
Riyan yang memang tidak suka banyak bicara semakin mematung, sambil menikmati minuman yang dia sendiri tuangkan ke dalam gelas. Dia sudah mulai merasa tidak nyaman dengan beberapa orang di sekelilingnya, yang hanya membahas mengenai wanita. Riyan memiliki sifat yang sangat berbeda dengan laki-laki pada umumnya. Yang tidak henti-hentinya berbicara di saat sudah di pengaruhi minum keras.
"Banyak wanita cantik yang pernah aku temui. Namun tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan seorang wanita yang sampai saat ini tidak bisa aku lupakan." Ujar Deni yang sudah mulai mabuk.
"Aku tahu siapa wanita itu. Dia pasti wanita yang sudah membuatmu, Om juga Tante harus meninggalkan Indonesia." Sambung Arlan sambil tersenyum menatap Deni.
"Wow,,, ternyata kamu punya masa lalu yang menarik dengan seorang wanita." Sambung Erlando setelah meneguk segelas anggur.
"Maksud kalian apa? Ko bisa kamu dan keluargamu pergi meninggalkan negaramu hanya karena seorang wanita?"Tanya Exel yang duduk bersebelahan dengan Riyan dengan tatapan bingung.
"Dia bukan wanita biasa. Dia adalah seorang putri dari keluarga konglomerat. Dan dia sangat serasi denganku yang juga bukan laki-laki biasa." Jawab Deni dengan begitu sombongnya.
Melihat tingkah Deni yang menurutnya berlebihan, Riyan merasa semakin tidak suka dan ingin segera pergi. Namun di saat dia berpamitan pulang dan hendak berdiri, Exel langsung menahannya dan membuat dia dengan terpaksa kembali duduk.
"Aku pulang duluan ya,," Ujar Riyan dan hendak berdiri dengan tampang yang terlihat sangat dingin, karena merasa tidak suka dengan Deni yang banyak tingkah.
"Tunggu sebentar lagi! Ngga ada kan yang menunggumu di rumah?" Ujar Exel sambil menahan lengan Riyan, sehingga membuat Riyan kembali duduk tanpa berkata-kata.
Pernikahan Riyan sama sekali tidak di ketahui oleh teman-temannya. Karena sejak awal dia memang tidak ingin memberitahukan pernikahan yang tidak dia inginkan itu. Dan di saat itu dia pun tidak bisa untuk langsung memberitahukan semuanya. Walaupun dia sudah terlanjur mencintai Fara. Karena bagi dia itu bukan waktu yang tepat membicarakan urusan pribadinya. Riyan yang tidak bisa untuk berbuat apa-apa, walaupun dia sudah sangat jenuh dengan situasi yang ada, kembali mematung dengan tampang datarnya. Dia hanya bisa terdiam dengan perasaan sangat gelisah memikirkan Fara.
"Den,, kamu ini ternyata punya pengaruh yang besar di Indonesia. Terutama di depan wanita-wanita cantik." Ujar Exel sambil menatap Deni yang sedang berciuman dengan wanita yang ada di sampingnya tanpa ada rasa malu.
"Selain cantik dia juga berasal dari keluarga yang sangat kaya raya di Indonesia." Jawab Deni setelah menghentikan kegiatannya dengan wanita di sampingnya itu.
__ADS_1
"Oooo,, mantan pacar kamu seorang putri konglomerat di Indonesia? Aku penasaran bangat sama mantan pacar kamu itu." Tanya Erlando dengan tatapan kagum.
"Berarti kamu pasti sangat mencintainya. Secara kan dia memiliki semuanya." Ujar Erlando.
"Aku sih biasa-biasa saja. Malah dia yang sangat tergila-gila sama aku."Deni berkata-kata dengan tingkah yang begitu sombong.
"Beruntung bangat kamu Den. Selain mapan, kamu juga mampu menarik wanita-wanita kaya." Sambung Erlando memuji Deni.
"Aku penasaran banget sama mantan pacar kamu itu. Secantik apa sih dia?" Tamba Erlando.
"Aku selalu membawa fotonya kemanapun aku pergi." Ujar Deni sambil mengeluarkan selembar foto berukuran kecil yang ada di dalam dompetnya.
