Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 89. Romantis Di Balik Sikap Yang Dingin.


__ADS_3

Rasa percaya diri yang di miliki Fara begitu besar. Sehingga membuat dia selalu merasa lebih di depan wanita lain. Sifatnya itu turun dari Omanya yang selalu bersemangat dalam membasmi wanita-wanita liar yang ingin mendekati suaminya. Semua wanita pasti akan tergila-gila terhadap laki-laki mapan, nan tampan seperti Papa Fahri dan Riyan. Tapi tidak semudah itu bisa mendekati mereka. Karena mereka selalu di dampingi wanita cerdas dan sangat sempurna seperti Mama Alira dan cucunya Fara.


Selesai makan, Fara langsung di temani Riyan dan Semi ke sebuah mall besar, yang terletak tidak jauh dari restoran tempat mereka makan. Dalam perjalanan, Fara yang terlihat begitu bersemangat memilih untuk menanyakan pendapat Riyan, tentang gaun seperti apa yang cocok untuknya.


"Mas,, kira-kira gaun seperti apa yang cocok buat aku?" Tanya Fara sambil memeluk sebelah lengan Riyan yang duduk di sampingnya.


"Terserah kamu saja." Jawab Riyan singkat tanpa menatap Fara.


Mendengar jawaban Riyan, Fara langsung melepaskan lengan Riyan dan memilih untuk menyadarkan tubuhnya, ke kursi mobil dengan tampang cemberut. Fara merasa sangat kesal dengan sikap dingin suaminya itu. Dan Semi yang melihat ekspresi Fara dari spion mobil yang ada di atas kepalanya, merasa kasihan terhadap wanita cantik itu. Semi yang sedang mendengar juga melihat tanpa bersuara, hanya bisa berkata-kata di dalam hati sambil sesekali melirik ke arah spion.


"Kasian sekali Ibu Fara. Dia selalu mencari perhatian suaminya. Namun suaminya selalu bersikap datar seperti jalan tol di luar sana."


Sebagai seorang laki-laki, Semi yang begitu membanggakan sosok Riyan jadi merasa kesal, dengan sikap Riyan yang terlalu dingin terhadap Fara. Padahal menurut Semi, tidak ada salahnya Riyan memberi sedikit perhatian terhadap Fara sebagai seorang suami.


Tidak berapa lama, mobil pun berhenti di sebuah parkiran mall yang terlihat sangat besar, dan ramai dengan begitu banyak para pengunjung. Riyan yang tidak menyadari sikap istrinya yang sudah terdiam sejak tadi, langsung turun tanpa menoleh ke arah Fara. Dan sikapnya itu membuat Fara bertambah kesal dan tidak ingin keluar dari mobil. Tapi Semi yang sangat mengerti keadaan Fara, segera melangkah menghampiri Riyan dan berbisik di samping Riyan, yang hendak melangkah menuju gedung mall besar di depan mereka.


"Pak Riyan,, kayanya Ibu Fara sedang marah." Ujar Semi dengan nada suara yang sangat pelan.


"Maksud kamu apa? Apa yang membuatnya marah?" Tanya Riyan yang sama sekali tidak mengerti apa-apa, dengan tampang kebingungan.

__ADS_1


"Kayanya dia marah karena Pak Riyan." Jawab Semi namun Riyan masih tetap bingung.


"Memangnya apa yang aku lakukan? Perasaan aku ngga melakukan apapun yang salah." Ujar Riyan sambil menatap ke arah Fara yang masih terdiam di dalam mobil.


"Pak Riyan memang tidak melakukan apa-apa. Tapi sikap Pak Riyan yang telah membuat Ibu Fara jadi seperti itu." Jawab Semi yang membuat Riyan seketika terdiam, dan melangkah memutar menuju pintu mobil di bagian tempat duduk Fara.


Tanpa menunggu lama, Riyan pun segera membuka pintu mobil dan menatap istri cantiknya, yang sama sekali tidak menghiraukannya. Fara hanya menatap lurus ke depan dengan wajah datarnya tanpa bersuara sedikit pun. Melihat ekspresi dan tingkah Fara yang seperti anak kecil, Riyan pun langsung tersenyum sambil berkata.


