Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 170. Kehangatan Di Tengah Malam.


__ADS_3

Malam itu sikap Riyan begitu berubah. Kehangatan yang selalu dia berikan kepada Fara di saat malam dalam pelukannya, tidak terlihat sama sekali. Dia malah tidur membelakangi Fara tanpa ada percakapan seperti biasanya. Namun Fara yang juga sangat kelelahan berjalan seharian bersama Aleta juga Melda, tidak merasa aneh dengan tingkah suaminya. Dia juga malah terlelap dengan posisi membelakangi Riyan.


Rintik hujan yang mulai turun membasahi tanah, menciptakan suasana dingin di tengah malam. Dengan perlahan, Fara berbalik memeluk Riyan yang masih membelakanginya tanpa membuka mata. Dan dengan mata terpejam, Riyan pun mulai berbalik kemudian mendekap Fara dalam pelukannya.


Pelukan yang menghangatkan itu, tiba-tiba membangunkan hasrat di dalam diri Riyan sebagai seorang laki-laki. Tangannya yang tadi hanya melingkar di bagian punggung Fara, kini mulai bereaksi turun ke bagian bawah. Dan tidak lama, tangan Riyan pun mulai menyusup ke dalam selimut yang menutupi tubuh mereka berdua. Fara yang sudah terbiasa dengan sentuhan tangan Riyan, sama sekali tidak bersuara ataupun menahannya. Dia malah ikut mengencangkan pelukannya pada tubuh kekar beraroma wangi yang sudah menyatu dengan tubuhnya dalam selimut yang menutupi tubuh mereka berdua.


Tanpa bersuara, Riyan yang sudah membuka matanya, dengan perlahan melucuti dress pendek transparan yang melekat pada tubuh Fara. Dan Fara hanya pasrah atas apa yang di lakukan suaminya. Karena dia pun sudah tidak bisa menahan gejolak yang mulai bangkit dalam dirinya, saat tangan Riyan mulai bereaksi di beberapa bagian tertentu.


Di dalam kamar yang hanya di terangi cahaya lampu, Riyan bangkit dari tempat tidur, menghadap Fara yang sudah terlentang tanpa sehelai benangpun. Pemandangan dalam tatapan redup karena kurangnya cahaya, semakin membangkitkan hasrat Riyan yang mulai menguasai dirinya. Tanpa menunggu lama, Riyan langsung menjelajahi tubuh Fara dengan kecupan juga sentuhan yang seketika membangkitkan gairah Fara.


"Mas... Mas..." Suara Fara yang terdengar serak karena menahan kenikmatan di saat Riyan mulai bereaksi di kedua bukit kembarnya.


Tanpa menjawab apa-apa, Riyan mulai menggerayangi tubuh indah itu ke bagian perut juga bagian inti yang yang sedang dia tuju. Mata Fara yang sejak tadi hanya terpejam menikmati permainan suaminya, tiba-tiba terbuka lebar di saat Riyan mulai melancarkan serangannya di bagian bawah sana. Dengan hembusan nafas yang sudah sangat memburu, Fara mulai menekan kepala Riyan sambil terus mendesah dengan suara yang terdengar begitu seksi di telinga Riyan.


Desahan demi desahan yang keluar dari mulut Fara, semakin membuat Riyan tidak bisa mengendalikan diri. Dengan segera dia langsung bangkit dan menatap Fara, dengan tatapan menuntut tanpa bersuara. Sedangkan Fara di bawah sana hanya menatapnya dengan tatapan pasrah penuh godaan.


Di dalam kamar itu hanya terdengar suara desahan Fara yang memenuhi seisi ruangan. Serangan rudal yang menembus dalam, membuat mata Fara terbuka lebar dengan kedua tangan mencengkram pergelangan Riyan. Reaksi Fara terlihat seperti menahan kesakitan bercampur nikmat, semakin membuat Riyan bersemangat dalam pertemuannya. Dengan gerakan cepat dia melancarkan serangan sambil tersenyum puas menatap istrinya yang sudah memejamkan mata, dengan suara yang terdengar semakin kencang karena tidak di beri ampun oleh Riyan.

