Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 113. Rahasia Riyan Yang Terbongkar.


__ADS_3

Rasa malu yang telah menyelimuti hati Deni, membuatnya terlihat bagaikan patung di hadapan Riyan dan teman-temannya yang lain. Tingkahnya yang terkesan sombong membanggakan apa yang dia miliki, kini terpatahkan oleh kenyataan yang tidak pernah dia bayangkan. Selama bekerja di hotel berbintang itu, Deni hanya mengenali sosok Bastian sebagai atasannya. Karena Riyan memang tidak ingin ada yang tahu kalau dialah pemilik hotel tersebut. Dan Bastian juga mengikuti apa yang di inginkan Riyan, untuk menyembunyikan semua itu dari para pekerja di hotel miliknya itu.


Semua teman-teman Riyan terlihat begitu kagum dengan apa yang baru mereka ketahui tentang Riyan. Mereka tidak henti-hentinya memberi pujian terhadap laki-laki super kaku itu. Tapi di tengah-tengah obrolan mereka, tiba-tiba ponsel Riyan kembali berdering, yang membuat mereka semua jadi terdiam sejenak.


("Halo Mas... Kamu ko belum pulang juga..?" Suara Fara dari balik telpon.)


("Iya.. Sebentar lagi aku pulang ko." Jawab Riyan sambil melirik teman-temannya, yang juga sedang menatapnya tanpa ada yang bersuara.)


("Ya sudah. Aku tunggu ya.. Tapi jangan lama.!" Ujar Fara dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.)


"Ada apa Yan..?" Tanya Erlando di saat Riyan sudah memasukan ponselnya, ke dalam saku celananya.


"Aku di suruh pulang secepatnya." Jawab Riyan tanpa menatap Erlando.


"Siapa emangnya yang suruh kamu pulang? Apa kedua orang tuamu ada di sini?" Sambung Exel, dan Riyan hanya menggelengkan kepala menanggapi pertanyaan Exel.


"Terus siapa yang suruh kamu pulang? Apa jangan-jangan kamu punya simpanan ya di rumah?" Sambung Arlan menggoda Riyan.


"Bukan simpanan, tapi istri Pak Riyan pastinya yang memintanya untuk segera pulang. Biasalah pengantin baru. Tidak ingin jauh dari suami." Sambung Bastian yang membuat beberapa orang yang ada di situ, langsung menatap Riyan dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.


"Apa... Istri...? Ini benar ngga sih Yan..? Mengapa begitu banyak rahasia kamu yang tidak kita ketahui..? Sampai kamu menikah saja kita ngga tahu." Tanya Exel dengan tampang yang terlihat begitu kaget.

__ADS_1


"Aku saja baru tahu setelah Pak Riyan kembali dari Indonesia." Sambung Bastian yang membuat mereka semua semakin bingung.


Riyan yang sudah tidak bisa untuk menutupi apa yang sudah dia sembunyikan dari teman-temannya, hanya terdiam dengan tampang tanpa ekspresi. Dia begitu bingung untuk menjelaskan apa yang jadi pertanyaan teman-temannya saat itu. Apalagi ekspresi wajah teman-temannya terlihat begitu sangat kecewa, dengan apa yang baru mereka ketahui.


"Ini maksudnya ap sih Yan? Masa di hari spesial dalam hidup kamu, kamu sama sekali tidak memberitahukannya kepada kita teman-temanmu?" Ujar Erlando sedikit protes.


"Kalian jangan salah faham! Aku minta maaf atas semuanya. Sebenarnya aku juga tidak tahu kalau pernikahanku, akan di laksanakan secepat itu. Walaupun aku dan adik sepupuku itu sudah di jodohkan sejak kecil. Pernikahanku terjadi dengan begitu mendadak. Jadi aku sama sekali tidak sempat memberitahukan kalian semua." Jelas Riyan sambil menatap teman-temannya satu persatu.


"Astaga Yan,, jadi kamu menikah dengan adik sepupumu sendiri? Mengapa kamu mau menerima perjodohan? Ini bukan zaman Siti Nurbaya Yan." Ujar Erlando sambil tersenyum menatap Riyan.


"Pantas saja kamu tidak pernah serius dengan setiap wanita yang mendekatimu selama ini. Padahal kamu ini sudah menjadi milik orang dari masih kecil. Hahahaha.." Sambung Exel dengan suara tawa, yang membuat para pengunjung lainnya langsung menoleh ke arahnya.


