
Sikap aneh yang di tunjukan oleh Riyan berhasil membuat Fara tertawa lepas di dalam mobil. Dia tidak menyangka suaminya yang super beku, bisa mengomentarinya sampai seperti itu. Sambil menatap Riyan dengan tatapan mencari tahu, Fara pun memilih untuk bertanya tentang sikap Riyan, yang tidak pernah dia lihat sebelumnya.
"Kamu kenapa sih Mas? Aku kan cuman ingin tampil cantik." Tanya Fara sambil menatap Riyan, dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.
"Kamu ingin tampil cantik di mana? Ini kan kita dalam perjalanan pulang. Dan sampai rumah kita langsung tidur." Ujar Riyan tanpa menatap Fara.
"Ya aku ingin cantik di kamar. Tepatnya di depan kamu." Jawab Fara sambil memeluk lengan Riyan, dan menyandarkan kepala di dada bidang suaminya itu, dengan begitu manjanya.
"Dasar genit. Kamu mau menggodaku? Awas saja nanti kalau kamu menangis dan merengek kesakitan lagi." Ujar Riyan sambil melirik Fara tanpa ekspresi.
"Bagaimana aku tidak berteriak dan menangis? Mas saja sudah seperti orang kerasukan. Belum lagi itunya...
"Itunya besar? Itu kan yang mau kamu katakan?" Tanya Riyan sambil menatap Fara, yang terlihat begitu nyaman bersandar di dada bidangnya.
"Itu kan Mas tahu?" Tanya Fara dengan raut wajah yang sangat polos.
"Semustinya kamu tu bersyukur mendapatkan suami yang sempurna seperti aku. Semua wanita pasti menginginkan laki-laki seperti aku. Karena kepuasan batin itu, adalah kebutuhan utama dalam rumah tangga." Ujar Riyan yang sudah menatap lurus ke depan.
Mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Riyan, raut wajah Fara seketika langsung berubah. Fara yang memiliki sifat cemburu yang begitu besar, langsung merasa sangat kesal mendengar Riyan mengucapkan kata wanita lain. Tanpa bersuara dengan tampang yang datar, Fara pun segera melepaskan pelukannya dari lengan Riyan. Dan memilih untuk memalingkan wajahnya ke arah samping.
"Kamu kenapa? Hee,, ada apa sama kamu?" Tanya Riyan setelah melihat sikap istrinya yang tiba-tiba berubah.
"Kamu bilang aku kegenitan. Padahal kamu tu yang lebih kegenitan." Ujar Fara dengan tampang cemberut, tanpa berbalik menatap Riyan yang sedang kebingungan mendengar jawabannya.
"Apa... Genit..? Sejak kapan aku genit?" Tanya Riyan dengan kening berkerut.
__ADS_1
"Kamu tu memang tidak menunjukan sikap genit mu. Tapi kamu bangga memiliki kesempurnaan yang di idam-idamkan semua wanita." Ujar Fara tanpa melirik Riyan sedikitpun.
Melihat sikap istrinya yang seperti anak kecil, Riyan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya, tanpa berkata apa-apa. Dia memilih untuk tidak menanggapi Fara, biar tidak ada keributan di antara mereka. Namun sikap diam Riyan itu malah membuat Fara semakin merasa kesal. Karena dia berpikir, suaminya itu memang sangat bangga memiliki kriteria yang di inginkan semua wanita.
Selama beberapa menit sebelum sampai di hotel tempat mereka menginap, tidak ada pembicaraan di antara Riyan dan Fara. Riyan yang sudah lebih rileks dari sebelumnya, memilih untuk memejamkan matanya. Sedangkan Fara yang merasa kesal dengan sikap suaminya, hanya mengotak-atik ponselnya tidak jelas.
Sampainya di hotel, Fara langsung melangkah mengikuti Semi yang berada paling depan. Tanpa memperdulikan Riyan yang ada di belakangnya. Saking kesal terhadap Riyan, sampai Fara tidak sadar kalau dia sudah melewati kamar yang di tempati suaminya.
"Ibu Fara,, kenapa anda mengikuti saya? Kamar Ibu kan di sana, sama Pak Riyan." Ujar Semi setelah menyadari kalau Fara sedang mengikutinya dari belakang. Sedangkan Riyan yang sudah berdiri di depan pintu kamarnya, hanya menatap ke arah Fara dan Semi, dengan tampang datarnya tanpa bersuara.
