oleh orang-orang yang menolongnya. Tanpa menunggu lama, dengan raut wajah yang terlihat penuh ketakutan, Fara berlari menuju ruang UGD untuk melihat keadaan Riyan. Tapi dari kejauhan, dia melihat ada beberapa orang laki-laki yang sedang berdiri sambil mengobrol di depan ruangan yang dia tuju. Melihat orang-orang itu, Fara pun segera menghampiri mereka dengan Bibi yang terus mengikutinya dari belakang.
"Pak,, apa suami saya ada di dalam..?" Tanya Fara dengan segera. Setelah berada di samping beberapa laki-laki yang ada di depan ruang UGD.
"Maaf Ibu,, apa ini dengan orang yang tadi berbicara denganku di telpon..?" Tanya salah seorang laki-laki yang ada di hadapan Fara.
"Iya,, saya Fara. Bagaimana keadaan suami saya..?" Tanya Fara lagi dengan bercucuran air mata.
"Tenang Nona Fara. Jangan khawatir! Semua Dr yang menangani suamimu adalah Dr ahli. Apa anda dari Indonesia?" Tanya laki-laki yang pandai berbahasa Indonesia itu.
"Iya,, saya berasal dari Indonesia. Suami saya dari Malaysia, tapi Ibunya dari Indonesia." Jawab Fara yang masih berlinang air mata.
"Saya juga dari Indonesia. Saya bekerja di sini sudah sangat lama. Saya sudah meminta para Dr yang menanganinya untuk melakukan yang terbaik." Ujar laki-laki itu.
"Perkenalkan nama saya Indra. Apakah saya boleh tahu nama anda?" Tanya laki-laki yang bernama Indra itu.
"Saya Fara Permana. Dan suami saya Riyan Putra Reza." Ujar Fara memperkenalkan diri.
"Maaf atas kelancangan saya Nona Fara. Saya sudah sangat lancang berkenalan dengan anak konglomerat seperti anda Nona." Ujar Indra sambil menundukkan kepalanya.
__ADS_1
" Ngga apa-apa Mas. Saya di sini hanya seorang pelajar. Bukan anak konglomerat ataupun istri pengusaha. Kita di negara ini sama-sama orang asing yang datang dari negara yang sama." Ujar Fara dengan begitu rendah hati.
"Makasih atas pengertiannya. Keluarga Permana memang luar biasa. Kekayaan yang tak terhingga, malah membuat mereka selalu bersikap baik kepada semua orang. Ini ponsel suami anda yang tadi saya ambil dari dalam mobilnya." Ujar Indra sambil memberikan ponsel Riyan kepada Fara.
"Makasih Mas. Tapi apa masih lama baru saya bisa mengetahui keadaan suami saya?" Tanya Fara sambil menghapus air matanya.
"Ngga tahu juga Nona. Soalnya benturan mobil suami anda sangat kuat. Dan dia kehilangan banyak darah." Jawab Indra.
Setelah beberapa menit berlalu, tinggal Fara, pembantunya juga Indra yang masih tetap berada di depan ruang UGD. Sedangkan yang lainnya sudah pergi meninggalkan RS. Fara yang semakin panik karena belum mendengar kabar apapun. Tentang keadaan Riyan di dalam sana, sampai-sampai lupa menghubungi keluarganya di Indonesia juga di Malaysia. Untung saja dia di ingatkan oleh pembantunya yang berdiri tepat di sampingnya.
"Non,, apa Non Fara ngga mengabari keluarga untuk memberitahukan keadaan Den Riyan?" Tanya pembantunya dengan nada suara yang sangat pelan.
("Halo Ma.. Hiks.. Hiks.. Hiks.." Suara Fara memanggil Mamanya dengan tangisan yang tidak bisa dia tahan. Setelah telponnya tersambung.)
("kamu kenapa sayang..? Apa yang terjadi..?" Suara Aleta yang terdengar kaget dari balik telpon.)
"Ada apa Ma..?" Suara tanya Alfa yang terdengar jelas oleh Fara.
("Mama lagi di mana..?" Tanya Fara dengan suara yang masih sangat bergetar.)
__ADS_1
("Mama sama Papa lagi di rumah Mas kamu. Sebenarnya ada apa sama kamu sayang..?" Tanya Aleta yang masih menghawatirkan keadaan putrinya.)
("Ma... Mas Riyan Ma... Mas Riyan mengalami kecelakaan, dia kehilangan banyak darah. Dan saat ini dia sedang berada di dalam ruang UGD. Mama Papa harus segera ke sini..! Hiks...Hiks...Hiks..." Fara menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.)
("Apa... Riyan kecelakaan..? Ya ampun Pa.. Kita harus segera ke Amerika..!" Aleta berkata-kata dengan begitu paniknya.)
("Sudah dulu ya sayang! Kamu jangan lupa hubungi Tante dan Om kamu di Malaysia!" Ujar Aleta dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)
"Bagaimana keadaan Riyan Ma..?" Tanya Alfa dengan segera.
"Riyan mengalami kecelakaan. Dia kehilangan banyak darah. Jadi kita harus berangkat ke Amerika hari ini juga." Jelas Aleta dengan raut wajah yang terlihat lemas.
"Ya sudah,, kita berangkat hari ini juga dengan jet pribadi. Biar ngga terlalu lama dalam perjalanan." Sambung Faris.
"Aku ikut Pa." Sambung Alfa.
"Istri kamu bagaimana..?" Tanya Faris.
"Dia biar tinggal sementara di rumah Papa atau Oma saja." Jawab Alfa.
__ADS_1
Tanpa menunggu lama, keluarga Fara dari Indonesia langsung bergegas berangkat menuju Amerika, menggunakan jet pribadi milik keluarga Permana setelah hampir dua jam mempersiapkan semuanya. Yang tidak ikut hanyalah Oma Alira, Opa Fahri, juga Almira bersama suaminya. Sementara Shelina yang masih berada di tempat kerjanya, sama sekali belum mengetahui apa yang terjadi.