Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 139. Kehangatan Riyan.


__ADS_3

Di sebuah klub malam Deni dan Rena janjian untuk bertemu setelah pertemuan pertama mereka di kafe siang tadi. Rena yang juga hobi mengkonsumsi alkohol, tidak menolak di saat Deni menawarkan anggur yang baru saja dia pesan. Sambil menikmati dua botol anggur, Deni dan Rena mulai merencanakan niat jahat mereka, untuk menghancurkan rumah tangga Riyan dan Fara tanpa ada rasa bersalah.


"Kamu harus membantuku untuk menghancurkan rumah tangga mereka, kalau kamu memang ingin memiliki Riyan. Karena aku juga harus mendapatkan Fara dengan cara apapun." Ujar Deni yang sudah mulai di pengaruhi minuman yang sedang mereka konsumsi.


"Tenang saja. Apapun yang kamu inginkan akan aku lakukan. Asalkan aku bisa memiliki Riyan." Jawab Rena yang juga sudah di pengaruhi minuman yang dia konsumsi.


Dengan keadaan setengah sadar Deni dan Rena terlihat semakin akrab. Mereka berdua tanpa ada rasa canggung sebagai orang yang baru berkenalan, saling memuji satu sama lain. Bahkan Deni yang memang tidak sopan dengan wanita, mulai berani merangkul Rena yang sama sekali tidak menolaknya.


"Kamu cantik banget. Kalau saja aku tidak terlanjur ingin memiliki Fara, aku sudah tergoda dengan dirimu." Ujar Deni sambil merangkul pundak Rena.


"Aku juga merindukan laki-laki penuh perhatian juga kasih sayang seperti dirimu. Tapi sayangnya, hatiku sudah tidak bisa untuk berpaling dari Riyan. Sudah lama aku ingin memilikinya. Dan dia benar-benar membuatku hampir gila memendam perasaan ini." Jawab Rena sambil menyandarkan kepalanya di dada Deni.


Pujian demi pujian yang terlontar dari mulut manis Deni, membuat Rena semakin tenggelam dalam dekapan Deni. Rena yang masih terus bersandar di dada bidang Deni, mulai di pengaruhi perasaan yang aneh. Tanpa sadar, Rena yang sangat menyukai sentuhan laki-laki, membelai dada Deni dengan tampang yang sudah mulai terlihat aneh. Sedangkan Deni yang mulai terpancing dengan sentuhan tangan Rena, semakin menegang karena hasratnya sudah tidak bisa di kendalikan.


"Apa kamu mau kalau kita menghabiskan malam ini bersama?" Tanya Deni dengan tatapan yang sangat menuntut.


"Aku mau. Tapi kamu harus memuaskan diriku. Karena aku bukan wanita yang mudah kalah dalam bercinta." Jawaban Rena yang membuat Deni merasa tertantang.


"Itu bukanlah hal yang sulit bagiku. Aku akan memuaskan dirimu. Karena aku sangat menyukai wanita yang bisa mengimbangi permainanku di ranjang." Ujar Deni sambil melancarkan tangannya ke beberapa bagian sensitif Rena.


"Hmmmm,, aku sudah tidak tahan. Aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Ujar Rena di saat tangan Deni bereaksi di bagian bawahnya.

__ADS_1


"Luar biasa. Aku suka yang seperti ini." Ujar Deni setelah melihat cairan yang ada di beberapa jarinya.


"Aku akan memuaskan mu." Tambah Deni sambil memasukan beberapa jarinya itu ke dalam mulutnya dengan tatapan penuh hasrat.


Hasrat Yang sudah sangat memuncak, membuat Deni juga Rena tidak memperdulikan orang-orang yang ada di sekeliling mereka. Dengan buru-buru, Deni pun segera menggendong Rena dan melangkah pergi keluar dari dalam klub malam tersebut. Sampainya di dalam mobil, tanpa menunggu lama Deni langsung melanjutkan mobilnya menuju apartemen tempat dia tinggal.


Malam itu Deni dan Rena melaluinya dengan permainan penuh hasrat, yang menggila di dalam kamar apartemen Deni. Sampai-sampai mereka berdua melupakan apa yang sudah mereka rencanakan. Akal juga hati mereka seketika di kalahkan oleh keinginan yang begitu menuntut ingin di penuhi.


