Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 122. Sandiwara Rena.


__ADS_3

Di balik sikapnya yang tenang, ternyata Rena adalah ular yang berbisa. Dia mampu menciptakan cerita palsu untuk membodohi Aurelia. Dan Aurelia yang memang sangat polos, langsung mempercayai semua yang di katakan Rena tanpa ada rasa ragu. Malah Aurelia begitu bangga dengan Rena yang pernah mengisi hati laki-laki kaku itu.


"Tapi kamu masih cinta kan sama dia..?" Tanya Aurelia sambil tersenyum menatap Rena.


"Aku bahkan tidak pernah melupakannya. Karena biar bagaimanapun, dia adalah laki-laki pertama di dalam hidupku. Dan dia juga yang telah merenggut kehormatan ku." Jawab Rena dengan tatapan yang di buat sesedih mungkin.


"Sudahlah Ren..! Kamu ngga usah bersedih seperti itu. Aku yakin, Riyan juga pasti masih mencintai kamu. Karena selama ini dia tidak pernah betah menjalin hubungan dengan wanita lain." Ujar Aurelia sambil mengusap-usap punggung tangan Rena.


"Apa benar yang kamu katakan itu..? Apa kamu yakin..?" Tanya Rena dengan tatapan mencari tahu ke arah Aurelia yang sedang berdiri di depannya.


"Iya,, aku yakin. Karena selama ini kita selalu bersama setiap harinya. Dan semua orang juga tahu akan hal itu." Jawab Aurelia yang membuat Rena langsung tersenyum, sambil bergumam di dalam hatinya.


"Berarti inilah kesempatanku, untuk mendapatkan apa yang aku mau selama ini. Aku memilih untuk pindah ke sini hanya demi kamu Riyan. Jadi aku tidak mau semua yang aku lakukan sia-sia. Kamu harus menjadi milikku. Milikku seorang."


Dengan penuh percaya diri, Rena memantapkan keputusannya untuk memiliki laki-laki yang sudah membuatnya hampir gila saat itu. Sampai-sampai dia memilih untuk pindah ke Amerika hanya demi rasa cinta yang sudah lama dia pendam, tanpa ada seorang pun yang tahu. Melihat senyum yang terukir di wajah Rena, membuat Aurelia sebagai seorang sahabat jadi ikut senang.


"Gitu dong.. Kamu pasti bisa bersamanya lagi. Karena dia bukan milik orang lain." Ujar Aurelia memberikan semangat kepada sahabat barunya itu.


"Iya Rel,, aku beruntung banget punya sahabat seperti kamu. Walaupun kita belum lama kenal, tapi aku sudah sangat merasa nyaman untuk berbagi denganmu. Rena berujar dengan senyum yang yang semakin lebar.


"Ren,, setahu aku, Riyan itu tidak suka dengan wanita yang banyak tingkah. Jadi kamu memang wanita yang cocok buat dia." Tambah Aurelia menyemangati Rena, harimau berbulu domba.

__ADS_1


"Iya,, aku akan membuatnya kembali kepadaku." Sambung Rena dan langsung menarik tangan Aurelia, untuk pergi dari lorong tempat mereka berdiri sejak tadi.


"Kita mau kemana..?" Tanya Aurelia bingung.


"Kita balik ke taman." Jawab Rena.


"Loh,, katanya kamu mau ke toilet." Ujar Aurelia.


"Ngga jadi. Ayo kita pergi saja!" Jawab Rena yang terlihat begitu bersemangat.


Aurelia yang sudah memahami suasana hati Rena saat itu, hanya bisa tersenyum sambil menggeleng-geleng kan kepalanya tanpa bersuara. Dia juga turut bahagia dengan apa yang di rasakan Rena saat itu. Karena menurut Aurelia, Rena sangat percaya padanya sampai mau menceritakan apa yang ingin dia rahasiakan dari yang lain.


Sedangkan Fara yang sudah kembali ke dalam ruangannya bersama teman-temannya, hanya terdiam di tempat duduknya memikirkan kedekatan Riyan dengan mahasiswi pindahan dari Malaysia itu. Walaupun Riyan sudah menjelaskan siapa Rena, namun Fara merasa ragu setelah melihat lirikan Rena yang menurutnya begitu aneh.


"Ngga apa-apa,, aku hanya kurang enak badan." Jawab Fara berbohong.


"Kalau gitu kamu pulang saja! Soalnya hari ini kita ngga ada mata kuliah." Sambung Prisil.