"Ayo kita pergi!" Ajak Riyan sambil menatap Fara yang terlihat seperti patung di dalam mobil.


"Fara,, ayo kita masuk ke dalam!" Riyan kembali bersuara namun Fara tetap terdiam tanpa menoleh ke arahnya.


Karena merasa Fara yang masih marah tidak akan mengikuti ajakannya. Riyan segera membungkukkan badannya, dan mengangkat Fara dari dalam mobil tanpa berkata-kata. Apa yang di lakukan oleh Riyan benar-benar membuat Fara kaget. Dan di saat dia mau bergegas untuk turun, Riyan langsung bersuara yang membuatnya jadi terdiam serentak, dengan raut wajah menahan malu.


"Mas,, turunkan aku! Kita di lihat banyak orang." Pinta Fara sambil menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Kalau kamu tidak ingin di lihat orang dengan keadaan kita seperti ini. Jangan pernah ragukan aku hanya karena sikapku." Ujar Riyan dan langsung menurunkan Fara dari gendingannya.


Melihat pemandangan di depannya, Semi hanya tersenyum tanpa bersuara. Dia merasa merasa sangat lucu melihat tingkah atasannya yang memperlakukan wanita tidak seperti biasa. Selama yang di ketahui Semi. Riyan itu adalah sosok yang sangat cuek terhadap wanita. Dan dia tidak pernah perduli dengan perasaan para wanita yang pernah dekat dengannya. Hanya Fara seorang yang di perlakukan seistimewa itu menurut Semi. Walaupun sikapnya tetap seperti tembok.

__ADS_1


"Ayo kita masuk!" Ujar Riyan sambil melangkah menuju gedung mall besar yang ada di depan mereka.


Tanpa menunggu lama, Fara yang merasa sangat bahagia di balik rasa malunya karena di tatap banyak orang, langsung melingkarkan tangannya di lengan Riyan, dan melangkah dengan senyum yang terpancar di wajah cantiknya. Fara benar-benar tidak menyangka, kalau Riyan bisa melakukan hal yang tidak pernah terlintas di dalam pikirannya. Sambil melirik ke arah suami tampangnya itu, Fara pun mulai memuji sikap romantis yang baru saja di lakukan oleh laki-laki dingin itu.


"Ya ampun,, aku merasa seperti berada di dalam mimpi. Dia benar-benar romantis. Dan sikapnya itu membuatku semakin mencintai dirinya dengan sepenuh jiwa dan raga."Dia memperlakukan aku seperti ratu yang akan di bawa menuju ranjang di malam pertama.


Fara yang memang sedikit pecicilan, merasa sangat gembira dengan sikap yang baru saja di tunjukan oleh Riyan. Dia semakin percaya diri untuk menjadi wanita satu-satunya di dalam hidup Riyan. Dan dia juga bertekad untuk membasmi semua virus yang akan mendekati suaminya.


"Kamu kenapa senyum-senyum seperti itu?" Tanya Riyan di saat melihat Fara sedang tersenyum sambil meliriknya.


"Ngga ada apa-apa." Jawab Fara sambil menggelengkan kepalanya.


"Kalau gitu setelah ini, kita harus ke rumah sakit." Ujar Riyan dengan suara yang hampir tidak terdengar di samping telinga Fara.


"Buat apa? Kamu sakit ya Mas..? Kalau kamu merasa tidak enak badan, kita batalkan saja makan malamnya." Fara berkata-kata dengan tampang yang terlihat khawatir.


"Aku masih sehat. Dan yang sakit itu kamu. Jadi aku ingin kamu di periksa." Jawab Riyan tanpa menatap Fara yang sedang kebingungan di sampingnya.


"Aku tidak sakit ko Mas. aku baik-baik saja." Ujar Fara sambil meraba-raba wajah dan bagian lehernya.

__ADS_1


"Kalau kamu tidak sakit, mengapa kamu senyum-senyum sendiri?" Tanya Riyan yang membuat Fara langsung cengengesan sambil berkata.


"Itu karena aku lagi berhayal menjadi seorang ratu yang di gendong oleh rajanya di depan banyak orang." Jawab Fara jujur sambil tersenyum menatap Riyan.


__ADS_2