"Ooo,, maaf aku ngga tahu." Ujar Fara dan langsung berbalik. Kemudian melangkah ke arah Riyan, sambil menahan rasa malu atas kebodohannya sendiri.
Tanpa memperdulikan Riyan yang sedang berdiri di depan pintu sambil menatapnya, Fara langsung buru-buru masuk ke dalam kamar. Sedangkan Riyan hanya terdiam dengan raut wajah datar seperti biasa.
"Ada Pak sama Ibu Fara?" Tanya Semi yang sedang melangkah menghampiri Riyan.
"Begitulah Pak Riyan. Menikahi wanita muda seperti Ibu Fara harus ekstra sabar. Wanita seperti Ibu Fara, yang di besarkan dengan kasih sayang juga kemewahan, akan sangat sulit untuk di hadapi." Ujar Semi.
"Iya,, memang sangat sulit menghadapinya." Jawab Riyan.
"Ya sudah. Kalau gitu aku duluan ya Pak." Ujar Semi dan Riyan hanya menganggukkan kepalanya.
Tidak lama Semi pergi, Riyan langsung melangkah masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya. Riyan yang merasa gerah karena seharian beraktivitas, memilih untuk langsung melepaskan pakaiannya, dan mengenakan handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya. Kemudian dia memutuskan untuk duduk di tepi ranjang, menunggu Fara yang sedang berada di dalam kamar mandi.
Fara yang sedang membersihkan badannya dengan guyuran air shower, tidak berhenti memikirkan segala hal tentang suaminya. Alam pikirannya mulai terisi dengan berbagai dugaan buruk tentang Riyan. Setelah selesai membersihkan badannya, Fara langsung mengenakan baju mandi sambil bertanya-tanya di dalam hatinya.
__ADS_1
"Apa aku wanita pertama yang pernah berada satu kamar dengannya? Secara dia kan di gilai banyak wanita. Tapi,, lebih baik aku tidak pernah tahu tentang semua itu. Karena itu hanya akan membuatku sakit hati. Biarlah itu menjadi masa lalunya yang tidak pernah aku ketahui selamanya."
Sikap Fara memang masih seperti anak kecil. Tapi demi menjaga hati juga ikatan yang sudah terjalin di antara dia dan Riyan, membuat dia memilih untuk mengambil satu keputusan yang sungguh luar biasa. Semua wanita pasti ingin mengetahui masa lalu laki-laki yang sudah menjadi suaminya. Namun berbeda dengan Fara. Dia lebih ingin menutup mata juga telinga, untuk masa lalu suaminya yang tidak dia ketahui.
"Fara... Fara kamu lagi ngapain sih?" Suara Riyan di depan pintu kamar mandi. Namun Fara yang sudah selesai mandi, sama sekali tidak menjawabnya.
"Kamu ngapain saja di dalam sampai selama itu?" Tanya Riyan setelah Fara keluar dari dalam kamar mandi.
"Aku mandi lah.." Jawab Fara tanpa mau menatap Riyan.
"Mandi apa kamu sampai selama itu? Mandi kembang?" Tanya Riyan yang membuat Fara semakin kesal dengannya.
"Aku cukuran. Puas..?" Ketus Fara dan langsung melangkah menuju Kopernya, yang dia letakan di samping tempat tidur.
Dengan ekspresi penuh kekesalan, Fara membongkar semua isi kopernya tanpa menyadari keberadaan Riyan di belakangnya.
"Dasar.. Es balok.." Ujar Fara sambil memilih pakaian yang akan dia pakai untuk tidur.
"Apa kamu bilang? Es balok..?" Suara Riyan yang membuat Fara langsung berdiri, dan berbalik menghadapnya dengan mata terbuka lebar saking kagetnya.
"Ngapain kamu di sini..? Bukannya kamu harus mandi..?" Tanya Fara kesal.
"Memang aku mau mandi. Tapi aku mau nanya. Tadi kamu bilang aku apa? Es balok..?" Tanya Riyan sambil mendekatkan wajahnya, ke arah Fara yang sudah berdiri tepat di depannya.
"Iya,, kamu itu es balok, kutub Utara, juga kulkas." Ketus Fara penuh kekesalan.
__ADS_1
"Tapi kamu suka kan? Cinta kan sama aku?" Tanya Riyan sambil mengedipkan sebelah matanya menggoda Fara.