
Sikap Riyan juga pertanyaannya barusan dengan kedipan mata yang menggoda, berhasil membuat gadis polos di hadapannya itu malu. Kata-kata yang di lepaskan Riyan bagaikan busur yang tertancap di dalam hati Fara, yang sudah di kuasai cinta hanya untuk suaminya. Dengan senyum malu-malu, Fara langsung memukuli lengan Riyan sambil berkata.
"Apa-apaan sih kamu Mas?" Tanya Fara tanpa menatap mata Riyan yang masih tetap tertuju padanya.
"Sudahlah Fara,, kamu ngga usah malu-malu untuk mengakuinya. Tidak ada salahnya juga kan, kalau kamu jujur dengan perasaanmu?" Ujar Riyan sambil mengangkat sebelah tangannya, untuk mengusap kepalanya sendiri. Dan apa yang dia lakukan itu membuat Fara langsung terpana.
"Mengapa kamu melihatku seperti itu? Kamu tergila-gila kan sama aku?" Tanya Riyan yang membuat Fara semakin salah tingkah.
"Apa-apaan sih kamu Mas? Siapa yang tergila-gila sama kamu?" Tanya Fara sambil memalingkan wajahnya seketika.
"Terus,, mengapa kamu menatapku seperti itu? Kalau bukan tergila-gila dengan penampilanku saat ini." Tanya Riyan sambil menatap Fara yang sudah tersipu malu.
"Aku,,, aku hanya kaget melihat bulu ketekmu yang begitu lebat." Jawab Fara sambil menatap Riyan malu-malu.
"Ngeles aja kamu." Ujar Riyan dan langsung melangkah pergi meninggalkan Fara, yang hanya mematung menahan rasa malunya.
Fara yang sudah seperti maling ketangkap basah, tidak berani untuk menatap Riyan yang sedang melangkah menuju kamar mandi. Dia hanya terdiam sambil menggigit bibirnya dan berkata-kata di dalam hatinya.
"Dasar bodoh kamu Fara... Kelemahan mu sudah di ketahui oleh beruang kutub itu. Mengapa aku selalu seperti orang bodoh hanya karena di tatap olehnya?"
Fara yang menyadari kebodohannya, hanya bisa menggerutui dirinya di dalam hati tanpa berani menatap ke arah belakang. Dan setelah mendengar suara pintu di tutup, baru dia bisa berbalik sambil menarik nafas panjang. Keadaan Fara benar-benar membuat Riyan dapat membaca isi hatinya. Apalagi Riyan itu orang yang tidak mudah untuk di bohongi.
__ADS_1
Selesai mengenakan baju tidur yang di hadiahkan Omanya sebagai kado pernikahan, Fara langsung berdiri di depan cermin besar sambil menatap dirinya sendiri, dari ujung kaki sampai kepala sambil berkata.
"Astaga... Mengapa baju seperti ini yang Oma berikan sebagai kado pernikahanku? Apa tanggapan Mas Riyan, kalau melihat penampilanku saat ini?" Fara bertanya-tanya sendirian, tanpa menyadari kalau Riyan sedang memperhatikannya dari depan pintu kamar mandi.
"Kamu cantik dengan pakaian seksi itu." Suara Riyan yang membuat Fara langsung berbalik, dan menatapnya dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.
Tanpa berkata apa-apa, Fara langsung buru-buru meraih kopernya untuk mencari baju ganti. Walaupun sudah pernah terlihat tanpa sehelai benang di depan Riyan, namun Fara tetap merasa malu dengan baju tidur transparan yang sedang dia kenakan. Tanpa memperdulikan Riyan yang masih tetap memperhatikannya, Fara langsung berlari menuju kamar mandi, sambil memegang sepasang baju tidur yang baru saja dia ambil dari dalam kopernya.
"Minggir Mas! Aku mau masuk." Ujar Fara setelah berada di depan Riyan, yang masih berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Buat apa masuk ke kamar mandi lagi?" Tanya Riyan sambil menatap istrinya yang terlihat begitu seksi. Dengan dress putih transparan tanpa lengan, yang memperlihatkan bentuk tubuh indahnya dengan sangat jelas.
"Aku mau ganti baju." Jawab Fara tanpa berani menatap wajah suaminya.
"Aku ngga nyaman aja memakai baju tidur ini." Jawab Fara sambil terus menundukan kepala.