"Iya benar,, kamu pulang duluan saja." Sambung Cleo.


"Atau mau aku antar..?" Sambung Robert yang membuat Anita seketika bersuara.

__ADS_1


"Dasar laki-laki gatel.." Ketus Anita yang membuat teman-temannya langsung tertawa.


"Hahahahahaha..."


Tanpa berlama-lama, Fara langsung meraih tasnya dan melangkah keluar dari ruangannya. Tapi dia tidak melangkah menuju parkiran. Malah dia melangkah ke sebuah lorong sambil menatap ke sana kemari mencari keberadaan Riyan. Tapi tiba-tiba, dia di hadapkan dengan satu pemandangan yang benar-benar memicu kemarahannya. Tidak jauh dari tempatnya berdiri, Fara melihat dengan mata kepalanya, wanita itu sedang di peluk oleh suaminya.


Ingin sekali Fara berteriak memanggil Riyan. Namun dia juga tidak sudi memanggil seorang laki-laki yang sedang berada di dalam pelukan wanita lain. Dengan rasa cemburu yang sudah menguasai hati dan pikirannya, Fara langsung berbalik dan tanpa sengaja menabrak seseorang, yang berada tepat di belakangnya.


"Halo cantik.. Kalau jalan itu pakai mata. Apa kamu mau aku gandeng? Biar tidak nabrak lagi." Ujar laki-laki yang di tabrak Fara.


"Ngga usah..! Aku bisa jalan sendiri.." Jawab Fara sedikit keras. Dan itu membuat Riyan langsung melepaskan pelukan Rena dan berbalik menatap ke arah Fara.


Betapa kagetnya Riyan setelah tahu kalau itu ternyata Fara. Dia seketika terlihat panik setelah menyadari apa yang baru saja dia lakukan bersama Rena. Dengan buru-buru Riyan pun langsung melangkah pergi meninggalkan Rena tanpa berkata apa-apa. Melihat sikap Riyan yang tiba-tiba pergi, membuat Rena seketika jadi sangat kesal. Tapi setelah Riyan belok menuju ruangan mereka, Rena pun langsung mengembangkan senyum sinis nya sambil bergumam di dalam hatinya.


"Sampai kapanpun, aku tidak akan membiarkan anak kecil seperti kamu memiliki Riyan. Dia hanya milikku saja. Kasihan sekali kamu. Apa kamu pikir Riyan akan mengejar mu..? Tidak mungkin sayang. Dia hanya menjadikanmu sebagai penghibur semata."


Rena semakin merasa menang karena tahu Riyan sama sekali tidak perduli dengan Fara. Awalnya dia sangat kesal, karena pikir Riyan akan mengejar Fara yang tadi melihat mereka berpelukan. Tapi tanpa dia ketahui, Riyan memang bertujuan mengejar Fara. Namun dia memilih mengambil jalan lain, biar tidak ada yang melihatnya.


Fara yang benar-benar kecewa dengan apa yang di lakukan Riyan barusan, melangkah buru-buru keluar dari gedung Kampus sambil menahan air mata, yang sudah memenuhi kelopak mata indahnya. Dia tidak menyangka, Riyan akan berkhianat di belakangnya.


"Kamu tega Mas.. Kamu tega melakukan itu di belakangku. Di balik sikapmu yang dingin, ternyata kamu lebih berbahaya dari seekor buaya. Kamu telah membodohi ku." Fara berkata-kata setelah sudah berada di tepi jalan.

__ADS_1


Sedangkan Riyan yang baru sampai di parkiran Kampus, langsung kebingungan mencari keberadaan Fara. Dia benar-benar bingung berada di dalam situasi seperti itu. Karena seumur hidupnya, itu kali pertama dia mengalami akan hal itu. Riyan sangat merasa bersalah. Karena dia tahu, Fara pasti sangat kecewa melihat apa yang baru saja terjadi antara dia dan Rena. Padahal Riyan melakukan semua itu dengan tujuan hanya ingin menenangkan Rena, yang katanya baru saja di putuskan pacarnya melewati pesan singkat.


Rena memang sudah bertekad menjalankan rencananya untuk memiliki Riyan. Dia juga sangat pintar bersandiwara di depan Riyan. Sampai-sampai Riyan langsung percaya dan merasa kasihan dengan keadaannya. Air mata palsu yang menetes dari mata licik itu, dengan sekejap membuat Riyan masuk di dalam perangkapnya. Perangkap yang akan membawa bencana pada rumah tangga Riyan.


__ADS_2