Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 90. Kebodohan Yang Memalukan.


__ADS_3

Laki-laki yang tidak pandai berkata-kata di depan wanita, adalah sosok laki-laki yang bisa di percaya. Karena mereka tidak akan mudah mengeluarkan kata-kata dusta. Mereka tidak mudah mengobral janji yang tidak bisa di tepati. Dan sikap itulah yang di miliki oleh Riyan, juga para laki-laki yang ada di dalam keluarga Permana. Sikap yang mereka miliki itulah, yang membuat para wanita hampir gila dan begitu berambisi ingin memiliki mereka.


Setelah mendapatkan beberapa pakaian yang menurutnya bagus, Fara pun langsung masuk kedalam sebuah ruangan khusus untuk mencobanya. Sedangkan Riyan dan Semi yang sudah memilih beberapa pasang baju, memutuskan untuk menunggunya di luar ruangan itu. Melihat sikap Riyan yang cukup sabar menunggu Fara, Semi yang sedang memperhatikannya jadi bingung, dan hanya bisa berkata-kata di dalam hatinya.


"Cinta memang bisa merubah segalanya. Dengan sikapnya yang dingin, dia menjadi orang yang sangat sulit untuk di tebak. Tapi dengan adanya cinta, dia jadi lebih mudah di tebak. Bahkan dia jadi terlihat bodoh menghadapi istri cantiknya itu.


Semi bergumam di dalam hatinya sambil melirik Riyan, yang terlihat begitu aneh memandangi ponsel yang ada di tangannya. Karena merasa penasaran dengan sikap atasannya itu, Semi langsung berdiri dan berpura-pura melangkah menuju sebuah patung, yang berada di pojok ruangan itu. Dan di saat melewati tempat duduk Riyan, dia langsung berdiri tepat di belakang Riyan. Dan dia berpura-pura mengajak Riyan mengobrol, sambil berusaha melihat apa yang sedang di lihat oleh Riyan di layar ponselnya.


"Pak Riyan,, menurut anda pakaian itu cocok ngga buat aku?" Tanya Semi sambil menunjuk ke arah patung yang ada di pojok sana.


Semi bertanya tanpa melihat apa yang sedang dia tunjuk. Karena terlalu fokus dengan foto Fara yang sedang di tatap oleh Riyan, membuat Semi sampai tidak sadar. Kalau yang terpajang di patung yang dia tunjuk itu pakai dalam wanita.


"Maksud kamu pakaian yang mana?" Tanya Riyan sambil menatap pakaian dalam yang terpajang di patung itu, dengan tampang kebingungan.


"Yang itu lo Pak." Jawab Semi buru-buru dengan tampang kagetnya, karena di tatap Riyan tiba-tiba.


"Kamu sadar ngga dengan apa yang kamu tanyakan?" Tanya Riyan sambil menatap heran ke arah Semi.


Mendengar apa yang di katakan oleh Riyan. Semi serentak langsung berbalik menghadap ke arah patung yang dia tunjuk. Dan betapa kagetnya dia, di saat melihat pakaian dalam wanita di patung tersebut. Semi yang seketika jadi salah tingkah merasa sangat malu, dengan apa yang baru saja dia tanyakan terhadap Riyan. Rasa malu yang begitu besar membuatnya sampai tidak berani untuk menatap Riyan, yang masih tetap menatapnya dengan tampang kebingungan.


"Semi,, apa kamu baik-baik saja? Mengapa kamu tiba-tiba tertarik dengan pakaian dalam wanita?" Tanya Riyan dengan tampang mencari tahu.


"Aku,, aku ingin membelinya kepada istriku." Jawab Semi dengan begitu gugup. Karena merasa sangat malu dengan apa yang baru saja dia tanyakan.

__ADS_1


"Kalau buat istrimu, kenapa harus bertanya padaku? Kamu kan yang lebih tahu soal istrimu, bukan aku." Ujar Riyan dingin sambil memasukan ponselnya ke dalam saku celana.


"Iya juga ya Pak?" Ujar Semi sambil menggaruk-garuk kepalanya, dan segera melangkah kembali ke tempat duduknya semula.


Semi yang merasa sudah tidak di perhatikan oleh Riyan langsung menarik nafas lega, setelah kembali duduk di tempat duduknya. Dia merasa sangat bodoh dengan pertanyaan yang tidak masuk akal itu. Untung saja Riyan bukan orang yang terlalu sibuk mencari tahu urusan orang. Jadi Semi tidak terlalu tertekan dengan kebodohannya sendiri.


