Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 147. Musibah Yang Kembali Hadir.


__ADS_3

Siang itu Fara terlihat begitu ceria setelah mendapatkan jalan keluar untuk masalahnya. Setelah mendapatkan apa yang dia inginkan dari Dr yang tadi dia dan Riyan temui, mereka berdua langsung menuju tempat penjualan parfum, yang di katakan oleh Riyan semalam. Tapi semua itu tidak bertahan lama. Kebahagiaan yang dia rasakan bagikan senja yang seketika berlalu dalam kegelapan.


Selesai menerima mata kuliahnya, Fara langsung buru-buru pergi dengan menumpangi sebuah taksi. Senyuman di wajahnya tidak kunjung memudar, saking senangnya dengan semua yang dia dapatkan hari itu. Karena tempat yang dia tuju berada tidak terlalu jauh dari Kampusnya, sehingga hanya memakan waktu beberapa menit taksi yang dia tumpangi pun menepi di samping jalan.


"Makasih Pak.." Ujar Fara dengan begitu ramah ke pada supir taksi, dan langsung buru-buru berlari memasuki gedung yang ternyata kantor milik suaminya.


Semua yang melihat kedatangan Fara, menatap Fara dengan tatapan yang sangat aneh. Namun Fara yang sedang bersemangat, tidak memperdulikan tatapan para pegawai yang ada di kantor Riyan. Dan di saat dia sudah mendekati ruangan kerja Riyan, dia langsung di tahan oleh Semi asisten Riyan dengan sikap yang membuat Fara jadi kebingungan.


"Mba Fara,, anda mau kemana?" Tanya Semi dengan tampang yang terlihat gugup.


"Saya mau menemui Mas Riyan Pak. Memangnya kenapa?" Tanya Fara bingung.


"Pak Riyannya,, Pak Riyannya lagi ada tamu." Jawab Semi yang semakin membuat Fara bingung.


"Memangnya kenapa kalau dia punya tamu? Biasanya ngga seperti ini kalau ada tamu?" Tanya Fara dengan tatapan mulai curiga.


"Memangnya siapa tamunya?" Tanya Fara penasaran.


"Itu Mba,, itu.." Jawaban Semi yang membuat Fara semakin curiga.


Perasaan Fara mulai tidak tenang melihat sikap Semi yang tidak biasanya. Dia mulai curiga dengan sikap Semi yang terlihat begitu gugup. Dia sangat yakin pasti ada sesuatu yang membuat Semi jadi seperti itu. Dan tanpa menunggu lama, Fara pun langsung mendorong pintu ruang kerja Riyan. Mata Fara seketika terbuka lebar saking kagetnya melihat pemandangan yang ada di hadapannya. Kabut air mata tiba-tiba mulai menutupi tatapan Fara, di saat menyaksikan langsung apa yang sedang di lakukan oleh suaminya, bersama Rena di dalam ruang kerjanya.


"Mas... Apa-apaan ini..?" Teriak Fara dengan nada suara bergetar menahan amarah juga kekecewaan terhadap Riyan.

__ADS_1


"Fara... Fara aku bisa jelasin semuanya." Jawab Riyan sambil mendorong tubuh Rena yang tadi bersandar di dadanya.


"Kamu tega Mas..." Ujar Fara dan langsung berlari meninggalkan Riyan, Semi, juga Rena yang hanya terdiam dengan raut wajah penuh rasa bersalah.


"Maafkan aku Yan. Semua ini terjadi karena salahku." Ujar Rena sambil menatap Riyan yang sudah kebingungan dengan semua yang terjadi.


Tanpa menjawab apa-apa, Riyan langsung buru-buru mengejar Fara yang begitu marah melihat apa yang dia lakukan. Sedangkan Rena wanita yang merasa berhasil dalam menjalankan rencana, yang sudah dia atur bersama Deni, langsung tersenyum sinis sambil bergumam di dalam hatinya.


"Tunggu saja wanita bodoh. Ini baru langkah awal. Semua sandiwara ku telah berhasil memperbaiki hubungan aku dengan Riyan, yang kemarin renggang karena dirimu. Aku tidak akan pernah menyerah untuk mendapatkan apa yang aku mau. Aku bukan wanita yang mudah menyerah begitu saja."


Melihat ekspresi Rena, Semi yang sejak tadi memperhatikannya merasa sangat kesal. Semi yang memang tidak menyukai Rena sejak pertama bertemu, tidak tahan melihat wanita ular itu tersenyum di saat berhasil mengacaukan hubungan Riyan dan Fara. Dan tanpa menunggu lama, Semi pun langsung bersuara.