"Ini dia wanita cantik yang sangat tergila-gila padaku." Ujar Deni sambil menatap selembar foto berukuran kecil, yang baru saja dia keluarkan dari dalam dompetnya.
"Namanya Fara Permana. Dia sangat cantik dan menggoda." Ujar Deni sambil menunjukan foto itu kepada Arlan juga Erlando, yang duduk di sofa yang sama dengannya.
Mendengar nama itu, detak jantung Riyan langsung memburu seketika. Dengan tampang datarnya, dia menatap Deni yang sedang menyombongkan kecantikan yang memiliki nama sama seperti Fara istrinya. Di dalam hatinya, Riyan berharap kalau wanita di foto itu bukanlah wanita yang sudah dia nikahi. Namun nama di belakang wanita itu tidak mungkin bisa di gunakan oleh wanita lain selain istrinya.
"Wow,,, dia benar-benar cantik." Sambung Erlando memuji sambil menatap foto yang sudah dia ambil dari tangan Deni.
"Coba aku lihat!" Ujar Exel yang duduk bersebelahan dengan Riyan. Di saat foto itu sudah berada di tangan Exel, Riyan langsung kaget setelah melihat gambar Fara istrinya yang ada di dalam foto itu.
__ADS_1
Dengan tatapan yang terlihat begitu tajam, Riyan hanya bisa menatap wanita di dalam foto itu sambil mengepalkan kedua tangan saking marahnya. Dia merasa sangat kecewa mengetahui kenyataan kalau wanita yang dia nikahi itu bukan seorang wanita lugu. Riyan benar-benar merasa telah di bodohi oleh kepolosan Fara selama ini. Dengan perasaan yang sudah di kuasai amarah, Riyan pun mulai berkata-kata di dalam hatinya.
"Dasar... Wanita munafik. Ternyata dia hanya berpura-pura polos di hadapanku. Pantasan aja dia bilang kalau sudah banyak mengenal laki-laki lain sebelum aku."
Riyan berkata-kata di dalam hatinya sambil menatap foto yang ada di tangan Exel dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.
Cinta yang sudah menguasai hati Riyan membuatnya hampir gila, mengetahui masa lalu wanita yang sudah menjadi istrinya. Melihat sikap Deni yang sangat tidak ada etika, membuat Riyan berpikir kalau Fara bukanlah gadis yang masih suci seperti apa yang dia harapkan. Dan pemikiran itu semakin menambah kemarahannya. Melihat ekspresi Riyan, Exel jadi merasa ada sesuatu yang aneh dengan sahabatnya itu.
"Yan.. Kamu kenapa? Ko diam saja sejak tadi?" Tanya Exel dengan tatapan mencari tahu.
"Aku ngga apa-apa. Cuman merasa agak pusing."Jawab Riyan berbohong tanpa menatap Exel yang langsung percaya dengan perkataannya.
Di saat Riyan sedang berusaha menahan kemarahannya, Deni malah semakin sombong karena semua yang ada di situ memuji kecantikan Fara. Dan dengan liciknya, dia langsung berfikir untuk mengarang cerita di saat mendapat pertanyaan dari Erlando, yang dia kenal sebagai laki-laki playboy.
"Apa saja yang sudah kamu dapat dari dia?" Tanya Erlando dengan tatapan mencari tahu.
"Yang pastinya materi juga cinta dong." Sambung Arlan sambil tersenyum menatap Deni yang terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu.
Deni yang tidak mau kalah dalam hal apapun, seketika langsung berpikir untuk mengarang cerita tentang hubungan yang tidak pernah ada, antara dia dan Fara yang tanpa dia ketahui, sudah sah menjadi istri si beruang kutub di depannya.
"Aku sudah mendapatkan sesuatu yang sangat nikmat darinya. Dan kejadian itu tidak pernah aku lupakan sampai saat ini." Ujar Deni dengan begitu bangganya.
__ADS_1
Apa yang baru saja di katakan oleh Deni seketika menimbulkan amarah yang tidak bisa di kendalikan dalam hati Riyan. Tanpa menunggu lama dia pun langsung berdiri dan melangkah pergi meninggalkan teman-temannya, yang sedang di bodohi oleh Deni dengan semua cerita palsunya.