
Riyan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, melintasi jalanan yang sudah terlihat sangat sepi karena waktu sudah menunjukkan pukul 1:30 malam. Cemburu yang sudah menguasai dirinya, membuatnya sampai tidak bisa untuk berpikir jernih. Riyan benar-benar sakit hati mendengar cerita Deni tentang hubungannya bersama Fara. Walaupun itu hanya cerita masa lalu, namun Riyan begitu kecewa karena menganggap istrinya sangat munafik, berprilaku seperti wanita baik-baik yang begitu polos.
Sedangkan Fara yang berada sendirian di dalam kamar apartemen mewah milik Riyan, tidak bisa untuk tidur karena memikirkan suaminya yang entah di mana. Dia begitu sedih memikirkan sikap Riyan yang gampang berubah-ubah tanpa alasan. Karena begitu polosnya sehingga Fara sama sekali tidak menyadari, kalau suaminya marah karena salah paham dengan apa yang dia bicarakan tadi.
Sambil melajukan mobil, Riyan tidak henti-hentinya memikirkan apa yang tadi di katakan oleh Deni. Orang yang baru dia kenal. Cinta yang sudah tertanam di dalam hatinya, membuat luka yang amat perih hanya karena sebuah cerita palsu, yang di karang oleh Deni. Dengan tatapan terlihat begitu datar, Riyan pun mulai berkata-kata di dalam hatinya.
"Mengapa aku terlalu bodoh untuk mempercayai kemunafikan Fara? Dia sama saja dengan wanita-wanita yang ada di negara ini. Tidak mungkin di zaman ini ada wanita yang bisa menjaga kesuciannya. Aku sangat menyesal sudah membuka hati ini untuknya."
Karena dia melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, sehingga tidak memakan waktu lama si beruang kutub itu sudah sampai di depan gedung apartemen mewahnya. Dengan tampang yang begitu menakutkan, Riyan melangkah tanpa memperdulikan penjaga pintu yang sedang menyapanya. Kemarahannya saat itu benar-benar di luar kendali, karena rasa cemburu yang sudah membutakan mata hati juga pikirannya.
Dengan buru-buru Riyan memasuki lift menuju lantai atas. Dalam benaknya hanya ada kekecewaan atas sesuatu yang tidak pernah terjadi, dalam masa lalu wanita yang sudah dia nikahi itu. Sampainya di depan pintu kamar, tanpa mengetuk pintu ataupun bersuara, Riyan langsung menendang pintu kamar yang tidak terkunci dengan sangat keras. Dan hal itu membuat Fara yang sedang memeluk guling dengan posisi membelakangi pintu langsung terkejut.
"Mas.. Apa yang kamu lakukan..?" Tanya Riyan dengan tampang kebingungan menatap ke arah suaminya, yang sudah seperti patung di depan pintu dengan tatapan yang menakutkan.
Riyan yang sudah sangat emosi dengan semua cerita Deni, semakin memuncak amarahnya di saat melihat penampilan Fara, yang begitu seksi dengan baju tidur transparan membalut tubuhnya. Ekspresinya saat itu bagaikan predator yang siap menerkam mangsanya. Karena pengaruh minuman yang tadi dia konsumsi juga rasa cemburu yang sudah menguasai dirinya.
"Mas,,, ada apa sama kamu?" Tanya Fara lagi karena Riyan masih tetap terdiam.
__ADS_1
"Mengapa kamu berpakaian seperti itu?" Tanya Riyan dengan tatapan tajam ke arah bra juga celana dalam Fara, yang terlihat jelas dari balik baju tidur transparan yang di kenakan istri cantiknya itu.
"Ngga apa-apa. Aku memang selalu tidur dengan pakaian seperti ini." Jawab Fara santai sambil melihat ke bagian tubuhnya sendiri.
"Dasar wanita tidak tahu malu.." Ujar Riyan sambil memalingkan wajahnya ke arah samping, dengan senyum sinis yang mengembang di wajahnya.
"Apa kamu bilang? Wanita tidak tahu malu? Kita itu suami istri. Jadi buat apa kamu mengatakan hal itu padaku?" Tanya Fara dengan nada yang terdengar kesal.
