Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 127. Kepanikan Fara.


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang, Fara yang terlihat begitu lemas hanya bersandar di pundak Riyan tanpa bersuara. Dalam diam dia merasa begitu bahagia dengan ungkapan hati suaminya. Selama mereka hidup bersama sebagai pasangan suami istri, tidak pernah terdengar kata-kata cinta dari mulut Riyan. Kata-kata Riyan tadi bagaikan sebuah mukjizat bagi Fara, yang selama ini memang selalu mendambakan akan hal itu. Melihat Fara yang senyum-senyum sendiri sejak tadi, membuat Riyan jadi kebingungan.


"Fara,, kamu kenapa senyum-senyum sejak tadi..?" Tanya Riyan yang tidak sengaja melihat ekspresi Fara, lewat kaca spion yang ada di atas kepalanya.


"Aku bahagia banget Mas. Aku tu merasa seperti sedang bermimpi." Jawab Fara sambil mengangkat mukanya menatap wajah tampan, yang hanya berjarak beberapa senti dengan wajahnya.


"Kamu ini benar-benar sudah gila. Semustinya kamu tu memikirkan musibah yang baru saja terjadi. Dan kamu harus bisa lebih dewasa untuk tidak ceroboh dalam mengambil keputusan. Bukan menghayal yang tidak jelas." Ujar Riyan sambil terus mengemudi.


"Aku memang sudah di buat gila dengan kata-kata cinta kamu Mas. Aku cinta mati sama kamu Mas." Ujar Fara sambil bergelayut manja di lengan Riyan.


Sampainya di depan rumah, Riyan langsung keluar dari dalam mobil dan melangkah memutar untuk membukakan pintu buat Fara. Riyan menggendong tubuh istrinya dan melangkah masuk tanpa ekspresi. Sedangkan Fara yang sudah terhipnotis dengan sikap manis suaminya, terus menerus tersenyum sambil mengalungkan tangannya di leher Riyan.Juga tanpa melepaskan pandangannya dari wajah tampan yang selalu terlihat datar.


"Kamu kenapa menatapku seperti itu..? Apa kamu tidak bisa menatap ke arah lain..?" Tanya Riyan dengan tatapan lurus ke depan.


"Menatap kamu hatiku terasa sejuk Mas. Bahkan rasa sakit di kakiku tidak terasa sama sekali." Jawab Fara yang membuat Riyan langsung meliriknya sambil berkata.


"Kamu harus menjaga matamu..! Cukup aku saja yang kamu tatap seperti ini." Ujar Riyan yang membuat Fara semakin terhanyut.


"Tenang saja Mas.. Tatapanku hanya akan tertuju padamu. Apalagi hatiku. Hanya ada namamu yang terukir di dalamnya." Jawab Fara dengan tatapan centilnya.


"Sudah sana turun..!" Ujar Riyan setelah sudah berada di dalam kamar tidur mereka.


"Ooo sudah sampai ya Mas..? Aku tu sampai tidak sadar kalau sudah sampai di kamar." Ujar Fara sambil menatap ke sekeliling mereka.


"Makanya jangan terlalu berhayal." Ujar Riyan setelah meletakkan Fara di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Mas,, aku mau mandi." Ujar Fara di saat Riyan sedang melepaskan kemejanya tepat di hadapannya.


"Ya sudah mandi sana..!" Jawab Riyan tanpa berbalik menatap Fara yang sedang duduk di tepi ranjang.


"Tapi aku ngga bisa sendiri Mas,, bantuin dong..." Rengek Fara.


Mendengar permintaan istrinya, membuat Riyan yang sudah bertelanjang dada seketika jadi menegang, karena pikirannya mulai membayangkan hal-hal yang mempengaruhi hasratnya. Sedangkan Fara yang mulai merasakan sakit di kakinya, langsung merengek kepada Riyan yang hanya terdiam sambil membelakanginya.


"Aduh Mas,, sakit banget kakiku." Rengek Fara sambil menarik-narik tangan Riyan, untuk berbalik menghadapnya.


Tanpa berujar satu kata pun, Riyan langsung menggendong Fara kemudian melangkah menuju kamar mandi. Sampainya di dalam kamar mandi, dia menurunkan Fara perlahan-lahan dari gendongannya dan hendak berbalik. Namun Fara dengan segera menahan pundaknya sambil bertanya.


"Mas,, kamu mau kemana..?" Tanya Fara dengan tatapan manjanya.


"Aku mau keluar. Kamu kan mau mandi." Jawab Riyan dingin.