Semi memang orang yang sangat peduli dengan orang-orang yang ada di sekelilingnya. Namun rasa pedulinya itu terkadang membuatnya menjadi bodoh. Dan itulah yang sedang dia rasakan saat itu. Namun apa yang baru saja dia lihat membuatnya menjadi lebih yakin, kalau laki-laki yang selama dia kenal tidak pernah serius dalam hubungan asmara, sedang kasmaran karena di mabuk cinta.


Tidak berapa lama Fara yang beberapa menit yang lalu masuk ke dalam ruang ganti, keluar dengan mengenakan salah satu pakaian yang tadi dia bawa ke dalam. Fara terlihat begitu percaya diri dengan penampilannya saat itu. Namun Riyan yang sedang menatapnya, terlihat tidak suka dengan pakaian yang di pakainya. Setelah berdiri di depan Riyan, Fara langsung menanyakan pendapat Riyan juga Semi yang sedang menatapnya.


"Mas,, Pak Semi,, bagus ngga penampilanku dengan mengenakan pakaian ini?" Tanya Fara sambil bergaya di depan kedua laki-laki tampan yang ada di depannya.



"Mas,, kamu suka ngga dengan penampilanku ini? Menurut kalian bagus ngga?" Tanya Fara begitu percaya diri dengan gaya seperti seorang model.


"Kalau menurut kamu bagaimana Mas?" Tanya Fara karena Riyan tidak bersuara sama sekali.


"Aku tidak suka. Ganti yang lain!" Jawab Riyan dengan tampang datarnya, karena merasa tidak suka dengan pakaian yang Fara kenakan.


"Tapi ini kan bagus Mas,," ujar Fara sambil memperhatikan pakaian yang dia kenakan itu.


"Apanya yang bagus? Lihat tu belahannya! Apa kamu suka paha kamu terpampang nyata seperti itu? Ayo cepat ganti!" Riyan berkata-kata tanpa menatap Fara yang sudah memasang wajah cemberutnya.

__ADS_1


Tanpa berkata apa-apa, Fara yang merasa sedikit kesal dengan penilaian suaminya, langsung melangkah masuk ke kamar ganti. Dan tidak lama dia kembali keluar dengan pakaian yang lain, yang menurutnya lebih bagus dari yang tadi.


"Kalau yang ini gimana Mas? Bagus kan?" Tanya Fara dengan gaya yang begitu percaya diri. Dan berharap akan mendapat pujian dari suaminya.



"Fara,, kita tu mau ke acara makan malam. Bukan fesyen show." Ujar Riyan sambil menatap Fara dari ujung rambut sampai ujung kaki dengan tatapan yang sangat aneh.


"Jadi menurut Mas bagaimana?" Tanya Fara dengan raut wajah yang terlihat begitu polos.


"Ganti pakaianmu!" Jawab Riyan singkat.


Fara yang sudah mulai bosan mengganti pakaian karena mengikuti kemauan suaminya. Memilih untuk duduk di depan kaca di dalam ruang ganti dengan tampang yang sangat tidak bersemangat. Tapi tiba-tiba, ada suara seorang wanita di belakangnya, yang datang membawa sebuah gaun mewah untuknya.


"Nona,, suami anda menyuruh untuk memberikan gaun ini." Ujar wanita itu sambil memberikan gaun yang ada di tangannya.


"Siapa yang memilih gaun ini?" Tanya Fara sambil memperhatikan gaun yang sudah ada di tangannya.


"Suami anda yang memilihnya. Dan beliau juga meminta saya untuk merias anda." Jawab wanita itu.


"Untuk apa aku harus di rias di jam seperti ini?" Tanya Fara bingung. Karena waktu masih menunjukkan pukul 5 sore.


"Aku juga tidak tahu. Tapi suami anda memang menyuruh untuk merias anda." Jawab wanita itu.

__ADS_1


"Ya sudah kalau gitu. Lakukan saja apa yang dia perintahkan. Lagian aku juga sudah malas untuk mengganti pakaian berulang-ulang." Jawab Fara dengan tampang datarnya.


Fara yang memang hobi mengenakan pakaian seksi, merasa sangat kesal di saat Riyan tidak suka dengan beberapa pakaian yang dia sukai. Dan akhirnya dia pun mengikuti apa yang di inginkan Riyan. Karena dia juga ingin terlihat cantik menurut penilaian suaminya.


__ADS_2