"Apa anda puas..?" Pertanyaan Semi yang membuat Rena langsung terkejut.


"Jangan berpura-pura bodoh. Ini kan yang ada inginkan..? Aku ini sudah mempelajari sikap wanita seperti anda. Anda itu hanya ingin menghancurkan rumah tangga orang." Jawaban Semi yang membuat Rena seketika jadi kesal dan salah tingkah.


"Jangan bicara sembarangan..! Aku ke sini hanya ingin meminta maaf atas kesalahan yang telah aku buat." Ujar Rena dengan tatapan tajam ke arah Semi.


"Nona,, nona,, kamu pikir aku ini orang bodoh? Aku sudah sangat dewasa untuk melihat kelicikan mu. Aku tahu kamu ke sini dengan alasan meminta maaf. Tapi di balik semua itu, ada niat kamu yang tersembunyi." Ujar Semi dengan tatapan tidak kalah tajam.


"Aku peringatkan sama kamu Nona. Sekuat apapun kamu berusaha, tidak akan bisa memisahkan Pak Riyan dengan istrinya. Dan satu lagi. Kamu harus berhati-hati kalau mau cari masalah dengan Ibu Fara. Keluarganya bukan orang sembarangan. Kalau kamu masih punya cita-cita untuk masa depan kamu, berhentilah untuk mengusik kehidupannya!" Ujar Semi panjang lebar.


"Aku tidak mengerti dengan apa yang kamu katakan." Ujar Rena dan langsung buru-buru keluar dari dalam ruangan kerja Riyan.

__ADS_1


"Dasar ular berbisa. Kamu memang wanita yang tidak tahu malu." Ujar Semi tepat di samping Rena.


Sambil menahan kekesalannya terhadap Semi, Rena melangkah pergi tanpa berujar satu katapun. Dia begitu tersinggung dengan semua perkataan Semi. Namun dia juga tidak bisa untuk melawan Semi. Karena apa yang di katakan oleh Semi itu adalah sebuah kebenaran. Dengan tatapan lurus ke depan, Rena melangkah sambil berkata-kata di dalam hatinya.


"Mengapa juga laki-laki itu harus ada? Dia bisa menjadi sebuah ancaman dalam semua rencana ku. Tapi biarlah.. Yang penting aku sudah bisa mendekati Riyan lagi, setelah kejadian malam itu. Dan aku tidak akan pernah menyerah hanya karena laki-laki keparat itu."


Melihat apa yang sedang terjadi, semua pegawai yang ada di kantor Riyan jadi menatap Rena dengan tatapan sinis sambil berbisik satu sama lain. Tapi Rena yang memang tidak tahu malu, hanya melangkah tanpa memperdulikan mereka.


"Siapa wanita itu? Apa dia yang sudah membuat Ibu Fara menangis seperti tadi?" Bisik salah seorang wanita kepada temannya.


"Kayaknya begitu. Lihat dari tampangnya saja sudah ketahuan." Jawab wanita yang lainnya.


Mendengar apa yang di katakan beberapa pegawai Riyan, Rena yang tadinya tidak ingin perduli seketika jadi tersinggung, dan berbalik menatap mereka sambil berkata-kata.


"He... Ngomong apa kalian..? Jangan sembarang ya kalau bicara..!" Ketus Rena tanpa sadar kalau Semi sudah berada di belakangnya.


"Apa yang mereka katakan itu memang benar kan..? Kedatangan kamu ke sini itu dengan niat tertentu. Dan hasilnya seperti tadi." Sambung Semi yang membuat Rena langsung menatapnya dengan tampang penuh amarah.


"Jangan lancang kamu ya..!" Ujar Rena sambil menunjuk ke arah Semi.


"He.. Nona... Kamu yang jangan banyak bertingkah di tempat kerja kami..! Memangnya kamu siapa..? Kamu bukan siapa-siapanya Pak Riyan. Jadi tidak usah berlaga di sini." Sambung salah satu pegawai wanita di kantor Riyan, yang terkenal sangat judes.


Melihat reaksi pegawai-pegawai di kantor Riyan, Rena yang merasa tidak mampu untuk melawan mereka, segera melangkah pergi tanpa berkata-kata. Dia merasa sangat malu di katai seperti itu oleh pegawai Riyan yang terlihat sangat tidak menyukainya.

__ADS_1


__ADS_2