Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 180. Sentuhan Hangat.


__ADS_3

Riyan yang benar-benar tulus mencintai Fara, tidak ingin membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan kehamilan ataupun anak. Walau ternyata dia begitu mendambakan seseorang anak yang di lahirkan Fara. Riyan berusaha untuk menyembunyikan apa yang dia inginkan, demi menjaga kenyamanan dalam rumah tangga mereka. Apalagi raut wajah Fara selalu berubah saat melihat wanita hamil.


"Mas,, betapa bahagianya aku kalau berada di posisi wanita itu." Ujar Fara sambil menunjuk seorang wanita hamil, saat mereka sedang dalam perjalanan pulang.


"Kamu pasti akan seperti dia. Kalian kan sama-sama wanita. Jadi sudah pastinya akan merasakan situasi yang sama." Ujar Riyan tanpa berbalik menatap Fara.


Mendengar jawaban positif dari suaminya, Fara langsung mengembangkan senyum tanpa melepaskan pandangannya dari wanita hamil yang sejak tadi dia perhatikan. Melihat kebahagiaan yang terukir di wajah Fara, Riyan hanya bisa tersenyum sambil bergumam di dalam hatinya.


"Dia pasti sedang membayangkan menjadi wanita itu. Semoga dalam waktu cepat dia bisa mengandung."


Karena jarak tempuh dari Kampus menuju apartemen tidak terlalu jauh, akhirnya mereka pun sampai hanya memakan waktu setengah jam perjalanan. Setelah mobil terparkir, mereka pun segera memasuki pintu apartemen dengan Fara memeluk erat lengan Riyan.


"Mas,, aku ke dapur dulu ya!" Ujar Fara saat mereka sedang menuju lift.


"Buat apa kamu mau ke dapur?" Tanya Riyan.


"Aku hanya ingin lihat para Bibi yang lagi masak. Aku kan lagi belajar masak kalau ada waktu luang." Jawab Fara yang membuat Riyan hanya tersenyum tanpa bersuara.

__ADS_1


Fara yang sudah bersama para Bibi di dapur, terlihat begitu bersemangat dan ceria membantu menyiapkan makan malam. Fara benar-benar ingin menjadi istri yang sempurna, dengan belajar masak makanan kesukaan suaminya. Di saat Fara begitu ceria membantu para Bibi di dapur, Riyan malah sedang melamun di dalam kamar saat membaca pesan singkat dari Ibunya di Malaysia.


#Yan,, bagaimana keadaan Fara? Apa sudah ada tanda-tanda kehamilan?"#


Pertanyaan Melda melalui pesan singkat itu, membuat Riyan seketika jadi terbebani. Menyadari kalau dialah satu-satunya anak dari kedua orang tuanya, Riyan pun semakin merasa bersalah karena belum bisa memenuhi apa yang menjadi keinginan kedua orang tuanya.


#Belum Bu. Tapi aku akan usahakan untuk segera memiliki anak."#


Karena tidak ingin mengecewakan Ibunya, Riyan terpaksa memberikan harapan yang tidak pasti. Riyan tidak pernah berpikir buruk dengan kandungan Fara. Tapi dia sedikit merasa khawatir setelah mengetahui keadaan Fara yang sering mengalami gangguan menstruasi. Selama menikahi adik sepupunya itu, Riyan baru menyadarinya kalau Fara sering terlambat datang bulan, dan selalu mengalami hal-hal yang tidak wajar saat datang bulan. Tapi walaupun begitu, Riyan tidak mau mengira-ngira sebelum memeriksa keadaan mereka berdua.


"Apa mungkin ada gangguan dengan kandungan Fara? Ataukah aku yang mengalami gangguan? Mending aku bicarakan ini dengan Fara." Riyan berkata-kata sendirian di depan jendela kamarnya.


"Mas,, tahu ngga apa saja yang sudah bisa aku masak sendiri?" Tanya Fara sambil mengenakan pakaian yang baru saja dia ambil dari dalam lemari.


"Palingan mi instan." Jawab Riyan sengaja meremehkan Fara.


"Enak saja kamu kalau ngomong. Aku tu sudah bisa buat ayam goreng, juga sayur sup kesukaan kamu." Ujar Fara dengan begitu bangganya.

__ADS_1


"Ngga mungkin. Aku ngga yakin kamu bisa buat semua itu sendirian." Riyan yang sedang memperhatikan Fara sejak tadi, mencoba untuk membuat Fara kesal dengan tidak percaya apa yang dia katakan.


"Kalau kamu tidak percaya, nanti kamu lihat sendiri saja. Bila perlu tanya sama Bibi, siapa yang buat makanan kesukaan kamu." Tutur Fara dengan tatapan kesal ke arah Riyan.



"Aku hanya bercanda sayang. Aku percaya ko." Jawab Riyan sambil tersenyum menatap istri cantiknya.



Mendengar perkataan Riyan barusan, Fara langsung mendekatinya dan mengalungkan kedua tangannya di leher Riyan sambil berujar.


"Kamu jangan coba-coba remehkan aku. Kalau tidak aku akan membuat makanan kesukaan orang lain." Ancaman Fara yang membuat Riyan langsung tersenyum.


"Aku ngga masalah, kalau kamu mau buat makanan kesukaan orang, aku juga akan mencicipi makanan buatan orang lain." Ujar Riyan yang membuat Fara semakin kesal.


"Maksud kamu apa? Apa kamu mau mencicipi masakan wanita lain..?" Tanya Fara dan segera berbalik membelakangi Riyan.

__ADS_1


"Iya,, aku akan mencicipi masakan wanita lain, dan wanita itu tidak lain adalah para Bibi yang bekerja padaku selama ini." Jawab Riyan yang sudah mendekap Fara dari arah belakang.


Riyan yang tadinya begitu dingin dan tidak suka banyak bicara, kini sudah mulai pandai menggoda wanita cantiknya. Dan sikapnya itu selalu berhasil meredakan amarah Fara dalam sekejap. Kekesalan Fara tidak dapat bertahan lama, saat Riyan mulai merayunya dengan kata-kata juga sentuhan hangatnya.


__ADS_2