Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 121. Kisah Palsu.


__ADS_3

Riyan menikmati makan siang bersama teman-temannya sambil mengobrol tentang segala hal. Sedangkan Rena yang ada bersama teman-temannya di meja yang bersebelahan dengan meja Riyan, selalu mencuri pandang ke arah Riyan yang sama sekali tidak memperhatikannya. Tapi tidak untuk Fara. Fara sudah seperti arwah penasaran yang terlihat sangat tidak tenang melihat lirikan Rena. Dan ekspresi Fara seketika membuat beberapa temannya jadi bingung.


"Ra,, kamu kenapa? Ko tatapan kamu ke mahasiswi senior baru itu aneh? Apa kamu kenal sama dia?" Tanya Anita sambil menatap Fara dengan tatapan cari tahu.


"Ngga,, aku sama sekali tidak kenal siapa dia." Jawab Fara sedikit gugup.


"Tapi lirikan kamu tu aneh bangat." Tambah Anita.


"Nita,, Fara seperti itu pasti karena melihat Maha Dewa yang ada di sana." Sambung Prisil sambil tersenyum menggoda Fara.


"Apa.. Maha Dewa..? Siapa Maha Dewa..?" Tanya Fara bingung.


"Fara sayang,, sosok tampan yang ada di sana itu, selalu di sanjung semua kaum hawa di Kampus ini. Dia bagaikan Maha Dewa bagi semua mahasiswi yang ada di sini." Sambung Cleo yang membuat Fara langsung kaget sambil bergumam di dalam hatinya.


"Apa... Maha Dewa..? Patas dia ngga mau perduli sama aku. Awas saja kamu Mas kalau sampai di rumah.


Fara yang tidak pernah bisa untuk dewasa, selalu berpikir salah tentang suaminya. Mendengar julukan suaminya di Kampus itu, seketika membuat Fara jadi kesal. Dia berpikir Riyan begitu tidak perduli dengannya, karena tidak ingin kehilangan para penggemarnya. Apalagi di saat melihat Rena yang sudah berganti tempat duduk dekat suaminya. Dan mulai mengajak ngobrol suaminya.


"Yan,, nanti aku pinjam makalah kamu boleh ngga?" Tanya Rena dengan tatapan yang begitu aneh, ke arah Riyan yang sama sekali tidak menatapnya.


"Boleh kok. Tapi makalah itu kayaknya mau di rubah. Nanti kita bikinnya kelompok gitu." Jawab Riyan sambil melirik ke arah Fara, yang juga sedang menatapnya dengan tatapan penuh kekesalan.


"Tenang saja,, kalau kita satu kelompok sama Riyan, semua sudah di jamin beres." Sambung Arlan.


"Aku tahu Riyan ko. Dia tu teman sekolah aku dari SMP sampai SMA." Ujar Rena.


"Iya,, kita juga sudah tahu. Tadi Riyan sudah cerita semua." Sambung Exel yang membuat Rena jadi terdiam seketika, sambil bergumam di dalam hatinya.


"Apa... Dia cerita semuanya..? berarti dia masih ingat semuanya tentang kisah kita di sekolah."


Rena yang masih menyimpan rasa terhadap Riyan sampai saat itu, merasa sangat senang di saat mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Exel. Apalagi beberapa wanita yang ada bersamanya saat itu, langsung menatapnya heran juga penuh kekaguman. Karena mereka baru saja mengetahui tentang kedekatan antara Riyan idola kampus mereka, dengan mahasiswi pindahan yang sudah menjadi sahabat mereka.


"Ren,, kita pergi sekarang yuk..!" Ajak Klara teman baru Rena.


"Iya kita ke taman saja bersantai di sana. Sambil tunggu mata kuliah selanjutnya." Sambung Aurelia. Salah seorang teman baru Rena.


"Kita di sini saja sama mereka." Tolak Rena yang memang ingin dekat-dekat dengan Riyan.

__ADS_1


"Di taman saja. Di sana lebih nyaman." Sambung Chelsea.


Karena ketiga temannya ingin ke taman, akhirnya Rena tidak punya alasan lagi untuk tetap di situ. Apalagi Riyan juga sama sekali tidak menahannya. Begitupun dengan beberapa teman Riyan. Malah Riyan ingin sekali Rena cepat pergi dari situ. Karena dia tidak ingin membuat Fara jadi salah faham dengan kedekatan mereka.


"Yan,, kita pergi dulu ya.." Ujar Rena dan langsung melangkah pergi meninggalkan Riyan dan teman-temannya.


Rena melangkah bersama teman-temannya sambil tersenyum, memikirkan Riyan yang menurutnya semakin tampan. Dia semakin ingin memiliki laki-laki pujaan hatinya itu. Apalagi sudah sangat lama dia menahan rasa terhadap Riyan. Tapi saat itu dia benar-benar sudah bertekad untuk mendapatkan Riyan dengan cara apapun.


Sampainya di taman, mereka pun memilih untuk duduk di atas rumput yang di kelilingi beberapa pohon yang rindang. Rena yang sudah sangat tergila-gila dengan Riyan, tidak henti-hentinya memikirkan laki-laki kaku itu. Dia hanya terdiam dengan senyum yang terukir di wajahnya, tanpa memperhatikan beberapa temannya yang sedang memperhatikannya.


"Ren,, kamu kenapa sih..?" Tanya Chelsea.


"Ngga apa-apa. Aku hanya tiba-tiba memikirkan masa-masa sekolah." Jawab Rena sambil menatap Chelsea.


