Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 43. Kasih Yang Tulus Seorang Ibu.


__ADS_3

Hari yang di nanti-nantikan pun tiba. Pagi itu langit terlihat begitu mendung karena mentari yang selalu memancarkan sinarnya menerangi siang, di selimuti awan hitam yang begitu tebal. Begitupun dengan perasaan Mama Alira juga Aleta yang sedang menunggu di luar ruang persalinan Melda. Mereka begitu cemas memikirkan Melda, yang di temani Reza di dalam sana sedang berjuang melahirkan putranya.


Mama Alira yang begitu menyayangi Melda sebagai putrinya, tidak henti-hentinya berdoa dengan raut wajah penuh kecemasan. Dan tiba-tiba Mama Alira dan Aleta langsung panik di saat Reza keluar dengan berderai air mata.


"Ada apa Za...?" Tanya Mama Alira panik.


"Melda Ma,, dia harus segera di operasi. Tapi dia kekurangan banyak darah. Dia sudah pingsan karena terlalu lemah Ma." Jawab Reza dengan berlinang air mata.


Reza sangat takut terjadi apa-apa dengan istri juga putranya yang belum juga lahir. Begitupun dengan Mama Alira juga Aleta. Mereka sangat khawatir karena golongan darah Melda, termasuk golongan darah yang langkah. Dan mereka sangat berharap, ada penyediaan darah AB negatif di Rs itu.


Tidak lama dari situ, tiba-tiba keluar Dr yang menangani Melda dengan raut wajah yang terlihat aneh. Dengan segera Mama Alira pun langsung menghampirinya dan buru-buru menanyakan keadaan Melda.


"Bagaimana keadaan putri saya Dok?" Tanya Mama Alira penuh kekhawatiran.

__ADS_1


"Putri Ibu kekurangan banyak darah. Dan di Rs tidak ada persediaan darah AB negatif. Jadi kalau ada dari kalian yang memiliki golongan darah yang sama, bisa di donorkan segera. Karena kondisi putri Ibu juga bayinya semakin lemah." Perkataan Dr itu yang membuat mereka bertiga langsung panik.


Reza, Mama Alira juga Aleta sangat kebingungan memikirkan pendonor untuk Melda. Aplagi golongan darah yang di miliki Melda, termasuk golongan darah yang langkah. Dalam keluarga Permana, selain Melda, ada beberapa orang yang memiliki golongan darah AB negatif. Mereka adalah, Oma Rita, Refan Papanya Melda, Papa Fahri, juga Faris. Tapi sayangnya Papa Fahri dan Faris tidak ikut ke Malaysia.


Hampir satu jam Reza dan Aleta berkeliling Rs itu untuk mencari orang yang memiliki golongan darah AB negatif. Bahkan mereka sampai mencari di luar Rs. Tapi tidak ada satu orang pun yang golongan darahnya sama dengan golongan darah Melda.


Reza semakin khawatir memikirkan keselamatan Melda juga putranya. Dia yang begitu tegar sampai terlihat sangat lemah karena takut kehilangan cintanya yang sudah menjadi semangat hidupnya selama ini.


Sedangkan Mama Alira yang sedang menunggu di Rs bersama Alfa, tidak henti-hentinya menangis memikirkan putrinya juga calon cucunya sambil terus menghubungi Papa Fahri juga Faris namun nomor mereka berdua berada di luar jangkauan.


"Ya Tuhan,, semoga Reza dan Aleta bisa segera menemukan pendonor. Tolonglah putri juga calon cucuku ya Tuhan." Pinta Mama Alira sambil memeluk Alfa yang ada di dalam gendongannya.


Tidak lama dari situ, munculah Reza dan Aleta dengan tampang yang membuat jantung Mama Alira semakin berdetak tak menentu. Tanpa menunggu lama, Mama Alira buru-buru menghampiri Reza dan Aleta kemudian segera bertanya.

__ADS_1


"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan pendonor?" Tanya Mama Alira sambil menatap Reza dan Aleta bergantian.


"Belum Ma." Jawab Aleta yang membuat Mama Alira kembali bercucuran air mata.


Mereka bertiga hanya bisa menangis. Apalgi di saat mendengar perkataan Dr yang menangani Melda, kalau Melda butuh donor secepatnya. Kalau tidak, dia dan anaknya di dalam kemungkinan tidak bisa di selamatkan. Tapi Tuhan ternyata mendengar doa-doa mereka. Di saat mereka sedang kebingungan, munculah Papa Fahri dan Faris di Rs itu dengan tiba-tiba yang membuat Mama Alira langsung histeris sambil berlari menghampiri suaminya sambil berkata.


"Paa... Melda kritis Pa,, dia butuh donor secepatnya. Kalau tidak dia dan anaknya bisa saja celaka." Mama Alira berkata dengan nada suara terbata-bata karena terlalu menangis.


"Biar aku yang jadi pendonor Ma. Darahku lebih cocok dengannya." Sambung Faris sambil menatap Mamanya dengan tatapan haru.



Faris sangat terharu melihat keadaan Mamanya, yang begitu menyayangi saudara perempuannya itu dengan sepenuh hati. Faris adalah orang yang paling mengidolakan kedua orang tuanya atas sifat dan kepribadian mereka yang begitu mulia juga bijaksana sebagai orang tua. Dan tanpa menunggu lama, dia pun langsung meminta kepada Dr yang akan menangani Melda, untuk segera melakukan apa yang terbaik untuk Melda juga anaknya.

__ADS_1


Keberadaan keluarga Permana seketika menggemparkan Rs itu. Semua orang yang ada di situ merebut ingin melihat mereka secara langsung sejak mereka berada di Rs. Tapi tidak semudah itu orang bisa mendekati mereka, karena pengawal pribadi mereka selalu bersiap menjaga keamanan juga kenyamanan mereka setiap saat.


__ADS_2