Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 149. Niat Tersembunyi.


__ADS_3

Sakit hati yang sedang berkecamuk di dalam hati Fara, tidak mampu mengalahkan cinta sucinya terhadap Riyan. Di sebuah ruangan, Fara yang sedang duduk mengobrol bersama Mario dan seorang wanita yang kira-kira berusia 55 tahun, sama sekali tidak berkonsentrasi dengan apa yang sedang mereka bicarakan. Pikirannya tidak bisa terlepas dari bayangan tampan yang sudah menjadi penghuni hatinya.


"Ma,, perkenalkan teman aku. Namanya Fara. Dia juga berasal dari Indonesia." Ujar Mario memperkenalkan Fara kepada Ibunya.


"Nama kamu sangat cantik seperti wajahmu. Aku tu sangat senang melihat putraku bisa dekat dengan wanita yang juga berasal dari negara tempat asalku." Jawab Ibunya Mario memuji kesempurnaan Fara.


"Makasih Tante atas pujiannya." Ujar Fara dengan tatapan yang terlihat begitu kosong.


"Kalau kamu ngga keberatan, Ibu harap kamu bisa menginap di rumah ini. Walau hanya semalam saja. Ibu ingin mengobrol sama kamu." Ujar Ibunya Mario.


Mendengar penawaran Maria, Fara sempat berpikir untuk menginap di rumah itu. Dia ingin menenangkan dirinya yang begitu terpukul dengan apa yang baru saja dia saksikan. Namun setelah mendengar obrolan singkat antara Mario dan Ibunya di saat dia sedang berpikir, Fara langsung kaget dan memutuskan untuk segera pergi dari rumah itu.

__ADS_1


"Mario, Ibu tu bahagia banget kalau kamu bisa dekat dengan wanita yang berasal dari Indonesia. Karena harapan Ibu hanya satu. Yaitu kamu bisa memiliki pendamping hidup yang berasal dari negara yang sama dengan Ibu." Ujar Ibunya Mario yang ternyata bernama Maria.


"Iya Bu. Dan karena itu sehingga aku membawanya ke sini. Biar Ibu bisa saling kenal sama dia." Jawab Mario yang membuat Fara langsung menatap Ibu dan anak itu secara bergantian, dengan tampang kebingungan.


"Maksud Ibu apa?" Tanya Fara bingung.


"Begini Nak. Ibu tu ingin Mario bisa menikah dengan wanita yang berasal dari Indonesia." Jawab Maria dengan senyuman penuh kebahagiaan.


"Iya Fara,, makanya itu aku membawamu ke sini. Biar Ibuku bisa saling kenal denganmu." Sambung Mario.


"Tapi aku tu bukan pacarnya Mario Bu. Kita saja baru saling kenal. Dan aku ini sudah punya suami." Jelas Fara dengan tatapan serius ke arah Maria, Ibunya Mario.

__ADS_1


"Sayang,, siapapun wanita yang masuk ke dalam rumah ini, aku akan biarkan pergi. Tapi kalau kamu, tidak akan aku biarkan meninggalkan rumah ini." Ujar Maria sambil menatap Mario yang juga sedang menatapnya sambil tersenyum penuh kemenangan.


"Maksud Ibu apa..? Aku sama Mario tidak ada hubungan apa-apa. Kita berdua hanyalah orang asing yang baru saja bertemu." Jawab Fara.


"Apapun itu alasannya, tidak akan membuatmu keluar dari rumahku dengan mudah. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari sini. Dan Mario akan mengikuti semua keinginanku." Ujar Maria yang membuat Fara semakin bingung.


"Apa maksud Ibu berkata seperti itu..? Aku ini istri orang. Dan Ibu tidak berhak untuk menahanku di sini." Ujar Fara dengan nada tegasnya.


"Fara,, tolong pelankan nada suaramu..! Jangan kau buat mental Ibuku terganggu dengan cara bicaramu." Sambung Mario yang membuat Fara semakin bingung dan mulai panik.


"Apa maksud dari semua ini..? Apa kamu sudah punya rencana sebelum membawaku ke sini..?" Fara bertanya sambil menatap Mario dengan tatapan yang sangat tajam.

__ADS_1


"Hmmmm,, aku merencanakan semua ini sejak satu bulan yang lalu. Dan aku tidak ingin mengecewakan Ibuku. Aku harus memiliki pendamping hidup sesuai dengan keinginan Ibuku." Jawab Mario.


"Apapun alasannya, aku ini istri orang. Bukan wanita lajang yang bisa dengan muda kamu miliki." Jawab Fara dengan tatapan yang terlihat sangat tajam. Saking tidak suka dengan perkataan kedua orang di hadapannya.,


__ADS_2