Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 68. Mengutamakan Keluarga.


__ADS_3

Rasa malu atas apa yang di katakan oleh Alfa juga Omanya, membuat Fara sampai tidak sanggup untuk menatap ataupun melirik ke arah suaminya, yang hanya terdiam sambil sesekali meliriknya. Fara tidak bisa membayangkan apa yang ada di dalam benak Riyan setelah mengetahui cerita yang memalukan itu. Dia semakin tidak betah di saat menyadari lirikan Riyan ke arahnya. Dan tidak berapa lama, dia pun langsung memilih untuk pergi dengan alasan ingin tidur.


"Aku mau kembali ke kamarku untuk tidur." Ujar Fara setelah berdiri. Kemudian melangkah pergi tanpa menoleh ke belakang.


Melihat ekspresi Fara, Mama Alira yang sama sekali tidak menyadari kesalahan yang telah dia lakukan terhadap cucunya barusan, langsung berkata-kata dengan tampang kebingungannya.


"Itu anak ngga pernah berubah. Dia lebih memilih untuk tidur dari pada berolahraga di pagi hari." Ujar Mama Alira sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Dia tu ngga tidur Oma." Sambung Alfa sambil tersenyum menatap Omanya.


"Tapi kenapa sampai dia ingin kembali ke kamarnya?" Tanya Mama Alira bingung.


"Ya karena dia malu atas apa yang di katakan Mama sama Alfa tadi." Sambung Almira.


"Kenapa harus malu? Itu kan memang kenyataannya. Lagian itu bukan sesuatu yang memalukan menurut Mama. Apalagi di sini tidak ada orang lain selain keluarganya." Ujar Mama Alira dengan begitu polosnya.


"Tapi tetap saja dia malu Ma,, Fara sekarang itu bukan cucu Mama yang masih kecil lagi. Dia itu sudah dewasa dan sudah memiliki suami. Jadi wajar dong kalau dia malu di saat Mama dan Alfa mengatakan itu di depan Riyan. Untung saja suaminya bukan orang lain seperti yang Mama bilang tadi. Kalau ngga dia bisa marah karena istrinya sudah di permalukan oleh kalian." Ujar Almira yang sedikit tidak suka dengan apa yang di lakukan Mamanya juga Alfa keponakannya.


Mama Alira dan Alfa seketika jadi terdiam di saat menyadari kesalahan yang sudah mereka lakukan terhadap Fara. Selama ini memang sudah menjadi kebiasaan Alfa untuk menjahili adik kesayangannya itu. Tapi dia sama sekali tidak menyadari kalau sekarang adik kecilnya itu, sudah menjadi wanita dewasa juga seorang istri dari sepupunya sendiri. Dan tidak lama, Almira Tantenya kembali bersuara yang membuat Alfa langsung kebingungan.


"Dari pada terus-menerus menjahili adikmu, mending kamu berpikir kapan kamu akan menikah?" Ujar Almira yang membuat semua orang ikut penasaran dengan Alfa, yang tidak pernah bertahan lama menjalin hubungan dengan beberapa wanita selama ini.


"Iya Fa,, kapan kamu berencana untuk menikah?" Tanya Melda serentak kepada keponakannya itu.

__ADS_1


"Boro-boro mau menikah. Pacaran saja dia ngga pernah lama. Padahal setiap wanita yang menjadi pacarnya itu bukan wanita sembarangan." Sambung Aleta.


"Alfa,, apa kamu ngga mau menikah? Beberapa temanmu saja sudah memiliki anak. Kamu kapan mau kasih cucu buat Oma?" Sambung Mama Alira.


"Belum ada yang tepat Oma." Jawab Alfa dingin.


"Memangnya wanita seperti apa yang kamu mau? Beberapa wanita yang pernah kamu pacari itu sangat sempurna menurut Oma. Mereka cantik, berprofesi jelas, juga dari keluarga baik-baik." Ujar Mama Alira.


"Aku akan menikah kalau sudah menemui wanita yang pas Oma. Beberapa wanita yang aku pacari itu memang sangat sempurna. Tapi mereka ingin memiliki aku seutuhnya. Aku ini adalah anak pertama juga cucu pertama Oma dan Opa. Dan aku juga punya seorang adik yang sangat aku sayangi. Aku tidak mau pernikahanku dengan salah satu dari mereka, membuatku jauh dari keluargaku." Penjelasan Alfa yang membuat semua yang ada di situ sangat merasa bangga, dengan prinsipnya yang lebih mengutamakan keluarga.