__ADS_1


"Sayang... Sayang... Aaaaaa...Oooo...." Suara yang keluar dari mulut Riyan sebelum tumbang di atas tubuh indah Fara.


"Mas,, ayo bangun! Kamu berat banget.." Ujar Fara sambil mendorong tubuh Riyan dari atas tubuhnya.


Tanpa bersuara, Riyan pun langsung turun dan berbaring di samping Fara sambil mengatur nafas. Sedangkan Fara segera bangun, kemudian bergegas menuju kamar mandi. Melihat Fara sudah memasuki kamar mandi, Riyan langsung menarik selimut dan buru-buru tidur setelah membersihkan senjatanya.


"Mas,, kamu ngga ke kamar mandi?" Tanya Fara yang sudah berdiri di samping ranjang dengan tubuh berbalut handuk.


"Ngga.. Aku mau langsung tidur saja." Jawab Riyan tanpa membuka matanya.


Menyadari Fara sudah menuju lemari, Riyan segera membuka matanya dan mempertahankan apa yang sedang di lakukan oleh istrinya di depan lemari besar itu. Namun apa yang ingin dia selidiki, tidak terlihat sama sekali. Fara hanya mengambil baju tidur dan langsung memakainya. Kemudian dia kembali melangkah menuju tempat tidur tanpa menatap Riyan yang sudah kembali memejamkan mata.


Dalam diam dengan mata tertutup, Riyan mulai ragu dengan apa yang ada di dalam pikirannya. Kecurigaannya terhadap Fara sama sekali tidak terbukti. Dan hal itu malah membuatnya semakin khawatir, karena berpikir Fara tidak bisa mengandung. Dengan perlahan, Riyan mulai membuka matanya sambil bergumam di dalam hatinya.


"Ya Tuhan,, jangan biarkan istriku menjadi wanita yang tidak sempurna. Izinkanlah kita memiliki keturunan walau hanya sekali. Aku harap, kecemasanku ini bukan sebuah kenyataan yang akan terjadi."


Riyan mulai khawatir setelah mengetahui, kalau Fara memang tidak mengkonsumsi pil KB seperti apa yang dia curigai sejak siang tadi. Dia sangat takut tidak bisa memiliki keturunan. Riyan benar-benar di selimuti rasa cemas atas apa yang dia pikirkan saat itu. Apalagi dia tahu, kalau orang tua dia maupun Fara sudah sangat menginginkan anak dari mereka berdua.

__ADS_1


"Mas,, kamu sudah tidur?" Tanya Fara yang sedang berbaring di belakangi Riyan.


"Belum." Jawab Riyan singkat tanpa berbalik menatap Fara yang mulai memeluk tubuhnya dari arah belakang.


"Kamu ngantuk ngga? Kalau kamu belum bisa tidur, kita ngobrol yuk!" Ujar Fara sambil mendekap tubuh kekar Riyan dari arah belakang.


"Besok saja ngobrol. Kita langsung tidur saja! Soalnya besok pagi aku harus ke kantor sebentar." Jawab Riyan dengan posisi membelakangi Fara.


"Ya sudah kalau gitu. Berarti kita ke bandara setelah kamu pulang dari kantor?" Tanya Fara.


"Iya,, lagian aku hanya sebentar di kantor. Setelah dari kantor, baru kita antar Mama Papa, juga Ibu dan Ayah ke bandara." Ujar Riyan.


"Ya sudah kalau gitu." Jawab Fara sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Pemikiran yang sangat menggangu Riyan malam itu, membuatnya sampai tidak bisa untuk tertidur. Namun dia tidak ingin mengatakan apapun terhadap Fara. Dia tidak ingin membuat Fara semakin tertekan ataupun sedih dengan apa yang sedang dia pikirkan.


Tanpa Riyan sadari, ternyata Fara juga tidak bisa untuk tertidur, karena memikirkan sesuatu hal yang sedang mengganggu pikirannya sejak siang tadi. Entah apa yang sedang dia pikirkan. Namun dari raut wajahnya, terlihat jelas ada sesuatu yang menjadi beban pikirannya.

__ADS_1


__ADS_2