
Sampainya di depan sebuah penginapan yang terletak di tepi pantai, Faris pun segera keluar dari mobil dan melangkah mengikuti laki-laki yang membawa mereka ke tempat itu. Reza, Riyan juga Exel yang merasa kebingungan hanya melangkah mengikuti Faris tanpa mau bertanya banyak. Karena Reza dan Riyan percaya kalau keputusan Faris memang yang terbaik dalam mengatasi masalah.
"Yan,, mengapa orang seperti Om juga Papa kamu lebih memilih menginap di tempat sederhana dan sepi kaya gini?" Tanya Exel dengan nada suara yang terdengar sangat pelan.
"Semua keputusan Om aku tidak pernah salah. Dia orang yang begitu jenius dalam menghadapi masalah sebesar apapun. Tidak mudah untuk menebak rencananya. Jadi kita ikuti saja tanpa harus bertanya." Jawab Riyan yang membuat Exel langsung mengangguk tanda mengerti.
"Yan,, kita harus menginap di satu kamar." Ujar Faris dan langsung memasuki sebuah kamar yang berada paling pokok bersama Reza, Riyan juga Exel.
"Siapa nama kamu?" Tanya Faris kepada Exel setelah mereka berada di dalam kamar.
"Nama saya Exel Om." Jawab Exel sedikit gugup.
"Om tahu kamu orang yang baik juga tulus. Jadi Om harap, jangan pernah kamu membocorkan apa saja yang kamu ketahui selama bersama kita. Semua ini demi keselamatan Putri Om juga istri sahabatmu." Ujar Faris dengan senyum yang terlihat sedikit menakutkan bagi Exel.
"Saya janji akan merahasiakan semua ini Om. Bila perlu saya tetap berada di samping Riyan sampai Fara di temui." Jawab Exel yang membuat Faris langsung menggaguk sambil tersenyum.
Tepat pukul 7:30, Riyan yang sedang duduk bersama Exel di depan jendela kamar tempat mereka menginap itu, terlihat mulai gelisah. Dia yang tadinya tenang duduk bersandar di sebuah kursi, tiba-tiba berdiri dan melangkah ke sana kemari dengan raut wajah penuh beban. Melihat sikap Riyan yang hanya mondar-mandir di hadapannya, Exel pun langsung bersuara.
__ADS_1
"Kamu kenapa Yan?" Tanya Exel yang membuat Faris dan Reza langsung memalingkan wajah ke arah Riyan.
"Aku ngga apa-apa." Jawab Riyan dan kembali duduk di samping Exel.
"Wajar sebagai seorang laki-laki, merasa cemas saat berada dalam posisi kamu. Tapi kamu ngga perlu khawatir. Siapakah orang yang sedang bersama Fara, tidak berani mencelakai Fara kalau tahu Fara itu Putri Om." Ujar Faris berusaha menenangkan Riyan yang sudah semakin tegang.
Melihat cuaca yang sudah mulai gelap di luar sana, Riyan semakin cemas memikirkan keadaan Fara yang tidak tahu berada di mana. Namun mendengar apa yang di katakan oleh Faris barusan, membuat Riyan akhirnya duduk kembali sambil menarik nafas berulang-ulang berusaha menenangkan hati dan pikirannya.
"Semoga saja Fara mengatakan kalau dia itu putri kamu. Saya takut dia tidak mengatakan semua itu." Sambung Reza yang sejak tadi hanya terdiam di depan Faris.
Di saat mereka sedang mengobrol, membahas tentang Fara, tiba-tiba Faris langsung tersenyum saat matanya sekilas tertuju ke arah pintu kamar yang terkunci dari dalam. Reza dan Riyan yang merasa ada keanehan dari Faris hanya saling menatap satu sama lain tanpa bisa bersuara. Begitupun dengan Exel yang semakin kebingungan juga penasaran dengan sosok Faris yang sebenarnya.
Tidak lama Faris yang tadinya tersenyum seketika berekspresi menakutkan, saat menghubungi seseorang dan berbicara menggunakan bahasa Korea. Apa yang di bicarakan Faris dengan seseorang di ponselnya, sama sekali tidak di pahami oleh tiga orang yang ada bersamanya. Karena mereka sama sekali tidak mengerti dengan bahasa yang di gunakan Faris.
Percakapan Faris tidak terlalu lama dengan orang yang tadi menghubunginya. Entah apa yang sedang mereka bicarakan. Tapi dari raut wajah Faris, dia terlihat seperti sedang menantikan sesuatu yang tidak di ketahui ketiga orang yang ada bersamanya.
"Apa yang terjadi Ris?" Tanya Reza dengan tatapan mencari tahu, setelah melihat ekspresi Faris yang semakin menakutkan.
__ADS_1
"Ada apa Om? Apa ada informasi mengenai Fara?" Sambung Riyan yang semakin mengkhawatirkan keadaan istrinya.
"Tidak ada apa-apa. Kabar Fara belum di ketahui. Itu tadi orang suruhan Om. Mereka baru memulai pencarian." Jawab Faris.
Riyan yang meras ada keanehan dari ekspresi wajah Faris, langsung menundukkan kepala dan mulai berpikir langkah apa yang harus dia ambil. Sebagai seorang suami, Riyan pun sadar kalau dia tidak punya waktu untuk berbincang apalagi beristirahat dalam menghadapi masalah besar seperti itu. Tapi tidak lama, Riyan tiba-tiba di buat kaget dengan isi pesan singkat yang baru saja masuk di ponselnya.
"Om,, kita tidak bisa tinggal diam saja. Fara sedang dalam bahaya." Ujar Riyan dengan tampang paniknya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Faris yang masih berusaha untuk tetap tenang.
"Om,, Fara di culik seseorang. Dan dia bilang, kalau dia lebih memilih mati dari pada melepaskan Fara." Jawab Riyan yang membuat Faris langsung menegang dengan ekspresi wajah yang begitu menyeramkan.
"Bagaimana ini Ris?" Tanya Reza dengan segera.
"Kalau itu yang dia inginkan, dengan senang hati aku akan memenuhinya. Karena akhir dari masalah ini hanyalah kematian." Jawaban Faris yang membuat Reza dan Riyan hanya menatap satu sama lain tanpa bersuara.
Faris yang tidak mudah percaya pada orang yang baru dia kenali, sejak beberapa menit yang lalu meminta Riyan untuk memindahkan Exel di kamar lain. Dengan alasan agar dia dapat beristirahat. Dan tanpa memakan waktu lama, Exel pun langsung terlelap karena sudah meminum minuman yang di isi obat tidur.
__ADS_1