Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 99. Menjadi Kebanggaan Riyan.


__ADS_3

Fara yang terlihat begitu malu langsung buru-buru masuk ke dalam kamar mandi, tanpa berani menoleh ke arah Riyan, yang sedang menatapnya dari belakang sambil menertawainya. Fara benar-benar merasa semakin bodoh di depan Riyan. Sambil menutup mata dengan tubuh yang tersandar pada pintu kamar mandi, Fara pun mulai berkata-kata sendirian.


"Dasar stupid... stupid. Mengapa aku bisa tidak sadar dengan keadaanku tadi. Pasti Mas Riyan akan selalu mengejekku setelah ini. Aku memang wanita yang paling bodoh juga ceroboh." Ujar Fara dan langsung bergegas masuk ke dalam bathtub untuk merendamkan dirinya.


Cuaca yang begitu dingin di pagi itu, membuat Fara merasa sangat nyaman merendamkan dirinya, di dalam bathtub yang terisi dengan air hangat. Karena terlalu asyik berendam, sampai Fara akhirnya tertidur di dalam bathtub tanpa mengunci pintu kamar mandi dari dalam. Setelah setengah jam menunggu, Riyan mulai merasa ada yang aneh, karena sejak tadi dia tidak mendengar bunyi air di dalam kamar mandi.


"Lagi ngapain dia di dalam kamar mandi? Ko tidak ada bunyi air? Apa dia bercukur lagi?" Tanya Riyan dengan tampang kebingungan.


"Fara... Fara... Ngapain kamu di dalam?" Teriak Riyan tapi tidak ada jawaban sama sekali dari dalam kamar mandi.


"Apa terjadi sesuatu sama dia di dalam?" Tanya Riyan dengan raut wajah mulai panik.


Tanpa menunggu lama, Riyan yang hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya, segera bergegas melangkah menuju kamar mandi. Dengan buru-buru Riyan pun langsung membuka pintu kamar mandi, tanpa mengetuk terlebih dulu saking khawatir dengan keadaan istrinya.


"Astaga Fara... Ko bisa seperti ini sih?" Ujar Riyan setelah melihat Fara yang sedang terlelap di dalam bathtub.


"Fara... Fara bangun..! Fara..." Teriak Riyan yang membuat Fara langsung kaget dan terduduk sambil menatapnya bingung.


"Ada apa..?" Tanya Fara sambil menatap Riyan dengan tatapan kesal karena belum sepenuhnya sadar.


"Ada apa,,,? Coba kamu lihat ini di mana?" Tanya Riyan sambil menatap Fara yang sedang kebingungan, sambil menatap ke sana ke mari.


"Kamu ini benar-benar ceroboh. Di kamar mandi saja kamu bisa tidur senyenyak itu." Ujar Riyan sambil melepaskan handuknya yang membuat Fara langsung ketakutan.


"Mas.. Kamu mau ngapain..?" Tanya Fara sambil menutup dadanya dengan kedua tangannya.


"Ya aku mau mandi. Memangnya kenapa?" Tanya Riyan sambil meraih gagang shower.

__ADS_1


"Aku pikir..."


"Pikir apa...? Hee.. Kamu tu kalau belum dewasa, jangan suka berpikir kotor." Ujar Riyan sambil menyemprotkan air ke wajah Fara, yang terlihat malu atas apa yang dia pikirkan.


"Mas Riyan... Apa-apaan sih kamu..?" Teriak Fara dengan nada kesal.


"Siapa bilang aku belum dewasa?" Tanya Fara sambil terus menutupi dadanya dengan kedua tangannya.


"Aku yang bilang. Itu kan memang kenyataannya." Ujar Riyan sambil membasahi tubuhnya dengan guyuran air dari shower.


"Kalau aku belum dewasa, mengapa kamu mau tiduri aku?" Tanya Fara dengan tatapan sinis ke arah Riyan.


"Ya siapa suruh mau menikah? Jadi harus siap layani suami." Jawab Riyan.


"Dasar suami rakus." Ketus Fara tanpa mau menatap Riyan.


"Kepedean.. Siapa juga yang sayang?" Ujar Fara tanpa menatap Riyan.


"Ooo, jadi kamu ngga sayang ni? Ya sudah. Aku mau cari yang lain saja. Yang benar-benar sayang sama aku." Ujar Riyan yang membuat Fara langsung menarik tangannya kasar saking kesalnya.