"Tapi aku nyaman. Malah aku suka melihat kamu mengenakan baju tidur ini." Ujar Riyan yang membuat Fara kaget dan langsung menatapnya sambil berkata.
"Iiiih,, dasar ganjen.." Ujar Fara sambil memukul dada bidang Riyan, yang terpampang nyata di depannya.
"Aku tu ngga ganjen. Tapi aku tergoda oleh wanita ganjen di depanku." Ujar Riyan dengan tatapan yang melemahkan Fara seketika, sambil menggenggam kedua tangan Fara di dadanya.
__ADS_1
"Mas,, lepaskan aku..!" Pinta Fara sambil membuang tatapan mata indahnya, dari tajamnya mata Riyan.
"Aku tidak akan melepaskan mu lagi. Cukup di dalam mobil tadi aku melepaskan mu. Tapi kali ini, aku tidak bisa untuk menahan diri lagi." Ujar Riyan sambil terus menatap Fara dengan tampang yang sangat menuntut.
"Tapi Mas..." Suara Fara langsung terhenti setelah mulutnya di bungkam ****** Riyan yang begitu buas.
Fara yang memang selalu mendambakan sentuhan suami bekunya itu, tidak butuh waktu lama untuk bisa mengimbangi ******* Riyan yang begitu rakus. Sentuhan Riyan bagaikan perangsang berdosis tinggi, yang dengan sekejap mampuh membuat Fara hanyut dalam kenikmatan.
Tanpa menghentikan serangannya, Riyan langsung mengangkat tubuh Fara dan membawanya menuju tempat tidur. Sampainya di tepi ranjang, Riyan langsung meletakan Fara di atas tempat tidur. Dengan hasrat yang sudah menguasai dirinya, Riyan pun menyerang Fara semakin gila.
Riyan dan Fara sama-sama tidak bisa menahan gejolak di dalam hati mereka. Namun Fara yang tidak ingin di permalukan lagi, berusaha untuk menahan tuntutan batinnya yang semakin membuatnya tidak berdaya. Dia hanya memejamkan mata sambil menggigit bibirnya menahan keinginannya yang sudah semakin memuncak. Tapi serangan dahsyat dari Riyan, membuat pertahanan Fara akhirnya tergoyahkan.
Keagresifan Fara yang berusaha dia tahan sejak tadi akhirnya terlihat juga, setelah Riyan berada di titik kelemahannya. Suara yang tidak ingin dia keluarkan. Seketika terdengar memenuhi ruang kamar hotel itu. Dan hal itu membuat Riyan semakin tidak terkendali.
Rengekan Fara karena kesakitan di malam pertama mereka, sama sekali tidak terdengar. Di malam itu yang terdengar memenuhi kamar hotel itu hanyalah suara seksi yang terdengar sangat menuntut. Semua itu terjadi karena upaya Riyan agar tidak menyakiti wanita yang sangat dia cintai itu.
Riyan memang sengaja membawa Fara tenggelam dalam permainannya, sebelum pertempuran itu terjadi. Dia melakukan itu, hanya karena ingin membuat Fara lupa akan kesakitan yang dia rasakan di malam itu. Sedingin-dinginnya laki-laki, dia pasti tidak tega melihat wanita yang dia cintai merasakan sakit. Dan itulah yang di rasakan Riyan saat itu. Dia benar-benar tidak ingin Fara kesakitan, walaupun kesakitan itu akan berakhir dengan kenikmatan.
Karena Riyan terlalu bersemangat melancarkan serangannya, akhirnya hanya dalam waktu satu jam, dia sudah tumbang di samping Fara dengan nafas tak teratur, juga seluruh tubuh yang di basahi keringat. Sedangkan Fara yang sudah tidak berdaya, hanya memejamkan mata, dengan posisi membelakanginya tanpa bersuara.
"Fara,, kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Riyan penuh perhatian sambil menyentuh wajah cantik istrinya.
__ADS_1
Fara yang entah merasa kecapean atau merasa malu, dengan tingkahnya di dalam permainan tadi. Hanya menggelengkan kepalanya tanpa bersuara. Juga tanpa membuka matanya. Melihat gelengan kepala Fara, Riyan pun langsung memeluknya, dan mengecup keningnya sambil memejamkan matanya.