
Dalam perjalanan menuju Amerika, Faris terlihat begitu tenang duduk bersandar di bangku pesawat, sambil mengotak-atik ponselnya. Sedangkan Reza yang sudah berada satu pesawat bersama Faris, hanya bisa melirik Faris tanpa bisa bersuara. Sebagai seorang Ayah, Reza sangat kagum juga bingung dengan sikap tenang Faris, di saat menghadapi masalah sebesar itu. Namun dia hanya bisa bergumam di dalam hati, bertanya-tanya atas sikap saudara iparnya, yang tidak di miliki semua laki-laki.
"Bagaimana dia bisa setenang itu saat putrinya sedang dalam bahaya? Tapi aku yakin, dia tidak akan membiarkan seorang pun dapat melukai putrinya."
Reza yang sudah sangat mengenal sikap Faris, masih tidak percaya dengan apa yang sedang dia lihat. Tapi dia juga tidak pernah ragu dengan kemampuan Faris dalam menangani masalah sebesar apapun. Apalagi masalah yang melibatkan anggota keluarganya.
Riyan yang begitu khawatir dengan keadaan istrinya, tidak bisa berdiam diri saja menanti kedatangan Ayah juga Omnya, yang tidak lain adalah Faris Papanya Fara. Dia berusaha mencari Fara ke setiap tempat yang dia ketahui, walaupun tempat-tempat itu sudah berulangkali dia datangi dalam sehari. Semua aktifitasnya di kantor maupun di Kampus dia tinggalkan hanya untuk mencari Fara. Teman-temannya pun ikut mencari Fara, bersama beberapa teman Fara juga anggota Polisi, yang menangani kasus Fara.
"Pak,, kita sama sekali belum menemukan jejak istri Bapak. Tapi Pak Riyan tidak perlu khawatir! Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menemukan Ibu Fara." Ujar Komandan Polisi yang menangani kasus hilangnya Fara.
"Ya Tuhan,, kemana lagi aku harus mencari keberadaan istriku? Tolong lindungi dia juga kandungannya." Riyan berkata-kata sambil menyandarkan tubuhnya, pada mobilnya yang sedang terparkir di parkiran apartemennya.
Riyan yang semakin khawatir benar-benar merasa tidak berdaya sebagai seorang suami. Dia tidak tahu lagi harus bagaimana agar bisa menemukan keberadaan Fara. Di saat dia sedang tertunduk di samping mobil di kelilingi beberapa orang temannya, tiba-tiba jantungnya berdetak kencang seperti mendapatkan sebuah tanda buruk.
"Ada apa ini..? Fara... Kamu di mana sayang..? Aku sangat mencemaskan dirimu." Riyan berujar sambil memejamkan mata menahan kesedihannya.
Ikatan suami istri memang tidak bisa untuk di ragukan. Riyan yang tiba-tiba merasa gelisah dan terpukul bukanlah tanpa sebab. Semua itu ternyata tanda yang tidak secara langsung, atas apa yang sedang di alami oleh wanita yang sangat dia cintai. Di dalam sebuah ruangan, ada suara tangis seorang wanita yang terdengar begitu menyedihkan. Wanita yang tidak berdaya itu hanya bisa menangis memohon pertolongan. Dan dia tidak lain adalah Fara, yang di sekap oleh orang yang dia sendiri tidak tahu siapa orangnya.
__ADS_1
"Tolong... Mas Riyan... Tolong aku... Papa... Mama... Tolong aku..." Fara berteriak di dalam ruangan itu dengan keadaan yang sangat menyedihkan.
Keadaan Fara benar-benar memilukan. Dia di siksa oleh beberapa orang bertopeng sampai tidak sadarkan diri. Dan setelah sadar, dia sudah tidak bisa berdiri karena kedua kakinya terasa begitu sakit. Fara yang malang hanya bisa menangis meratapi nasib buruk yang sedang dia alami.