"Karena kamu itu hanya orang munafik, yang berprilaku seperti wanita baik-baik." Ujar Riyan yang membuat Fara semakin kebingungan dan merasa kesal.
"Apa maksudmu berkata seperti itu?" Tanya Fara serentak.
Fara benar-benar kebingungan dengan apa yang baru saja di katakan oleh Riyan. Sampai-sampai Dia tidak bisa untuk berkata-kata. Namun diamnya Fara itu, malah membuat Riyan semakin berpikir buruk tentangnya. Dan kembali mengeluarkan kata-kata yang menghancurkan hati Fara.
"Kalau aku tahu siapa kamu sebenarnya sejak awal, aku ngga akan mau untuk menikahimu. Aku tidak ingin memperistri wanita yang sudah menjadi bekas dari laki-laki lain." Ujar Riyan dengan suara yang terdengar sangat jelas, yang membuat mata Fara langsung terbelalak saking kagetnya.
"Apa maksud kamu berkata seperti itu..? Kamu pikir aku ini wanita apaan..?" Tanya Fara dengan nada yang tinggi juga mata yang sudah mulai berkaca-kaca.
__ADS_1
Hati Fara begitu hancur mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Riyan. Walaupun sikap Riyan selalu dingin terhadapnya, namun Fara tidak pernah menyangka laki-laki yang dia cintai itu, akan mengeluarkan kata-kata menyakitkan seperti yang baru saja dia katakan.
"Mengapa kamu bisa berkata seperti itu terhadapku..? Aku ini istrimu... Bukan wanita bayaran yang bisa seenaknya kamu katai." Fara berkata-kata dengan air mata yang sudah meluncur membasahi pipinya.
"Iya,,, kamu adalah istriku. Tapi aku menyesal menyesal sudah menikahimu." Ujar Riyan yang membuat hati Fara semakin sakit.
"Aku juga menyesal karena telah menjadi istri dari laki-laki dingin seperti mu.." Kata-kata Fara yang membuat Riyan semakin bertambah marah.
"Memangnya kamu mau memiliki suami yang seperti apa? Yang tidak dingin, tidak cuek, dan tidak kaku seperti aku..? Kalau itu yang kamu inginkan, akan aku rubah sikapku malam ini untukmu." Riyan berkata-kata sambil melangkah mendekat ke arah tempat tidur.
Melihat Riyan yang sudah mendekat ke arahnya dengan tampang seperti seekor predator, rasa takut seketika timbul di dalam benak Fara. Dengan buru-buru dia langsung turun dari tempat tidur sambil bertanya.
"Mau apa kamu Mas..?" Tanya Fara dengan tampang penuh ketakutan.
"Aku mau tunjukan padamu, kalau aku bisa menjadi seperti yang kamu inginkan." Jawab Riyan dan mulai membuka kancing bajunya satu persatu.
Melihat apa yang di lakukan oleh Riyan Fara semakin ketakutan. Dengan tampang yang terlihat sangat panik, dia langsung bergegas untuk berlari menuju pintu. Namun dengan gerakan cepat, Riyan langsung melingkarkan tangannya di perut Fara dengan sangat kencang, sehingga membuat Fara tidak bisa untuk menghindar. Fara yang sudah terperangkap di dalam pelukan Riyan hanya bisa meronta-ronta, berusaha untuk melepaskan diri dengan suara teriakannya yang memenuhi seisi ruangan kamar itu.
__ADS_1
"Lepaskan aku... Lepas..." Teriak Fara sambil berusaha melepaskan tangan Riyan yang sudah melingkar di bagian perutnya. Namun Riyan sama sekali tidak melepaskannya. Dia malah semakin mengencangkan pelukannya, sambil menyerang Fara dari arah belakang dengan kecupan yang menggila.
Fara hanya bisa menangis dan terus berusaha melepaskan diri dari suaminya yang sudah menggila. Namun Riyan tidak menghiraukan tangisan Fara. Riyan yang sudah di pengaruhi oleh permainannya sendiri, semakin bersemangat menyusuri leher juga pundak istrinya dengan kecupan yang begitu berhasrat.