
Malam itu langit menangis mengguyur butiran bening dengan begitu derasnya membasahi bumi. Seakan-akan alam tahu sakit hati yang sedang di rasakan Fara atas perlakuan suaminya. Di dalam dekapan suaminya, Fara hanya bisa menangis meminta untuk di kasihani. Namun Riyan yang sudah di bakar api cemburu oleh cerita palsu seorang laki-laki, yang sangat tergila-gila terhadap wanita yang sudah dia nikahi itu, membuat dia sampai tidak bisa untuk berpikir jernih dalam memperlakukan istrinya.
"Jangan Mas,,,! Aku ini istrimu,,, bukan wanita penghibur yang bisa kau lakuan seperti ini." Fara berkata-kata tanpa bisa berbuat apa-apa.
"Kamu memang istriku. Tapi kamu juga harus bisa menghiburku kapanpun aku mau. Karena aku adalah suamimu yang berhak atas dirimu." Ujar Riyan dengan nafas yang sudah sangat memburu, karena menahan hasrat yang sudah semakin menuntut.
"Tapi bukan seperti ini Mas,, aku mohon kendalikan dirimu Mas! Aku belum siap untuk semua ini. Hiks,,,hiks,,,hiks." Ujar Fara sambil terus berusaha melepaskan tangan Riyan, yang sedang melingkar di perutnya dari arah belakang. Dan apa yang di lakukan oleh Fara itu membuat Riyan merasa semakin kesal, karena menganggap kalau Fara tidak menginginkan dirinya.
Amara yang sudah menguasai benak Riyan, membuatnya menjadi laki-laki yang begitu sangat kejam, dalam minta haknya sebagai seorang suami. Tanpa bersuara, dia langsung menarik pakaian yang sedang membalut tubuh Fara dengan sangat kencang. Sehingga menampakan pemandangan yang sangat menggoda dalam pandangannya sebagai seorang laki-laki dewasa.
"Mas Riyan... Kamu jahat..." Teriak Fara sambil meronta di saat Riyan kembali menarik sepenggal kain, yang masih menutupi bagian inti dari tubuhnya.
"Aku sangat membencimu... Kamu brengsek..." Fara kembali berteriak sambil menutupi dadanya yang sudah terpampang nyata di depan Riyan.
__ADS_1
Fara yang sangat memperhatikan kesehatan terutama pada bagian inti dari tubuhnya, selalu melepaskan bra di saat akan tidur. Tapi itu malah membuat Riyan mendapat keuntungan yang besar. Dan di saat Riyan mau menarik apa yang masih menempel di bagian bawah sana, Fara langsung meronta sampai akhirnya dia terjatuh ke atas lantai dengan sangat kuat.
"Aaaaaw... Hiks,,,hiks,,,hiks,, sakit..." Rintihan Fara yang sudah terduduk di lantai. Dan itu berhasil membuat Riyan tersadar dengan perlakuannya yang sudah menyakiti istrinya.
Tanpa menunggu lama Riyan pun bergegas meraih pundak Fara, hendak membantunya untuk berdiri. Walaupun di bawah pengaruh minuman yang tadi dia konsumsi, namun cintanya terhadap Fara mampuh meluluhkan kemarahan, juga keinginannya yang semakin tidak terkendali. Tapi seketika dia kembali geram di saat mendengar kata-kata Fara.
"Kalau aku tahu dari awal kamu laki-laki yang tidak punya hati seperti ini, aku ngga akan mau menjadi istrimu. Karena masih banyak laki-laki yang mencintaiku dengan tulus. Hiks,,,hiks,,,hiks." Kata-kata Fara yang membuat Riyan semakin bertambah marah, karena mengingat Deni yang dia tahu itu adalah mantan pacar istrinya.
"Salah satunya Deni, iya kan...?" Tanya Riyan dengan nada yang tinggi juga mata terbuka lebar saking emosinya.
"Pintar bangat kamu bersandiwara. Bisa-bisanya kamu menanyakan laki-laki keparat itu padaku. Semustinya aku yang menanyakan berapa kali kamu sudah melayani bajingan itu..?" Kata-kata Riyan yang sangat menyakitkan hati Fara.
Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Riyan, hati Fara terasa sangat perih bagaikan tertusuk pedang. Dia merasa sangat sedih juga kecewa terhadap suaminya yang menganggapnya begitu hina. Dan tanpa berkata-kata, Fara langsung berdiri dan melangkah menghampiri pintu hendak keluar. Namun dengan cepat, Riyan pun segera menyerangnya tanpa ada kata ampun.
__ADS_1
"Lepaskan... Lepaskan aku... Aku sangat membencimu..." Teriak Fara sambil berusaha mendorong Riyan yang sudah menindihnya di atas tempat tidur.
"Aku tidak akan melepaskanmu. Kamu harus menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri." Ujar Riyan sambil menahan kedua tangan Fara, dan berusaha untuk melepaskan semua pakaiannya, juga sepenggal kain yang masih tersisa pada Fara.
Riyan benar-benar telah di kuasai amarah hanya karena cemburu buta terhadap istrinya. Setelah semua terlepas, Riyan dengan tega langsung menyerang Fara, yang membuat suara teriakan Fara menggelegar memenuhi ruangan itu. Teriakan dan tangisan yang keluar dari mulut Fara, menandakan kalau dia merasa sangat kesakitan. Tapi Riyan yang sudah di kuasai emosi, sama sekali tidak menyadari kalau Fara sedang kesakitan karena perbuatannya.
Hampir satu jam Riyan berpacu dengan sangat kencang dan bertenaga, tanpa menghiraukan tangisan istrinya. Dan selama itu juga Fara tidak henti-hentinya berteriak dan menangis menahan sakit. Setelah merasa puas dengan kenikmatan yang dia rasakan. Riyan pun langsung tumbang dan terlelap tanpa ada rasa bersalah. Sedangkan Fara yang sudah tidak bisa untuk berbuat apa-apa, langsung membelakangi Riyan sambil terus menangis.
Kesunyian di malam itu semakin menyempurnakan kesedihan Fara, yang melewati malam dengan kesakitan yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Kesedihan yang menyelimuti hatinya, membuatnya sampai tidak bisa untuk memejamkan mata. Sebagai seorang wanita yang memiliki harga diri, akan merasa sangat terluka di perlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri.
Luka yang ada pada fisiknya, seperih luka dalam hatinya di saat itu. Fara benar-benar merasa tak punya arti sebagai seorang istri, juga seorang wanita di hadapan suaminya. Walaupun pergaulannya terkesan sangatlah bebas, namun Fara tetap berusaha menjaga mahkotanya untuk dia jadiakan sebagai suatu kebanggaan, di saat menjadi seorang istri dari laki-laki yang sangat dia cintai. Tapi semua berjalan tidak seperti yang dia inginkan. Belum sempat dia membanggakan mahkota yang dia miliki sebagai seorang wanita, dia sudah menerima hinaan yang sungguh menyakitkan tepat di malam pertamanya.
Sebagai seorang istri, Fara juga sangat menginginkan belaian dan sentuhan dari suaminya. Namun apa yang di lakukan oleh Riyan sungguh menyakitkan hatinya. Selain sakit hati, dia juga merasa sangat malu atas perkataan Riyan, yang menganggapnya seperti wanita murahan yang tidak pantas untuk di hargai.
__ADS_1
Pukul 7:30 Riyan pun terbangun dari tidurnya yang begitu nyenyak. Sambil mengusap-usap matanya, dia melangkah menuju kamar mandi tanpa menyadari keberadaan Fara di atas tempat tidur. Dan Fara yang tidak bisa tertidur walau hanya sekejap, memilih untuk kembali membelakangi Riyan Sebelum Riyan tadi bangun dari tidurnya.
Riyan yang sudah kebelet pipis, langsung masuk ke dalam kamar mandi dengan ekspresi yang menunjukkan kalau dia masih sangat ngantuk. Sampainya di dalam kamar mandi, Riyan langsung buru-buru melepaskan air seninya dengan keadaan mata tertutup. Dan di saat sudah selesai, Riyan menatap ke arah bawah sambil membenarkan celananya. Tapi tiba-tiba dia merasa sangat kaget, di saat melihat noda dara yang ada pada bagian celananya.