Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 35. Hari Bahagia.


__ADS_3

Kekayaan dan kekuasaan besar yang di miliki keluarga Permana, membuat para pesaing juga musuh mereka, tidak ada yang bisa menantang apalagi melawan mereka. Apa yang telah menjadi keputusan mereka tidak bisa untuk di rubah siapapun. Dan setiap apa yang di lakukan oleh Faris, tidak pernah bisa di pidanakan dengan bukti apapun.


Dengan begitu mudahnya Faris selalu bebas dari semua tindakan krimanal yang dia lakukan. Termasuk dengan apa yang baru saja dia lakukan terhadap Farel. Malah Farel yang menjadi korban kemarahan Faris, di jadikan tersangka dengan tuntutan yang sangat berat tanpa ada pembelaan.


Kedua orang tua Farel begitu tertekan dengan ancaman keluarga Permana. Selain itu mereka juga sangat menghawatirkan keadaan Farel, yang harus menjalani hukuman di dalam tahanan kepolisian, dengan keadaan yang sangat memprihatinkan.


Setelah beberapa hari di rawat dalam pengawasan polisi, Farel kini sudah terkurung di balik jeruji besi, menjalani hukuman atas perbuatannya. Semua cara sudah di upayakan kedua orang tuanya, untuk menghadapi Papa Fahri dan Mama Alira. Mereka berusaha meminta maaf, juga meminta kebebasan terhadap putra semata wayang mereka, yang terkurung di dalam penjara dengan keadaan sudah tidak bisa berdiri apalagi berjalan.


Sedangakan Melda juga Aleta, sudah di izinkan pulang ke rumah sejak hari kemarin bersama Alfa. Kebahagiaan sedikit terlihat di dalam keluarga Permana, setelah mengetahui kejahatan yang di lakukan oleh Farel. Dan tanpa menunggu lama, Papa Fahri dan Mama Alira langsung membatalkan pertunangan antara Farel dan Melda.

__ADS_1


Walaupun kedua kakinya sudah tidak bisa di pergunakan lagi, namun Melda merasa begitu bahagia karena dia sudah bisa bebas dari laki-laki jahat, yang membuat dia harus menanggung penderitaan selama ini. Apalagi di saat semua itu terbongkar, Reza langsung mengatakan tentang perasaannya, juga hubungan yang pernah terjalin antar dia dan Melda kepada keluarga Permana.


Papa Fahri, Mama Alira dan semua anggota keluarga Permana sangat terharu mendengar kejujuran juga kesungguhan Reza. Apalgi di saat yang bersamaan, Reza dengan beraninya langsung melamar wanita cantiknya itu di hadapan mereka semua.


Tanpa berpikir panjang, Papa Fahri dan Mama Alira yang sudah menjadi orang tua pengganti buat Melda, segera menerima lamaran Reza terhadap Melda. Dan mereka pun langsung menentukan hari baik untuk pernikahan Reza dan Melda. Reza juga Melda yang sudah lebih baik, sangat bahagia mendengar keputusan Papa Fahri dan Mama Alira.


Hati gadis manis yang selalu merintih atas musibah yang datang silih berganti, kini sudah bisa tersenyum lebar menanti hari bahagia yang selama ini dia impikan. Sebelum beberapa hari menjelang pernikahan mereka, Reza dan Melda di sibukan dengan foto prewedding. Mereka melakukan semua kegiatan itu dengan begitu sempurna, walaupun keadaan Melda sudah tidak sesempurna yang dulu.


__ADS_1


Air mata bahagia bercampur haru meluncur dari mata Melda, setelah mendengar kata kabul yang di ucapkan Reza. Semua impian dan harapan yang selama ini melda hayalkan, kini telah menjdi nyata dengan janji suci, yang telah di ucapkan laki-laki tampan di sampingnya itu.


Melda yang sempat berputus asa akan cintanya yang telah kandas, kini begitu bahagia dengan status barunya menjadi seorang istri, dari laki-laki yang sangat dia cintai dengan sepenuh hati.


Kebahagaian itu juga di rasakan semua anggota keluarga Permana, yang sedang menyaksikan pernikahan Melda dan Reza, terutama Aleta. Sebagai seorang adik yang melewati pahit manisnya hidup dengan Abangnya sejak kecil. Begitu sangat bahagia melihat Reza menjadi suami dari adik ipar yang juga menjadi sahabat baiknya.


Air mata Aleta menetes tiada henti, setelah mendengar kata-kata yang pernah di ucapakan Faris waktu itu, keluar dari mulut Abangnya. Kebahagiannya menjadi begitu sempurna, dengan bersatunya cinta antara Reza dan Melda dalam sebuah pernikahan.


Sedangkan Faris yang berada tepat di samping istri cantiknya itu, hanya bisa menggenggam tangan istrinya tanpa berkata apa-apa. Faris yang hanya terdiam sejak tadi menyaksikan pernikahan Reza dan Melda, sangat mengerti perasaan istrinya, karena itu juga yang dia rasakan sebagai seorang kakak.

__ADS_1


Setelah mendengar kata sah yang di ucapkan oleh para saksi pernikahan, semua yang ada di situ langsung tersenyum bahagia. Reza yang terlihat begitu tenang, langsung berkaca-kaca setelah melihat wajah Melda yang sedang mencium punggung tangannya, sudah di penuhi air mata. Dengan penuh kasih sayang, Reza pun langsung mendaratkan ciuman mesra di kening Melda, yang di saksikan banyak pasang mata.


__ADS_2