Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 53. Cinta Yang Tak Berbalas.


__ADS_3

Derasnya hujan yang tidak kunjung redah, menetes menembus dedaunan rindang tempat berteduh Riyan dan juga Fara. Mereka terjebak dalam suasana yang begitu sepi di sebuah taman, dengan keadaan Fara yang semakin mempengaruhi pikiran Riyan sebagai seorang laki-laki dewasa.


Pakaian Fara yang sudah basah kuyup, semakin menampakkan bentuk tubuhnya. Belahan dadanya terlihat begitu nyata, karena dress yang dia kenakan semakin melekat dan transparan di tubuhnya. Dan hal itu seketika membuat laki-laki dingin yang ada di depannya, jadi semakin membeku dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Tatapan Riyan sangat menunjukkan kalau dia begitu tergoda, dengan pemandangan indah di depannya. Namun pikiran liarnya saat itu, tidak mampu mengalahkan kebenciannya terhadap Fara juga keluarga besarnya.


Kebencian Riyan kepada keluarga Ibunya, sudah dia tumpahkan kepada Fara calon istrinya. Dan semua itu membuatnya tidak sudi untuk tergoda ataupun jatuh cinta, kepada gadis lugu juga polos di hadapannya itu. Sedangkan Fara yang sama sekali tidak menyadari apapun, dan sudah terlanjur jatuh hati kepada Riyan, mengharapkan perlindungan dalam keadaan menggigil menahan kedinginan.


"Mas Riyan,, aku dingin bangat." Ujar Fara dengan bibir yang sudah bergetar sambil memeluk lengan Riyan.


"Ya sudah. Kalau gitu ayo kita pulang sekarang!" Jawab Riyan sambil menatap Fara yang sudah basah kuyup sama seperti dirinya.


"Aku ngga bisa jalan lagi." Jawab Fara dengan wajah yang sudah semakin pucat.


"Kenapa kamu ngga bisa jalan?" Tanya Riyan bingung sambil menatap Fara dengan tatapan yang begitu dingin.

__ADS_1


"Aku ngga bisa nahan dingin terlalu lama,," Ujar Fara merengek sambil mengencangkan pelukannya di lengan Riyan.


Fara yang terlahir prematur, memiliki kekebalan tubuh yang sangat tidak kuat. Sejak kecil dia tidak pernah di izinkan untuk bermain di luar rumah, apalagi di waktu hujan deras seperti itu. Setiap hari dia selalu mandi menggunakan air hangat pagi dan sore hari, karena itu yang di anjurkan Dr pribadinya. Dan karena itulah yang membuat dia tidak bisa menahan dingin terlalu lama.


Ingin sekali Riyan melepaskan pelukan Fara dari lengannya, karena dia sangat tidak suka di perlakukan seperti itu oleh wanita yang sangat dia benci. Namun rencana yang sudah di siapkan sejak lama, membuat dia terpaksa harus bisa tenang menghadapi semuanya.


"Lalu mau kamu gimana?" Tanya Riyan sambil menatap Fara dingin.


Dengan hati yang tak rela, Riyan terpaksa mengikuti kemauan Fara. Dia menggendong calon istrinya itu dengan raut wajah yang sangat datar. Dan tiba-tiba ingatan akan penderitaan Ibunya mulai merasuki pikirannya, yang membuatnya sampai tak sudi menatap wanita lugu dalam gendongannya itu. Dengan tampang penuh kekesalan, Riyan menatap lurus ke depan sambil terus melangkah, menuju jalan raya tanpa berkata apa-apa.


Sedangkan Fara yang sudah sangat kedinginan, hanya memejamkan mata sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Riyan. Gadis polos yang sudah tenggelam dalam rasa yang datang dengan seketika, terlihat begitu nyaman di dalam gendongan laki-laki tampan yang sama sekali tidak mencintainya.


Kecantikan juga penampilan Fara yang begitu menggoda, sama sekali tidak ada artinya di depan Riyan setelah penderitaan Ibunya, kembali datang menyelimuti hati dan pikirannya. Keyakinan yang sudah dia tanamkan untuk membalas sakit hatinya, kepada Fara atas penderitaan Ibunya, sampai membuat Riyan tidak pernah menghayal akan kebahagiaan berumah tangga.

__ADS_1


Sampainya di samping jalan raya, Riyan segera menurunkan Fara dari gendongannya setelah melihat sebuah taksi dari arah sana. Dan Fara yang sudah berdiri di samping Riyan, kembali melingkarkan tangannya di lengan Riyan sambil berkata.


"Mas Riyan,, kita kan bisa menelpon supir di rumah untuk menjeput kita." Ujar Fara yang sedang menggigil menahan kedinginan, di bawah guyuran hujan yang tak kunjung reda.


"Kamu kan ngga bisa menahan dingin. Jadi kita langsung pulang saja pakai taksi." Jawab Riyan sambil melambaikan tangannya kepada taksi yang sudah mendekat ke arah mereka.


Mendengar perkataan Riyan, Fara langsung tersenyum karena merasa bahagia di perhatikan oleh calon suaminya yang super cuek itu. Dalam pikirannya, Riyan memilih untuk naik taksi karena merasa khawatir dengan keadaannya. Fara yang sudah terlanjur jatuh cinta, telah masuk ke dalam perangkap Riyan, yang sudah di atur sebaik mungkin sejak lama.


Setelah menyadari perjodohannya dengan Fara, Riyan sudah memiliki rencana untuk berusaha membuat Fara jatuh cinta padanya terlebih dulu. Karena menurutnya, wanita yang sudah terlanjur mencintai akan sangat mudah di buat terluka. Tapi di saat melihat tatapan juga tingkah Fara, Riyan berpikir kalau dia tidak perlu untuk melakukan apapun, karena Fara sudah jatuh dalam lembah cinta yang tak berbalas.


Cinta suci gadis polos dan lugu itu, di jadikan sebagai senjata untuk Riyan membalas sakit hatinya. Tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk menerima musibah yang terjadi pada Ibunya. Dan itulah yang membuat mata hati seseorang laki-laki sejati hilang dari dalam dirinya. Dia tidak pernah memiliki cinta di dalam hidupnya. Selain cinta kepada Ibunya yang sudah begitu menderita, membesarkan dirinya dengan keadaan yang tidak sempurna.


Walaupun tidak pernah mengeluh akan keadaannya, tapi Riyan tahu Ibunya sangat menderita menjalani hari-hari selama puluhan tahun, dengan keadaan cacat seperti itu. Riyan yang begitu gegabah dalam mengambil keputusan, tidak pernah berpikir tentang akibat dari apa yang akan dia lakukan nanti terhadap Fara. Tanpa dia sadari, kemarahan juga dendam yang sudah menguasai dirinya, akan menghancurkan keluarganya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2