
Setelah beberapa jam dalam perjalanan. Fara yang sejak tadi terus-menerus gangguin suaminya dengan segala pertanyaan, juga tingkahnya yang ganjen sudah terlelap di pundak pria kakunya itu. Fara tertidur sambil memeluk sebelah lengan Riyan. Yang memperlihatkan suasana yang sangat romantis. Dan keadaan mereka saat itu, membuat seseorang yang berada tidak jauh dari mereka, semakin penasaran dengan lirikan mata yang menunjukkan kekesalan.
Siapapun wanita yang melihat ketampanan juga kesempurnaan fisik pria kaku itu akan merasa sangat penasaran. Tapi Riyan bukanlah pria yang mudah tergoda. Dia tidak seperti pria kaya pada umumnya. Yang mempergunakan segala yang mereka miliki untuk mendapatkan setiap wanita yang mereka inginkan.
Riyan yang tadinya merasa sangat malu akan tingkah laku istrinya, hanya terdiam sambil membaca koran yang tadi sempat dia beli di bandara sebelum naik ke pesawat. Dia begitu santai menikmati bacaannya itu. Tapi tiba-tiba wajahnya berubah aneh. Di saat melihat beberapa gambar yang ada di dalam koran yang sedang dia baca itu. Juga lampiran artikel di bagian atasnya.
#Putri konglomerat yang memiliki kecantikan tiada tara. Dialah Fara Permana yang selalu menjadi incaran para kaum pria#
__ADS_1
Melihat beberapa gambar istrinya juga artikel yang ada di atasnya. Riyan seketika jadi berekspresi aneh. Entah apa yang terjadi padanya. Namun dari raut wajahnya terlihat seperti dia sangat kesal. Dengan tampang yang semakin datar, Riyan pun langsung meremas dan melempar koran itu ke atas lantai. Kemudian dia menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi tepat duduknya, sambil menarik nafas panjang dan membuangnya kasar.
"Hmmmmm...
Riyan menarik nafas panjang sambil menatap ke arah atas dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. Dia seketika jadi merasa terganggu dengan artikel yang ada pada beberapa gambar istrinya. Dan di saat dia sedang kebingungan memikirkan semua itu. Sebelah tangan Fara yang melingkar di lengannya, tiba-tiba terlepas dan mendarat tepat pada sasaran. Dan lebih parahnya lagi, Fara yang masih memejamkan mata langsung menggerakkan telapak tangannya, dan membuat Riyan seketika jadi pucat karena takut di lihat oleh orang-orang yang ada di samping mereka.
Dengan buru-buru Riyan yang sudah menegang langsung meraih tangan Fara, dengan wajah yang terlihat begitu panik. Apa yang di lakukan oleh Fara hampir membuat Riyan tidak bisa untuk bernafas saking tegangnya. Dia tidak bisa bayangkan kalau apa yang baru saja di lakukan istrinya, di lihat oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka.
Melihat Fara yang sudah terdiam dengan mata masih terpejam di dadanya. Riyan langsung menoleh ke arah samping dengan tampang yang masih terlihat tegang. Untung saja orang-orang yang ada di sekeliling mereka juga sedang terlelap. Jadi tidak ada yang mengetahui apa yang baru saja terjadi.
Karena merasa khawatir dengan kelakuan istrinya yang sangat ceroboh. Walau dalam keadaan tertidur. Riyan yang juga merasa ngantuk memilih untuk terus terjaga. Dia memutuskan untuk mengawasi Fara yang sedang tertidur dengan begitu nyenyaknya.
Apa yang di lakukan oleh Fara serentak mengagetkan Riyan yang masih tersandar di sandaran kursi pesawat. Riyan dengan segera meraih tangan Fara dan menarik pundaknya. Namun apa yang di lakukan oleh Riyan malah membuat Fara yang memang begitu sangat genit, jadi semakin berani.
