Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 95. Keinginan Yang Sangat Menyiksa.


__ADS_3

Keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajah Riyan, yang sudah semakin memerah karena menahan hasratnya. Dekapan Fara juga rengekan yang terdengar manja di telinga Riyan, membuat Riyan kecil di bawah sana semakin menuntut. Ingin sekali Riyan menghindar. Namun Fara tidak membiarkannya untuk menjauh. Sambil mendekap tubuh Fara yang sedang kedinginan, Riyan pun berkata-kata di dalam hati dengan tampang penuh derita.


"Mengapa keinginan ini harus datang di dalam situasi seperti ini? Aku begitu lemah akan sentuhannya. Hasrat ini begitu gila sampai membuatku tersiksa. Apa semua laki-laki merasakan yang sama denganku?"


Riyan yang begitu tersiksa dengan keadaannya saat itu, hanya bisa mematung dengan perasaan yang sudah semakin kacau. Dan tanpa dia ketahui, ternyata Semi sedang memperhatikannya sejak tadi dengan tampang kebingungan, dari kaca spion yang ada di atas kepalanya. Karena merasa khawatir dengan keadaan atasnya, Semi pun langsung memilih untuk bertanya.


"Pak Riyan,, apa anda baik-baik saja?" Tanya Semi setelah berbalik menatap Riyan dan Fara, yang sedang berpelukan di bangku mobil bagian belakang. Dan pertanyaan Semi itu, benar-benar membuat Riyan semakin tertekan.


"Aku baik-baik saja." Jawab Riyan dengan nada suara yang terdengar aneh, sambil membenarkan posisi duduknya.


"Apa kita masih lama sampainya?" Tanya Riyan sambil berusaha menyembunyikan Riyan kecil yang sudah berdiri tegak di bawah sana. Namun apa yang di lakukan Riyan itu, malah membuat Semi jadi mengerti apa yang sedang terjadi dengan atasannya. Karena tanpa sengaja, dia melihat bongkahan yang ada di depan Riyan.


"Pak Riyan,, kelihatannya Ibu Fara sangat kedinginan. Apa perlu gorden mobil bagian belakang di turunkan?" Tanya Riyan yang sudah berbalik menatap ke depan.


"Iya,, tolong di turunkan! Biar tidak ada udara yang masuk." Jawab Riyan yang di ikuti dengan suara hatinya.


"Mengapa sejak tadi aku tidak kepikiran dengan hal itu? Walaupun aku tidak bisa melakukan apapun. Setidaknya aku bisa menyembunyikan keadaanku."


Setelah bagian belakang mobil tertutup, Riyan pun langsung menarik nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya, ke sandaran kursi mobil dengan mata terpejam. Riyan merasa sedikit lega walaupun dia belum bisa mengendalikan hasrat di dalam dirinya. Tapi tiba-tiba, tangan Fara yang tadinya berada di atas dada bidangnya, terjatuh dan menimpa Riyan kecil di bawah sana.


"Aaaaw..." Suara jeritan Riyan tepat di samping telinga Fara. Untung saja suara musik yang di putar Semi begitu kencang. Sehingga mampuh menutupi suara jeritan Riyan.


"Ada apa Mas?" Tanya Fara yang langsung terbangun karena mendengar jeritan Riyan.

__ADS_1


Riyan yang terlihat kesakitan, hanya menundukkan kepalanya di pundak Fara tanpa bisa berkata-kata. Namun sikap Riyan itu malah membuat Fara seketika jadi khawatir, dan kembali bertanya.


"Mas,, ada apa sama kamu?" Tanya Fara dengan tampang penuh kekhawatiran, namun Riyan tetap tidak menjawab.


Karena tidak ingin terjadi apa-apa dengan suaminya, Fara langsung buru-buru melepaskan pelukannya, dan berdiri hendak membuka gorden bagian depan. Namun dengan gerakan cepat, Riyan segera menarik tangannya, sehingga membuat Fara terjatuh tepat di atas pangkuannya.


"Mas,, aku ingin memberitahukan Pak Semi." Ujar Fara tanpa bisa berbalik menatap Riyan, yang sudah memeluknya kencang dari arah belakang.