Sedangkan Riyan dan Fara yang sedang berada di dalam perjalanan, terlihat begitu romantis. Fara tidak mau menjauh dari suaminya yang selalu di tatap, sama beberapa orang wanita yang berada di sekeliling mereka. Dari lirikan Fara, terlihat betapa dia sangat tidak menyukai ada wanita lain yang menatap suaminya seperti itu. Apalagi dia baru saja terlepas dari masalah yang begitu menyiksa batinnya.


"Mas,, mengapa wanita-wanita itu terus melirikmu sejak tadi?" Tanya Fara dengan tampang kesalnya.


"Kesal aku lihat seperti itu. Ngapain juga mereka selalu menatap ke kamu?" Gerutu Fara penuh kekesalan.


Melihat sikap istrinya yang sudah seperti tembok, Riyan pun langsung menatap ke arah beberapa orang wanita yang sedang memperhatikannya, sambil berbisik satu sama lain dengan senyum yang terlihat aneh.


"Nona,, apa ada yang salah dengan saya?" Tanya Riyan dengan tampang dinginnya kepada beberapa wanita yang masih saja menatapnya.


"Ngga ada ko Mas." Jawab salah seorang dari beberapa wanita itu.


"Terus mengapa kalian menatapku seperti itu? Aku tidak suka di tatap seperti itu." Riyan berkata-kata dengan tampang yang terlihat begitu tegas.

__ADS_1


Melihat ekspresi Riyan juga kata-katanya yang begitu tajam, membuat beberapa wanita itu langsung menghadap lurus ke depan dengan raut wajah yang terlihat begitu malu, karena di tatap penumpang yang lainnya.


"Mas,, apa yang kamu lakukan..? Semua orang jadi menatapmu." Ujar Fara dengan tatapan bingung ke arah Riyan.


"Apa kamu mau aku melarang yang lainnya juga untuk tidak menatapku?" Tanya balik Riyan yang membuat Fara langsung mematung tanpa bisa berkata-kata.


"Sudah,, tidak usah perdulikan yang lain. Kalua itu hanya membuatmu merasa terganggu. Mending kamu tidur!" Ujar Riyan sambil menarik Fara ke dalam pelukannya.


"Tapi aku ngga ngantuk Mas." Jawab Fara sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


"Jadi kamu mau terus membuka mata untuk mengawasi setiap orang yang menatapku?" Tanya Riyan.


"Memangnya aku ini sudah gila..? Sampai mau memperhatikan wanita-wanita itu..?" Tanya balik Fara kesal.


"Tidurlah Fara..! Jangan kamu menguji kesabaran ku. Kalau tidak aku akan membuatmu malu sampai tidak mau untuk membuka mata." Ancaman Riyan yang membuat Fara langsung terdiam seketika.


Dengan segera Fara langsung memejamkan mata sambil sesekali melirik Riyan. Menyadari lirikan Fara, Riyan langsung menutup kepala Fara dengan jaketnya dan mendekapnya semakin erat. Melihat kemesraan Riyan juga Fara, membuat beberapa wanita yang tadinya memperhatikan Riyan, kembali saling melirik satu sama lain tanpa bisa berkata-kata.


Dalam diam Fara hanya bisa tersenyum menikmati keromantisan yang selalu dia dambakan. Perhatian dan kehangatan Riyan benar-benar membuat Fara merasa menjadi wanita yang sempurna, sebagai seorang istri. Sedangkan Riyan yang hampir tidak pernah berekspresi, seketika jadi tersenyum sambil mengecup kepala Fara yang tertutup jaketnya.


Sikap Riyan seketika berubah setelah apa yang dia rahasiakan di ketahui orang. Dia sudah tidak ragu untuk bersikap romantis di depan banyak orang. Dan sikapnya itu membuat Fara benar-benar merasakan kebahagiaan, yang tidak bisa di gambarkan dengan kata-kata. Hanya senyum yang terpancar di wajah cantiknya, yang dapat menggambarkan bagaimana suasana hatinya saat itu.

__ADS_1


__ADS_2