"Fara,, di sini ada banyak orang. Apa yang kamu lakukan itu sangat tidak pantas." Ujar Riyan dengan posisi wajahnya hampir menyentuh, wajah wanita cantik di hadapannya itu.
__ADS_1
Melihat wajah tampan suaminya yang hampir menempel dengannya, Fara tanpa berpikir panjang langsung mengecup pipi suaminya. Dan itu membuat Riyan langsung mematung dengan mata yang terbelalak saking kagetnya. Melihat wajah Riyan yang seperti maling tertangkap basah, Fara pun langsung terkekeh. Kemudian dia mendekatkan wajahnya ke arah Riyan dan berbisik.
"Mas,, kamu tu tampan bangat. Tapi sayang kamu begitu cemen. Masa di kecup sama istri sendiri langsung panik seperti itu. Hehehe," Fara berbisik sambil terkekeh tepat di depan wajah suaminya.
Melihat tingkah istrinya yang begitu mengejek, Riyan merasa sangat di remehkan sebagai seorang suami. Sedangkan Fara masih terus terkekeh melihat tampang pria dingin di hadapannya itu. Dia merasa sangat lucu dengan sikap malu suaminya. Dan tidak lama suara tawa Fara langsung terhenti, karena Riyan sudah membungkam mulutnya dengan ******* yang menggila.
Riyan begitu kesal dengan ejekan Fara terhadapnya. Sampai-sampai dia menyerang Fara, tanpa memikirkan orang-orang yang berada di sekeliling mereka. Untung saja semua orang-orang masih tetap terlelap. Niat ingin menunjukkan sikapnya sebagai laki-laki yang sempurna terhadap Fara, malah membuat Riyan seketika menjadi buas.
Fara yang tadinya begitu bersemangat menjahili suaminya seketika berubah menjadi panik. Dengan mata yang terbuka lebar, Fara berusaha untuk mendorong suaminya karena khawatir di lihat lihat orang-orang yang ada di situ. Tapi Riyan yang sudah di kuasai hasratnya, dengan cepat meraih tangan Fara dan mencengkeramnya sangat kencang.
Fara yang sudah terperangkap dalam kebuasan suaminya sudah tidak bisa untuk menghindar. Dia hanya bisa menerima apa yang di lakukan Riyan dengan mata yang sudah mulai berkaca-kaca, karena merasa di lecehkan oleh suaminya sendiri di depan umum. Riyan begitu menggila dengan kenikmatan saat itu. Sampai-sampai dia sama sekali tidak menyadari keadaan istrinya yang sudah mulai menangis. Tapi tidak lama suara Isak tangis Fara pun keluar. Yang membuat Riyan langsung tersadar dengan apa yang sedang dia lakukan.
Dengan segera Riyan langsung melepaskan Fara dan menatapnya tanpa bersuara. Riyan seketika jadi bingung dengan sikap Fara yang tidak bisa untuk di tebak. Karena baru beberapa menit yang lalu, Fara yang mulai menggoda juga mengejeknya kalau dia terlalu cemen sebagai seorang suami. Tapi sekarang dia malah menangis di saat Riyan melakukan semua itu.
"Mengapa kamu menangis? Bukannya ini yang kamu inginkan?" Bisik Riyan di samping telinga Fara.
__ADS_1
Mendengar apa yang di katakan oleh Riyan barusan, semakin membuat Fara merasa tidak di hargai sebagai seorang istri. Dia hanya bisa meneteskan air mata untuk meluapkan kekesalannya atas segala perlakuan Riyan barusan. Dan sikapnya itu membuat Riyan yang tidak pernah mengerti akan wanita semakin kebingungan.
Riyan tidak tahu harus berkata apa untuk menenangkan Fara. Dan di saat dia hendak menyentuh pundak Fara yang sudah memalingkan wajah ke arah jendela pesawat, Fara dengan serentak langsung menepis tangan Riyan dengan sangat kasar tanpa bersuara sama sekali.