Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 153. Kehangatan Cinta.


__ADS_3

Dinginnya angin di pagi itu semakin membuat Fara dan Riyan merasa betah, di balik selimut yang menghangatkan tubuh mereka. Dekapan Riyan begitu erat seakan tidak ingin melepaskan tubuh Fara yang terkulai lemas tak berdaya karena pertempuran semalam. Melihat keadaan istrinya yang masih terus terpejam di dalam pelukannya, Riyan langsung mendaratkan ciuman di kening Fara dengan begitu mesranya. Rasa cinta yang ada di dalam hati Riyan sudah tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata. Namun dari sikapnya yang semakin hangat, menunjukan betapa berartinya Fara di dalam hidupnya.


Ciuman Riyan yang begitu lama di kening Fara, seketika membangunkan istri cantiknya itu dari tidur lelapnya. Sambil tersenyum tanpa membuka mata, Fara pun mulai bersuara yang membuat Riyan seketika jadi salah tingkah.


"Mas,, kamu tu lengket banget sama aku. Sampai-sampai kamu ngga mau keluar dari dalam selimut. Apa kamu ngga ada bosan-bosannya?" Kata-kata Fara yang membuat Riyan langsung menghentikan aksinya dengan segera.


"Memangnya aku ini robot..? Aku tu belum mau turun dari tempat tidur karena merasa lemas." Jawab Riyan sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Fara yang tanpa sehelai benangpun.


"Ko kamu malah menghindar sih Mas? Aku tahu, kamu pasti malu kan?" Goda Fara sambil tersenyum menatap Riyan yang sudah terlentang menatap ke arah loteng.

__ADS_1


"Buat apa aku harus malu? Memangnya kita ini pengantin baru? Aku tu hanya malas menanggapi godaan kamu." Jawab Royan sambil mengangkat kedua tangannya dan di letakan di bagian belakang kepalanya.


"Mas,, kamu tu ngga bisa bersikap manis sama aku? Jangan terlalu datar, nanti kelihatannya seperti jalan tembok." Ujar Fara dengan tampang datarnya.


"Mending aku jadi tembok biar jadi tempat sandaran kamu. Daripada jadi gula. Nanti aku di incar banyak semut. Apa kamu mau?" Ujar Riyan yang membuat Fara seketika jadi mematung sambil berpikir sejenak.


"Maksud kamu semut yang bagaimana? Semut seperti Rena?" Tanya Fara setelah berpikir sejenak.


"Dia tu bukan semut, tapi tikus got yang suka menyelonong masuk ke rumah orang. Baaau lagiii." Ketus Fara sinis.

__ADS_1


"Memangnya kamu sudah pernah menghirup aromanya? Sampai kamu bilang bau?" Tanya Riyan sambil melirik Fara.


"Ngga Sudi aku menghirup aromanya. Mas tu yang lebih tahu bagaimana aroma tubuhnya. Kalian kan sudah beberapa kali berpelukan." Ujar Fara dengan raut wajah yang masih kesal.


"Bukan berpelukan, tapi aku di peluk tiba-tiba. Dan ngga ada aroma tubuh yang aku suka selain aroma tubuh bidadari ku." Perkataan Riyan yang seketika berhasil membuat Fara berbunga-bunga.


"Benar Mas? Apa kamu hanya ingin membuatku merasa senang dengan mengatakan hal seperti itu?" Tanya Fara dengan tatapan mencari tahu.


"Kalau aku ngga suka dengan aroma tubuhmu, mana mungkin aku begitu betah menghirup aroma, dari ujung rambut sampai ujung kakimu. Dan kamu sendiri tahu itu." Jawaban Riyan yang membuat Fara langsung tersenyum bahagia.

__ADS_1


Melihat senyuman yang terukir di wajah cantik Fara, Riyan pun ikut bahagia. Dia benar-benar tenang karena bisa meyakinkan istrinya yang selalu merasa curiga padanya. Tapi tiba-tiba dia langsung teringat pada sesuatu yang sudah mereka lupakan. Dengan ekspresi kaget, Riyan segera berbalik menatap Fara dan mempertanyakan parfum yang mau mereka kirim ke Indonesia hari itu juga.


__ADS_2