
Selesai bersalaman dengan penghulu juga beberapa orang di sekeliling mereka, yang tidak lain adalah keluarga besar Permana, Reza langsung berdiri tapi Melda dengan segera meraih ujung bajunya, dan menatapnya dengan tatapan yang sedih. Melihat tatapan wanita yang sudah sah menjadi istrinya itu, Reza pun mengerti apa yang ada di dalam pikirannya. Akhirnya Reza kembali duduk di sampingnya, kemudian membisikan sesuatu yang membuat Melda jadi terharu.
"Kamu ngga perlu khawatir! Ada aku yang akan selalu menjadi kaki untukmu melangkah." Ucapan Reza yang begitu menyentuh hati Melda.
Dengan gagahnya, Reza mengangkat tubuh mungil itu dan melangkah menuju tempat yang sudah di siapkan untuk mereka berdua. Melihat apa yang di lakukan oleh Reza, semua yang ada di situ semakin terhanyut dalam suasana haru. Mama Alira yang begitu dekat dengan Meymey Mamanya Melda, hanya bisa meneteskan air mata sambil berkata-kata di dalam hatinya.
"Mey,, kamu ngga perlu khawatir! Putrimu sekarang sudah mendapatkan laki-laki yang tulus mencintainya dengan segala kekurangannya. maafkan aku yang tidak bisa menjaga putri kesayanganmu dengan baik. Tapi aku janji, akan selalu menyayanginya seperti putriku sendiri." Janji Mama Alira yang di ucapkan dalma hatinya.
Melihat keadaan istrinya, Papa Fahri yang sedang berdiri tepat di samping wanita cantiknya itu, langsung memeluknya dan mengusap-usap punggung Mama Alira sambil bertanya.
__ADS_1
"Kamu kenapa sayang?" Tanya Papa Fahri sambil mendekap Mama Alira dalam dekapannya.
"Aku teringat dengan Meymey Mas. Dia pasti akan sangat bahagia apabila bisa menyaksikan semua ini. Semua orang tua akan berbahagia di hari pernikahan anaknya." Mama Alira menjawab dengan isakan tangis mengenang sosok orang tua Melda.
"Meymey dan Refan memang sudah pergi meninggalkan dunia ini. Tapi mereka pasti sedang berbahagia di alam sana, melihat putri kesayangan mereka mendapatkan kebahagiannya." Ujar Papa Fahri yang sudah menatap wajah istrinya, sambil menghapus air mata dari wajah cantik Mama Alira.
Ikatan Papa Fahri dan Refan Papanya Melda hanyalah sepupu. Tapi kedekatan mereka sudah seperti saudara kandung. Begitupun dengan Mama Alira dan Meymey Mamanya Melda. Kasih sayang yang selalu di utamakan dalam keluarga terpandang itu, membuat mereka semua hidup dengan rukun dan penuh cinta kasih antara saudara.
Sebagai laki-laki yang sempurna, ingin sekali Reza menghabiskan malam pertamanya dengan penuh gairah dalam bercinta. Namun kondisi Melda yang tidak memungkinkan, membuatnya harus menahan diri dan mengendalikan hasratnya yang sudah mulai bergejolak di dalam dadanya.
__ADS_1
Kesabaran Reza sebagai seorang laki-laki dewasa, sangat teruji dengan keadaan mereka malam itu. Melda yang mengenakan baju tidur yang begitu seksi, tidur dalam dekapan Reza yang sedang bertelanjang dada. Tapi cinta Reza yang tulus terhadap Melda, membuatnya tidak sanggup untuk menyakiti Melda. Dengan sekuat hati, Reza berusaha untuk menahan keinginannya walaupun itu sangat sulit baginya.
Sedangkan Faris yang begitu gila dengan tubuh istrinya, kini sudah bisa terkendali. Dia yang tidak pernah bisa tidur sebelum melepaskan hasratnya, selalu terlelap tanpa meminta haknya kepada Aleta beberapa malam ini. Aleta merasa sedikit legah dengan perubahan suaminya itu. Apalagi saat itu, kondisinya sama sekali tidak bisa di paksakan untuk melayani hasrat gila suaminya.
Kebahagian keluarga Permana menjadi sangat sempurna, dengan bertambahnya anggota keluarga baru, yang tidak lain adalah Reza juga Alfa putra pertama Faris dan Aleta. Tapi Reza yang tidak pernah mengharapkan pemberian orang, sudah memutuskan untuk kembali ke Malaysia bersama Melda.
Reza tidak ingin menggantungkan masa depannya dengan harta peninggalan orang tua Melda, walaupun itu hak Melda sebagai anak satu-satunya. Keputusan Reza langsung di dukung penuh oleh Melda. Sebagai seorang istri, Melda ingin menjadi yang terbaik untuk Reza. Dia sudah siap hidup bersama Reza jauh dari keluarganya.
Malam pertama kedua pengantin baru itu sangat berbeda dengan malam pertama pengantin baru pada umumnya. Malam itu mereka habiskan untuk membahas masa depan rumah tangga mereka. Termasuk keputusan untuk menetap di negeri Jiran.
__ADS_1
Semua yang mereka rencanakan sama sekali belum di ketahui anggota keluarga Permana. Melda sebenarnya begitu berat meninggalkan keluarganya yang sangat dia sayangi. Tapi sebagi seorang istri yang baik, dia harus mengikuti keputusan suaminya. Selain mengikuti Reza ke Malaysia, Melda juga terpaksa harus pindah kuliah ke sana.
Kesedihan pasti akan sangat terasa di dalam keluarga itu, di saat melepaskan kepergian Melda dengan keadaannya yang seperti itu. Tapi semua itu adalah kewajiban Melda yang sudah menjadi milik orang lain. Melda sudah mengambil keputusan untuk menitipkan semua harta warisannya, kepada Papa Fahri juga Faris selama dia dan Reza belum bisa untuk memilikinya.