
Fara yang merasa gerah karena seharian belum mandi, langsung beranjak menuju kamar mandi meninggalkan suaminya yang sedang duduk bersandar di kepala ranjang, sambil mengotak-atik ponselnya. Karena merasa bosan membalas pesan dari beberapa sahabatnya, Riyan pun memilih untuk menonton video yang ada di YouTube. Dan tanpa sengaja, dia melihat ada sebuah konten yang membahas adegan panas seorang artis yang lagi menggemparkan dunia maya beberapa hari terakhir.
Mungkin karena pengaruh obat perangsang yang masih tersisa di dalam tubuhnya, Riyan tiba-tiba menegang di saat melihat video tersebut. Dan di saat itu juga Fara yang berpenampilan begitu seksi dengan hanya memakai handuk pendek untuk menutupi sebagian tubuhnya, melangkah menuju lemari yang ada di samping tempat tidur mereka.
Dengan tampang penuh hasrat, Riyan menatap Fara dari ujung rambut sampai ujung kaki tanpa berkedip sedikitpun. Melihat mulusnya tubuh Fara, membuat Riyan semakin tidak bisa mengendalikan gejolak yang sudah mulai menggila di dalam dirinya. Karena sudah tidak bisa untuk menahan diri, Riyan pun akhirnya beranjak turun dari tempat tidur dan melangkah menuju Fara. Dan tanpa menunggu lama, dia langsung mendekap tubuh Fara dengan hembusan nafas yang sudah mulai memburu.
"Mas,, kamu kenapa sih?" Tanya Fara yang sedikit terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Riyan.
"Aku menginginkan dirimu." Jawab Riyan sambil melepaskan handuk yang menutupi tubuh indah istrinya.
"Mas,, kamu tu lagi sakit." Ujar Fara sambil menatap ke arah cermin besar yang terdapat pada lemari pakaian.
Riyan yang semakin hilang kendali karena hasrat yang sudah menggila, segera melancarkan tangannya ke bagian-bagian yang ampuh melemahkan Fara dalam waktu sekejap. Sentuhan tangan Riyan seketika membuat mata Fara terpejam dengan suara yang semakin meningkatkan keinginan Riyan sebagai seorang laki-laki normal.
Tanpa memikirkan kondisinya yang belum sembuh total, Riyan langsung menggendong tubuh Fara dan meletakkannya di samping tempat tidur. Kemudian dia pun segera mengangkat kedua kaki Fara dan menenggelamkan wajahnya di bagian inti dari tujuannya saat itu. Mata Fara yang tadinya terpejam, tiba-tiba terbuka lebar saat sentuhan bibir suaminya yang membuat dia langsung lemah tak berdaya dalam kenikmatan.
__ADS_1
Aroma khas yang di hirup Riyan semakin membuatnya gila dalam permainannya. Tanpa ada rasa geli, dia menyapu bersih semua yang ada di depan matanya. Fara yang hanya pasrah tidak mampu untuk berkata-kata. Dia hanya mengeluarkan suara seksi mengiringi permainan luar biasa suaminya saat itu.
Setelah puas dengan apa yang dia lakukan, Riyan pun segera bangkit dan melepaskan semua pakaiannya tanpa melepaskan tatapannya dari bunga mekar yang selalu melemahkan pendiriannya. Tanpa menunggu lama, Riyan langsung menancapkan senjata andalannya, ke sasaran yang sudah siap bertempur di depan matanya.
Kesakitan yang di rasakan Riyan hilang seketika karena kenikmatan yang sudah menguasai dirinya. Dia terlihat begitu perkasa melancarkan serangan tanpa ampun kepada sasaran yang semakin basah di bawah sana. Di dalam kamar itu di penuhi dengan suara yang terdengar begitu menggila antara kedua insan yang sedang di landa kenikmatan tiada duanya.
Selama beberapa hari menahan diri karena situasi, Riyan terlihat sudah seperti orang kerasukan memacu tanpa ada rasa lelah. Dia begitu bersemangat apalagi melihat senyum yang sangat menuntut dari istri cantiknya.
Mereka berdua benar-benar tenggelam dalam hasrat yang sangat menggila. Sampai-sampai mereka sudah tidak memikirkan keberadaan orang-orang yang ada di luar sana. Dan hampir satu jam pertempuran berlangsung, semburan lahar pun seketika memenuhi sasaran yang di iringi suara erangan Riyan.
"Mas,, kamu kenapa..? Apa ada yang sakit..?" Tanya Fara panik.
"Mas... Jawab dong Mas..! Jangan buat aku khawatir. Kalau kamu tidak jawab, aku akan panggilkan Mama juga Ibu ke sini." Tambah Fara yang membuat Riyan langsung berbalik menghadapnya sambil berujar.
"Apa kamu mau mereka tahu yang baru saja terjadi di dalam kamar ini?" Tanya Riyan dengan keadaan terlentang tanpa mengenakan sehelai benangpun.
__ADS_1
"Makannya kalau di tanya tu jawab! Jangan buat aku khawatir." Ketus Fara dengan wajah cemberutnya.
"Kamu baik-baik saja kan Mas?" Tanya Fara lagi karena masih merasa khawatir dengan keadaan suaminya.
"Aku baik-baik saja. Malah aku masih siap bertempur kalau kamu masih mampu untuk melawan." Jawab Riyan yang membuat Fara langsung mundur sedikit menjauh dengan tampang yang tidak bisa di artikan.
"Mengapa kamu menatapku seperti itu? Aku tahu kalau aku begitu menggoda saat ini." Tambah Riyan yang membuat Fara langsung mengerutkan keningnya.
"Mas,, kamu tu punya kekuatan ekstra ya? Apa kamu pikir aku ini robot yang tidak akan merasakan sakit?" Tanya Fara dengan tatapan serius ke arah Riyan yang hanya tersenyum menanggapi perkataannya.
"Makanya jangan tatap aku seperti itu! Kalau kamu tidak ingin di serang dengan serangan yang lebih dahsyat lagi." Ujar Riyan sambil menatap ke bagian sasaran yang ada tepat di depan matanya.
"Dasar laki-laki mesum." Ketus Fara dan langsung melangkah menuju kamar mandi.
Fara yang merasa sedikit aneh dengan kemampuan pertarungan suaminya, hanya terdiam sambil membersihkan bagian-bagian yang ingin dia bersihkan. Namun di balik kebingungannya, dia sangat bahagia memiliki suami seperti Riyan yang begitu sempurna.
__ADS_1