"Oma sangat bangga sama kamu. Semoga suatu saat, kamu bisa mendapatkan wanita yang seperti kamu inginkan." Ujar Mama Alira dengan tatapan haru.


"Tante juga sangat bangga memiliki jagoan yang selalu menyayangi keluarga." Sambung Almira sambil tersenyum menatap Alfa.


Sedangkan Aleta yang sudah berkaca-kaca karena sangat terharu, mendengar alasan putranya yang belum mau untuk menikah. Hanya terdiam sambil memeluk lengan suaminya. Begitupun dengan Reza juga Melda, mereka sangat bangga dengan sikap Alfa yang belum tentu di miliki laki-laki lain.


"Yan, kamu ngga marah kan sama aku?" Tanya Alfa.


"Kenapa aku harus marah Mas?" Tanya Riyan bingung.


"Karena aku sudah mempermalukan istrimu." Jawab Alfa.


"Buat apa aku harus marah Mas? Aku dan Fara kan sama-sama adiknya Mas. Dan apapun yang terjadi, aku ini seorang suami yang harus bisa menerima segala kekurangan istrinya." Jawab Riyan dengan tampang penuh keyakinan walaupun hatinya ragu.

__ADS_1


"Itu baru namanya cucu Oma. Oma harap kamu bisa menerima segala kekurangan saudarimu itu sebagai seorang istri. Terkadang dia tu suka bertingkah seperti anak kecil. Termasuk mengompol di tempat tidur." Ujar Mama Alira yang membuat Riyan seketika jadi kepikiran. Dengan tampang yang terlihat aneh, Riyan pun mulai bertanya-tanya dalam hatinya.


"Astaga... Apa dia masih sering mengompol sampai sekarang? Berarti benar dong apa yang di katakan sama Mas Alfa tadi. Kalau dia ngga mau tidur sekamar denganku, karena dia takut mengompol di saat tidur.


"Hmmmm,,, mau bagaimana lagi? Semua sudah menjadi resiko yang harus aku tanggung sebagai seorang suami. Ngga mungkin juga kan, kita tidur di kamar terpisah hanya karena takut dia mengompol. Tapi setahu aku, tidak ada wanita sebesar itu yang masih mengompol.


Riyan benar-benar di buat bingung dengan kebiasaan langkah yang di miliki oleh istrinya. Dia tidak tahu harus seperti apa menjalani kehidupan bersama wanita aneh yang sudah terlanjur dia cintai itu. Tapi tidak lama Riyan langsung bernafas lega, setelah mendengar obrolan Ibunya, dengan Tantenya yang tidak lain adalah Aleta Mamanya Fara.


"Diri kecil dia seperti itu ya Al?" Tanya Melda kepada Aleta.


"Iya sejak dia masih kecil. Dan itu terjadi di saat dia sedang sakit. Tapi setelah berada di bangku kuliah, dia sudah tidak seperti itu lagi." Jelas Aleta yang membuat Riyan langsung merasa lega.


"Sekarang sudah ngga lagi ya Al?" Tanya Mama Alira bingung karena dia tidak tahu apa-apa.


"Iya Ma." Jawab Aleta sambil tersenyum menatap mertuanya.


"Ko Mama ngga tahu ya? Padahal dia selalu menceritakan apapun sama Mama. Kalau tahu begini kan, Mama ngga bicara sembarangan dan membuatnya marah seperti tadi." Ujar Mama Alira penuh rasa bersalah terhadap cucunya.


"PEMBERITAHUAN"


Jangan lupa mampir ke cerita baruku yang kelewat romantis, melebihi keromantisan Fahri dan Alira di CDDP pertama. Judulnya; JODOH YANG TAK DI SANGAKA. Sudah ada prolog dan dua bab yang bisa di baca. Di dalam cerita itu membahas tentang kisah Alfa bersama seorang gadis malang bernama Shelina.


Sedikit aku ceritakan.

__ADS_1


Shelina adalah anak yatim piatu, yang di adopsi oleh Farel orang yang pernah di lukai oleh Faris. Dendam atas perbuatan Faris, membuat Farel mengatur rencana untuk menghancurkan nama baik keluarga Faris, dengan memperaalatkan Shelina yang di tugaskan untuk menjebak Alfa. Di dalam sebuah kamar hotel berbintang tempatnya bekerja.


Tapi apa yang di lakukan oleh Shelina, membuat dia harus menanggung penderitaan yang teramat besar. Dengan tega dan tanpa berpikir panjang, Alfa menodai Shelina yang tak berdosa. Sehingga membuat Sheila harus menanggung malu yang sangat besar. Karena mengandung tanpa memiliki suami.


__ADS_2