"Riyan waktu remaja seperti apa sih Ren?" Tanya Klara penasaran.


"Dia sama seperti sekarang. Pendiam, gagah, cerdas, berprestasi, juga jadi idola banyak wanita." Jelas Rena.


"Kamu juga pasti idolakan dia kan..?" Tanya Aurelia sambil tersenyum. Dan di saat Rena hendak menjawab, tiba-tiba ada seseorang yang memanggil Aurelia dengan sebutan kakak. Dan itu membuat Rena tidak jadi menjawab pertanyaan Aurelia.


Melihat keberadaan Fara, ekspresi Rena seketika berubah aneh. Dari tatapannya, terlihat jelas kalau dia sangat tidak menyukai Fara. Tapi Fara yang melihatnya, malah bersikap santai juga percaya diri di depan saingannya itu. Apalagi beberapa teman Rena langsung bersuara memuji kecantikannya.


"Sil,, ini sahabat baru kalian..? Dia mahasiswi baru juga kan..?" Tanya Aurelia sambil tersenyum ramah kepada Fara.


"Iya kak. Dia cantik bangat kan..?" Tanya Prisil dengan segera.


"Sil,, apa-apaan sih kamu..?" Ujar Fara berpura-pura.


"Kamu memang cantik banget. Benar apa yang di katakan Prisil." Ujar Aurelia yang memang sama polos dalam berbicara seperti adiknya Prisil.


"Makasih banyak kak.." Ujar Fara dengan begitu sopan.


"Sama-sama dek. Tapi sumpah,, kamu tu cantiiik banget.. Benar ngga?" Tambah Aurelia sambil bertanya kepada Rena juga yang lainnya.


"Iya benar kamu cantik bangat dek." Sambung Klara dan Chelsea secara bersamaan.


Sedangkan Rena yang hanya terdiam dengan tampang yang begitu aneh, merasa sangat kesal mendengar pujian teman-temannya terhadap Fara. Tapi tidak lama dia langsung mengembangkan senyum sinis nya, sambil bergumam di dalam hati.

__ADS_1


"Percuma cantik kalau tidak punya harga diri. Kecantikan wajahmu, kamu gunakan hanya untuk mendapatkan belaian laki-laki kaya dan tampan. Apa arti kecantikanmu kalau hanya menjadi seorang penghibur?"


Rena berkata-kata di dalam hatinya sambil menatap Fara dengan tatapan meremehkan. Rena seperti itu, karena yang dia tahu Fara hanyalah seorang wanita penghibur, yang menemani Riyan waktu di luar negeri. Dan dia juga belum tahu siapa sebenarnya Fara.


"Kak,, kita pergi dulu ya.." Ujar Prisil dan langsung melangkah pergi bersama Fara dan yang lainnya.


Mengetahui kalau Prisil adalah adik dari Aurelia, Rena yang sedang berpura-pura mengotak-atik ponselnya langsung mendapatkan ide, untuk menjalankan rencana awalnya untuk melukai Fara. Dan tanpa menunggu lama, dia segera berdiri sambil berkata.


"Rel,, temani aku dong ke toilet!" Ujar Rena sambil meraih pergelangan tangan Aurelia.


"Ya sudah ayo!" Jawab Aurelia dan langsung melangkah mengikuti Rena.


Dalam perjalanan menuju toilet, Rena terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Melihat ekspresi wajah Rena, membuat Aurelia jadi bingung dan memilih untuk langsung bertanya.


"Ren,, kamu lagi pikir apa sih?" Tanya Aurelia.


"Aku tu hanya lagi pikirin Riyan." Jawab Rena sambil tersenyum menatap Aurelia.


"Mengapa kamu pikirin dia? Memangnya dia itu siapa kamu? Dia kan hanya teman lama." Ujar Aurelia.


"Dia bukan hanya teman lama aku Rel. Tapi dia itu laki-laki yang pernah ada di dalam hati aku." Jawab Rena sambil menatap Aurelia.


"Apa... Berarti kamu pernah dekat sama Riyan?" Tanya Aurelia setelah mereka sudah berada di lorong menuju toilet.


"Iya. Kita memang pernah dekat. Dulu dia sangat mencintaiku. Tapi aku yang memilih untuk mengakhiri hubungan kita, setelah tahu dia akan berangkat ke Amerika." Rena berbohong mengarang cerita palsu, tentang dia dan Riyan yang tidak pernah terjadi.


"Oooo,, ternyata kalian pernah menjalin hubungan spesial..? Aku pikir kalian cuman sekedar teman lama." Tanya Aurelia dengan tatapan serius ke arah Rena.


"Kita sudah lebih dari sekedar pacaran biasa." Jawab Rena mencoba memancing Aurelia.


"Maksud kamu... Kalian sudah pernah melakukan itu..?" Tanya Aurelia dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.


"Ya,, seperti itulah.." Jawab Rena sambil membelakangi Aurelia.


"Tapi kamu harus janji, ngga boleh cerita sama Klara dan Chelsea!" Ujar Rena sambil tersenyum penuh kebahagiaan.


Rena memang sudah berencana untuk mengarang cerita palsu, terhadap Aurelia setelah tahu kalau Prisil adalah adiknya. Dan dengan alasan ke toilet, akhirnya dia berhasil menceritakan semua karangannya itu. Dia melakukan itu dengan satu tujuan. Yaitu dia ingin agar Aurelia menceritakan itu kepada Prisil sahabat Fara.

__ADS_1


__ADS_2