
Gerimis di malam itu tidak membekukan semangat Fara yang banyak tingkah, untuk menebar pesona di hadapan calon suaminya yang hanya terdiam seperti patung, di ruang keluarga bersama yang lain. Riyan yang duduk di samping Ibunya hanya fokus dengan ponsel di tangannya, sambil mendengar persiapan prewedding yang sedang di bahas untuk esok hari.
Penampilan yang begitu cantik dengan dress putih yang sedikit terbuka, membuat Fara semakin percaya diri. Dia melangkah menuju ruang keluarga sambil melirik ke arah Riyan, yang sama sekali tidak perduli padanya. Melihat ekspresi Riyan yang terkesan terlalu cuek, Melda yang tidak sengaja melihat lirikan Fara kepada putranya, langsung membuka suara yang membuat Fara semakin bersemangat.
"Yan,, kamu ngga ajak jalan Fara? Kan selesai menikah kalian sudah kembali ke Amerika." Suara Melda yang membuat Fara seketika tersenyum, karena jalan berdua dengan Riyan adalah keinginannya saat itu.
"Aku ngga tahu jalan Bu." Jawab Riyan begitu dingin. Karena dia memang tidak ingin jalan berdua dengan Fara.
Jangankan untuk jalan berdua, melihat penampilan Fara saja Riyan sudah sangat malas. Pakaian yang Fara kenakan, membuat Riyan berpikir kalau Fara itu bukanlah gadis yang benar. Tapi pada akhirnya dia pun terpaksa memilih untuk pergi bersama Fara, karena dia tidak ingin melakukan apa yang di minta oleh Ibunya.
"Kalau gitu kalian latihan untuk persiapan foto prewedding besok saja!" Perkataan Melda yang langsung di setujui Mama Alira juga Aleta Mamanya Fara.
"Iya,, itu ide yang bagus." Sambung Mama Alira.
"Ya sudah kalau gitu kalian bisa latihan sekarang." Tambah Aleta.
__ADS_1
"Apa-apaan sih Ma. Prewedding itu harus ikut arahan fotografer." Sambung Alfa datar.
"Ya sudah kalau gitu kita nonton saja Mas Riyan." Sambung Fara dengan tatapan yang begitu seksi ke arah Riyan.
Melihat tatapan Fara juga penampilannya, menimbulkan sedikit getaran aneh di dalam hati si beruang kutub itu. Perasaannya sedikit terkecoh oleh tatapan mata wanita jelita yang ada di depannya itu. Tapi dengan segera dia langsung membuang muka sambil berkata.
"Ayo kita pergi!" Ujar Riyan dan langsung melangkah menghampiri Fara dengan tampang khasnya.
Fara yang begitu bersemangat segera berpamitan kepada yang lainnya. Dan tanpa malu-malu dia langsung memeluk lengan Riyan, yang membuat seluruh anggota keluarga yang sedang menatap mereka jadi tersenyum.
"Kita jalan kaki saja!" Ujar Riyan dan segera melangkah pergi.
Mendengar apa yang di katakan oleh Riyan, membuat Fara langsung tersenyum ceria. Dalam pikirannya, laki-laki yang akan menjadi suaminya itu pasti ingin merasakan suasana romantis bersamanya, dengan berjalan kaki di malam yang begitu dingin.
__ADS_1
Fara yang memiliki sifat begitu agresif, dengan segera berlari mengikuti Riyan dan memeluk lengan Riyan semakin erat, yang membuat lengan Riyan langsung menempel di samping dadanya. Apa yang di lakukan Fara membuat Riyan seketika jadi merasakan sesuatu yang aneh.
Detak jantung Riyan seketika memburu dengan perasaan aneh yang tiba-tiba menghampirinya. Sebagai laki-laki dewasa, Riyan mulai serba salah dengan perasaan juga logikanya yang tak sejalan. Di alam pemikirannya, hanya ada dendam yang sudah tertanam sejak lama. Tapi perasaannya saat itu mulai menggoyahkan imannya, sebagai seorang laki-laki yang sempurna.
Hampir setengah jam mereka melangkah menyusuri jalan dengan posisi lengan Riyan terhimpit di samping dada Fara. Keadaan itu membuat Riyan semakin bertambah kacau dengan perasaan yang sudah sangat mempengaruhinya. Ingin sekali dia menghindar dari wanita agresif itu. Tapi tujuan yang sudah dia rencanakan sejak awal, membuatnya tidak ingin membuat Fara merasa curiga apabila dia terus menghindar.
"Mas Riyan,, kita ngga naik kendaraan?" Tanya Fara sambil mengangkat wajahnya menatap Riyan, yang hanya menatap lurus ke depan.
"Kita jalan saja. Aku ingin menikmati suasana dengan jalan kaki." Jawab Riyan tanpa menatap Fara.
"Tapi kita nanti basah kalau terus jalan seperti ini." Ujar Fara dengan nada suara yang sudah mulai berat karena merasa kecapean.
"Ini hanya gerimis, dan kamu itu bukan gula yang akan larut dengan setetes gerimis." Ujar Riyan sambil melirik Fara yang sudah menundukan kepalanya.
Fara yang sudah mulai kecapean berjalan, hanya memasang wajah cemberutnya sambil menundukkan kepala. Dan Riyan yang sempat meliriknya hanya mengembangkan senyum sinis, karena merasa berhasil membuat Fara tersiksa dengan jalan kaki. Melihat Fara yang sudah semakin kelelahan, Riyan semakin mempercepat langkahnya. Tapi tiba-tiba hujan deras pun turut yang membuat mereka berdua kaget, dan langsung berlari mencari tempat berteduh.
__ADS_1
Saat itu mereka berada di dekat taman yang begitu sepi, dan tidak ada tempat berteduh sama sekali. Karena tidak menemukan tempat berteduh, akhirnya mereka pun memilih untuk berteduh di bawah pohon yang cukup rindang setelah berlari beberapa meter. Fara yang sudah basah kuyup karena berlari cukup jauh, di bawah hujan deras menuju pohon tempat berteduh mereka saat itu, sudah mulai menggigil kedinginan.
Dress Fara yang berwarna putih terlihat begitu transparan karena basah dengan air hujan. Dan keadaannya saat itu sangat mempengaruhi penglihatan Riyan yang sejak tadi sudah mulai terganggu, dengan sikap Fara yang terkesan centil juga berani.