Fara sendiri tidak ingat akan kejadian yang sebenarnya, yang dia ingat hanya saat dia bersama Fero di taman belakang Kampus. Tapi setelah kepergian Fero menuju kamar mandi, Fara langsung hilang kesadaran dengan tiba-tiba. Dan dia pun tidak tahu siapa orang yang telah tega menculiknya dan menyiksanya seperti itu.
Di saat Fara sedang berusaha untuk meraih pintu, dengan sebelah tangannya tanpa bisa berdiri, tiba-tiba pintu di buka oleh dua orang dari arah luar yang membuat Fara seketika jadi ketakutan.
"Siapa kalian...? Mengapa kalian tega memperlakukan aku seperti ini...? Tolong lepaskan aku..! Apa salahku terhadap kalian..?" Fara bertanya-tanya dengan suara yang bergetar saking takutnya.
"Kamu tidak perlu tahu siapa kita. Tapi kita tahu siapa kamu. Dan kita di sini hanya menjalankan tugas demi uang." Jawab salah satu orang bertopeng itu, yang ternyata seorang wanita.
"Berapa banyak kalian di bayar..? Aku bisa memberikan uang lebih banyak lagi. Asalkan kalian mau membebaskan ku." Ujar Fara dengan harapan bisa di bebaskan.
"Kamu pikir kita ini orang bodo? Kita tidak akan melepaskan kamu sampai orang yang menugaskan kita datang ke sini untuk mengambil kamu. Sekarang dia sedang mengahadapi sedikit masalah. Jadi dia meminta kita untuk menjagamu." Jawab wanita bertopeng itu.
__ADS_1
Di saat wanita itu berkata-kata, Fara mulai merasa aneh dengan seorang laki-laki yang bersama wanita itu. Fara merasa sedikit bingung karena laki-laki itu sama sekali tidak mau bersuara. Dia hanya berdiri tegak menghadap ke arah Fara seperti patung.
"Siapa laki-laki itu? Mengapa dia tidak bersuara? Apa aku mengenalnya?" Fara bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Mengapa kamu menatap suamiku seperti itu? Apa kamu sedang berpikir untuk menggodanya biar kamu bisa di bebaskan olehnya?" Tanya wanita yang sedang bersama laki-laki misterius di hadapan Fara.
"Siapapun kamu, aku yakin kamu mengenaliku. Makanya kamu tidak mau membuka suara. Kamu takut aku mengenali suaramu." Ujar Fara sambil menatap laki-laki bertopeng itu.
"Jangan sembarangan kamu! Mana mungkin kita mengenalimu? Kita di sini tidak ada urusannya sama kamu. Kita hanya berurusan dengan orang yang akan membayar kita." Sambung wanita di depan Fara.
"Dan asal kamu tahu, setelah orang yang menyuruh kita untuk menculik mu itu tiba di sini, kita akan pergi dengan banyak uang. Dan kamu pun akan di bawah sejauh mungkin. Tapi tenang saja, dia tidak akan membunuhmu. Karena dia sangat mencintaimu." Ujar wanita yang sejak tadi mengoceh di hadapan Fara.
Mendengar apa yang baru saja di sampaikan oleh wanita di hadapannya, Fara semakin ketakutan. Dia tidak bisa membayangkan kalau sampai dia di bawa pergi tanpa sepengetahuan Riyan juga keluarganya. Namun Fara yang sangat tidak berdaya sama sekali tidak bisa bertindak. Dia hanya bisa menangis sambil meminta belas kasihan kedua orang di hadapannya.
"Tolong jangan kalian membiarkan aku di bawah oleh siapapun selain keluargaku. Tolong bantu aku untuk pergi dari sini. Aku janji akan memberikan berapapun uang yang kalian mau." Fara memohon dengan janji akan memberikan berapapun uang yang di inginkan kedua orang itu.
Semua janji dan permohonan yang di ucapkan Fara, sama sekali tidak mempengaruhi pendirian kedua orang bertopeng di depannya. Mereka sama sekali tidak terpengaruh. Malah mereka memilih untuk segera pergi meninggalkan Fara sendirian, di dalam ruangan kosong dan sangat menyeramkan itu.
__ADS_1