"Iya benar Yan,, aku tu sedikit kaget juga bingung dengan semua ini. Riyan laki-laki yang selalu di idolakan setiap wanita. Ternyata sudah di ikat dalam perjodohan." Sambung Arlan sambil tersenyum menatap Riyan.


"Terus sekarang bagaimana dengan rumah tanggamu? Aku yakin kamu pasti tidak bahagia. Aku jadi ikut prihatin Yan, sama nasib kamu." Sambung Erlando sambil menatap Riyan dengan tatapan haru. Dan Riyan hanya terdiam tanpa suara, mendengar apa yang di katakan oleh sahabatnya itu.


"Siapa bilang Pak Riyan tidak bahagia? Malah sekarang kebahagiaan Pak Riyan semakin sempurna menurut aku." Sambung Bastian yang membuat beberapa orang yang lainnya, jadi bingung dan sedikit penasaran.


"Apa itu benar Yan?" Tanya Exel dengan tatapan mencari tahu. Dan Riyan hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Exel.


"Apa sekarang kamu sudah mencintai adik sepupumu itu?" Tanya Erlando penasaran.

__ADS_1


"Iya. Aku sangat mencintainya." Jawab Riyan singkat.


"Ko bisa ya? Dengan begitu cepat cinta tumbuh di dalam perjodohan? Hubungan yang di bangun sejak lama saja, belum tentu bisa menumbuhkan cinta." Sambung Arlan dengan tampang kebingungan.


"Siapapun akan jatuh cinta dengan wanita secantik istri Pak Riyan. Mana ada laki-laki yang tidak mencintai wanita sesempurna itu?" Sambung Bastian yang membuat teman-teman Riyan jadi semakin penasaran, dengan sosok wanita yang sudah menjadi istri sahabat mereka yang super cuek itu.


"Yan,, mana foto istri kamu? Aku ingin lihat seperti apa sosok wanita yang sudah meluluhkan hatimu." Ujar Erlando.


"Aku tidak menyimpan fotonya di ponsel aku." Jawab Riyan yang membuat mereka semua jadi bingung.


"Ko kamu tidak menyimpan foto istrimu sendiri?" Tanya Exel bingung.


"Aku tidak perlu menyimpan fotonya di ponselku. Karena kapan saja bisa terhapus. Dia sudah tersimpan rapi di dalam hatiku, yang tidak akan pernah terhapus sampai kapanpun." Jawaban Riyan yang membuat beberapa orang yang ada di sekelilingnya, jadi terdiam dengan tampang penuh kekaguman.


"Aku salut sama kamu bro. Kamu adalah laki-laki yang selalu bisa meyakinkan wanita tanpa banyak berkata-kata. Tidak seperti Exel yang setiap hari selalu mempelajari kata-kata pujangga untuk merayu wanita. Tapi ujung-ujungnya tetap di tinggalkan." Sambung Erlando yang membuat mereka semua langsung tertawa. Terkecuali Deni yang sejak tadi hanya mematung tanpa ekspresi.


"Ya sudah. Kalau gitu kita langsung pulang saja. Soalnya istrimu sudah menunggu. Tapi kamu harus janji, untuk mengenalkan istrimu kepada kita." Ujar Exel.


Dalam perjalanan pulang, Riyan melajukan mobilnya sambil memikirkan suasana di restoran tadi. Dia menjadi sedikit lega karena apa yang dia sembunyikan selama ini, sudah terbongkar oleh Bastian. Karena sebenarnya, Riyan ingin sekali memberitahukan status pernikahannya, setelah mendengar obrolan teman-temannya atas sosok istrinya. Dengan tatapan lurus ke depan, Riyan pun mulai berkata-kata di dalam hatinya.


"Aku akan memperkenalkan dirimu kepada dunia. Kalau kamu adalah satu-satunya wanita di dalam hatiku. Biar tidak ada yang berani mendekatimu, apalagi membanggakan kecantikanmu."

__ADS_1


Riyan yang merasa sedikit terancam dengan obrolan teman-temannya, yang begitu mengagumi kecantikan istrinya. Ingin secepatnya mempublikasikan siapa jelmaan bidadari itu di dalam hidupnya. Dan dia sudah berencana untuk memperkenalkan Fara, tepat di hari lahirnya yang tinggal sebulan lagi.


__ADS_2