"Jangan lakukan itu!" Pinta Riyan dengan suara yang terdengar begitu aneh di telinga Fara.


"Mas,, aku tu khawatir sama kamu." Ujar Fara sambil berusaha melepaskan tangan Riyan, yang sedang melingkar di perutnya.


"Aku baik-baik saja." Ujar Riyan sambil menenggelamkan wajahnya di pundak Fara.


"Mas,, lepaskan aku,,!" Pinta Fara dan hendak berdiri dari pangkuan Riyan. Namun Riyan yang sudah hampir sekarat menahan hasratnya, langsung mengencangkan pelukannya dari arah belakang, dengan kedua tangan mulai bereaksi di bagian dada Fara.


"Mas,, jangan lakukan itu! Di mobil ini masih ada orang lain selain kita." Ujar Fara dengan nada suara yang hampir tidak terdengar, sambil berusaha menaikan baju di bagian dadanya yang sudah di turunkan oleh Riyan.


"Tidak akan ketahuan kalau kamu tidak berisik." Ujar Riyan tanpa menghentikan kegiatannya saat itu.


"Aku tidak akan bisa diam Mas." Ujar Fara sambil berusaha menghentikan apa yang sedang di lakukan oleh suaminya.


"Mengapa kamu tidak bisa untuk diam?" Tanya Riyan kesal, sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi mobil.

__ADS_1


"Bagaimana aku bisa diam kalau aku kesakitan? Punya kamu saja besar bangat." Jawab Fara yang sudah duduk di samping Riyan, dengan tampang yang terlihat seperti sedang membayangi sesuatu.


Mendengar jawaban Fara, Riyan yang sudah tersandar di sandaran kursi mobil langsung memejamkan mata tanpa bersuara. Selain tidak ingin menyakiti istrinya, dia juga tidak ingin di ketahui kedua orang yang ada di kursi mobil bagian depan. Tapi tiba-tiba dia langsung membuka matanya dengan tampang yang kaget, sambil berkata-kata di dalam hatinya.


"Mengapa Semi menurunkan gorden mobil? Apa jangan-jangan dia sudah mengerti keadaanku tadi? Astaga.. Mengapa aku bisa sampai sebodoh ini? Keinginanku telah melumpuhkan akal sehatku."


Riyan yang baru menyadari semuanya, merasa sangat malu dengan kelakuannya sendiri. Untung saja Fara langsung menolaknya di saat dia hampir lepas kendali. Kalau tidak, mungkin dia tidak akan sanggup bertatap muka dengan Semi. Orang yang selalu menghormati dan menghargainya selama ini.


"Mas,, apa kamu sering mengkonsumsi obat?" Tanya Fara yang membuat Riyan langsung berbalik dan menatapnya bingung.


"Obat apa?" Tanya Riyan kebingungan.


"Obat kuat dan pembesar." Jawab Fara polos sambil mencari sesuatu di dalam tasnya.


"Buat apa aku minum obat seperti itu?" Tanya Riyan sambil menatap Fara dengan kening yang berkerut.


"Ya,, abisnya punya Mas besar bangat. Dan Mas itu sudah seperti kuda liar." Jawab Fara sambil merapikan riasan wajahnya, dengan menggunakan cermin kecil yang baru saja dia ambil dari dalam tasnya.


"Aku tidak pernah mengkonsumsi apa-apa. Dari mana kamu bisa tahu tentang obat-obatan seperti itu?" Tanya Riyan dengan tatapan mencari tahu ke arah Fara. Namun Fara yang begitu fokus mempercantik wajahnya sama sekali tidak menjawab.


"Fara,, kamu tu tidak usah kegenitan. Ingat! Kamu itu sekarang sudah punya suami." Riyan berkata-kata dengan raut wajah kesalnya.


"Siapa yang kegenitan?" Tanya Fara bingung.

__ADS_1


"Ya siapa lagi kalau bukan kamu. Kita tu mau pulang dan langsung tidur. Kenapa juga kamu masih merias wajahmu kalau bukan genit?" Ujar Riyan yang membuat Fara langsung tertawa, karena merasa lucu dengan sikap suaminya yang tidak biasa.


__ADS_2