Apa yang di lakukan Fara benar-benar fatal. Riyan yang sudah di penuhi busa sekujur tubuhnya. Langsung jatuh menimpa Fara. Dan tanpa sengaja bibir mereka pun saling menempel. Di saat menyadari keadaan mereka, Fara bergegas untuk mendorong tubuh suaminya. Tapi belum sempat dia melakukan itu, Riyan sudah menyerang bibirnya dengan sangat rakus.


"Mas... Aku ngga bisa gerak ni." Ujar Fara setelah memalingkan wajahnya ke arah samping.


Dengan segera Riyan pun langsung bangkit, dan buru-buru berbalik menghadap dinding, karena tidak ingin Fara melihat senjatanya yang sudah siap bertempur. Dengan begitu salah tingkah, Riyan segera membersihkan busa sabun yang ada di tubuhnya sambil berkata-kata di dalam hati.


"Benar-benar kamu ya. Baru di senggol sedikit saja sudah marah."

__ADS_1


Riyan berkata-kata di dalam hatinya sambil menatap ke arah bagian bawahnya dengan tampang kesal. Riyan sendiri benar-benar bingung dengan dirinya. Setelah hidup bersama dengan Fara, dia selalu lepas kendali di saat berada di dalam situasi seperti tadi. Terkadang dia merasa kesal pada dirinya sendiri yang tidak bisa untuk di ajak kompromi.


"Mas,, ayo cepat keluar! Soalnya aku tu mau mandi. Kamu ngga malu dengan keadaanmu yang seperti itu di depanku?" Tanya Fara yang membuat Riyan kesal.


"Kenapa harus malu? Ini bukan yang pertama kali kamu melihatku seperti ini. Dan bukan pertama kali juga aku melihatmu seperti itu. Kita itu suami istri. Dalam keadaan seperti ini itu adalah hal yang wajar." Ujar Riyan yang membuat Fara langsung mematung sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.


"Benar juga ya? Ini bukan yang pertama kita dengan keadaan seperti ini. Jadi buat apa aku harus malu?"


Fara yang sudah menyadari kesalahannya sendiri, yang merasa malu tanpa sehelai benang di depan suaminya. Langsung berdiri dari bathtub dan hendak melangkah ke bawah shower untuk bergabung dengan Riyan. Tapi dengan cepat Riyan langsung menahannya dengan kata-kata yang membuat Fara jadi bingung.


"Tunggu dulu di situ! Aku selesai mandi baru kamu mandi." Ujar Riyan sambil terus membelakangi Fara.


"Loh,, kenapa? Showernya kan ada dua. Lagian aku tu dingin bangat." Ujar Fara dengan tatapan bingung.


"Tunggu aja dulu sebentar! Lagian aku tu udah mau selesai. Aku ngga mau terkena busa sabun lagi." Riyan tetap berusaha mencari alasan, sambil terus menyembunyikan Riyan kecil yang sudah menegang sejak tadi.


"Ya sudah. Kalau gitu cepat dong..!" Ujar Fara dengan tampang cemberutnya.


Setelah sudah bersih, Riyan langsung buru-buru meraih baju mandinya, dan mengenakannya tanpa memperdulikan Fara, yang sedang menatapnya dengan tatapan centil juga pemikiran liar, sambil berkata-kata di dalam hatinya.


"Astaga,, aku benar-benar tidak tahan melihat bentuk tubuh suamiku yang begitu kekar. Rasanya aku ingin selalu ada di dalam dekapannya."


Fara yang sudah terlena akan kegagahan suaminya. Hanya tersenyum sambil menghayalkan sesuatu yang gila. Kejadian malam pertama yang begitu menyakitkan baginya. Seketika merasuki pikirannya yang membuat dia langsung menegang seketika.


"Hee.. Sampai kapan kamu mau menatapku seperti itu?" Tanya Riyan setelah selesai mengenakan baju mandinya.


"Sampai kiamat.. Puas kamu..? Sukanya buat orang kaget saja." Ketus Fara dan langsung bergegas mandi.

__ADS_1


Riyan yang melihat kekesalan istrinya, hanya tersenyum sambil menatap Fara yang terlihat begitu seksi dari arah belakang. Bentuk tubuh Fara yang sempurna dengan kulit putih nan mulus. Menjadi satu kebanggaan Riyan sebagai seorang suami. Tapi semua itu tidak pernah Riyan ungkapkan. Karena dia tidak ingin Fara semakin ganjen kalau mengetahui isi hati dan pikirannya.


__ADS_2