"Hmmmm,, Fara, kamu tu lagi kesakitan. Jadi jangan coba-coba memancing aku." Ujar Riyan sambil memalingkan wajahnya.


"Mas,, apa salahnya sih kamu bantu aku mandi..? Kita kan suami istri." Ujar Fara sambil melirik suaminya yang sudah seperti patung di hadapannya.


"Aku tidak bisa Fara. Aku tu capek menggendon kamu sejak tadi. Kamu mandi sendiri saja! Nanti kalau sudah selesai mandi, baru panggil aku." Ujar Riyan dan langsung melangkah pergi meninggalkan Fara sendirian di dalam kamar mandi.


Riyan melangkah buru-buru keluar dari dalam kamar mandi dengan ekspresi wajah yang terlihat begitu aneh. Permintaan juga sikap Fara yang terkesan memaksa, membuat Riyan seketika di kuasai hasrat yang bergejolak di dalam dirinya. Di balik sikapnya yang sangat tenang, ternyata tuntutan batinnya begitu memaksa untuk di penuhi sebagai seorang laki-laki.


"Apa-apaan aku ini..? Hanya di minta untuk bantuin mandi sama istri sendiri, aku sudah menegang seperti ini. Lagian ini bukan kali pertama untuk aku mau melihat tubuhnya tanpa sehelai benangpun. Tapi tetap saja aku tidak bisa menahan diri." Riyan berkata-kata sendirian setelah sudah duduk di tepi ranjang.

__ADS_1


Dengan perlahan-lahan, Fara pun mulai membersihkan tubuhnya dengan guyuran air yang keluar dari shower. Luka di kakinya terasa amat perih di saat terkena busa sabun. Tapi dia tetap berusaha untuk melakukannya sendiri. Dan setelah sudah selesai mandi, Fara langsung memanggil nama Riyan berulang-ulang untuk membantunya.


"Mas...Mas Riyan...Tolong bantu aku..!" Suara teriakan Fara dari dalam kamar mandi.


"Apa..?" Jawab Riyan yang tiba-tiba muncul dari balik pintu.


Riyan yang terlihat begitu kelelahan karena mencari Fara seharian, sedikit merasa kesal dengan Fara yang tidak bisa memberinya waktu untuk beristirahat. Dan tanpa mengetok pintu dia langsung masuk dengan tampang yang terlihat sangat lesu. Tapi tiba-tiba matanya pun terbuka lebar dengan detak jantung yang seketika memburu, di saat melihat keadaan Fara yang sedang berdiri di bawa shower tanpa mengenakan apa-apa.


"Fara... Mengapa kamu tidak mengenakan baju mandi mu..? Apa kamu sengaja mau menggodaku..?" Tanya Riyan serentak.


"Justru aku panggil Mas itu, karena ingin minta tolong ambilkan baju mandi. Soalnya luka di kaki aku terasa sangat perih. Malah di bilang mau menggoda. Mas saja yang selalu berpikiran mesum di saat melihat aku dalam keadaan seperti ini." Gerutu Fara yang membuat Riyan seketika jadi malu sendiri.


"Cepat pakai baju mandi kamu..!" Ujar Riyan tanpa mau menatap istrinya yang terlihat begitu seksi dan menggoda.


"Aku ngga bisa.. Mas yang pakein dong.." Pinta Fara yang sengaja ingin mengerjai suaminya.


"Fara.. Kamu tu jadi wanita ganjen banget sih..? Apa kamu tidak malu seperti ini di depan aku..?" Tanya Riyan sedikit kesal karena sudah tidak tahan menahan hasratnya yang semakin menuntut.


"Biarin saja aku ganjen. Yang penting aku ngga ganjen sama suami orang." Jawab Fara cuek.


"Benar-benar kamu ya..?" Ujar Riyan dan segera menggendong tubuh Fara tanpa menutupinya dengan apapun.


"Mas... Mana baju mandi aku..? Ko aku di gendong dengan keadaan seperti ini sih..?" Tanya Fara kaget.


"Kamu harus aku kasih pelajaran." Jawab Riyan dan langsung melangkah keluar dari dalam kamar mandi.

__ADS_1


Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Riyan, serentak membuat Fara jadi merinding. Apalagi raut wajah Riyan sudah terlihat seperti predator yang sedang kelaparan. Dengan tampang mulai panik, Fara segera mencari cara agar bisa terbebas dari kerakusan suaminya. Dia sangat tidak sanggup kalau harus melayani keinginan gila suaminya dalam kondisi yang sedang terluka seperti saat itu.


__ADS_2