
Kekesalan Fara atas sikap Riyan yang terlalu dingin padanya, membuat keinginannya untuk bermesraan dengan Riyan hilang seketika. Dengan lirikan penuh kekesalan ke arah Riyan yang sedang fokus dengan laptopnya, Fara beranjak naik ke atas tempat tidur sambil bergumam di dalam hatinya.
"Ini suami apa tembok sih? Masa untuk bermesraan saja aku harus minta. Itu juga di tolak. Aku sudah seperti wanita gatel yang selalu berusaha untuk mendekatinya. Awas saja kamu. Akan aku cuekin kalau mendekat."
Tanpa bersuara Fara pun langsung memilih untuk berbaring membelakangi Riyan, yang hanya sibuk dengan pekerjaannya. Sambil memejamkan mata, Fara kembali berpikir yang bukan-bukan. Dan tidak lama, dia kembali bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Dia anggap apa aku ini? Apa dia berpikir aku ini wanita gatel yang selalu berusaha untuk mendekatinya?"
Dalam diam Fara mulai merasa penasaran dengan apa yang sedang dia pikirkan. Dan hal itu membuatnya mulai tidak tenang. Dengan ekspresi wajah yang terlihat aneh, Fara bolak-balik di atas tempat tidur. Dan apa yang Fara lakukan itu benar-benar mengganggu Riyan yang sedang fokus pada pekerjaannya.
"Fara,, kamu kenapa sih..?" Tanya Riyan dengan nada yang terdengar sedikit kesal karena merasa terganggu.
"Mas,, apa yang kamu pikirkan tentang aku?" Tanya Fara sambil menatap Riyan dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.
"Maksud kamu apa bertanya seperti itu?" Tanya Riyan dengan tatapan bingung.
__ADS_1
"Kamu kan selalu menolak di saat aku mau bermesraan. Dan kamu juga tidak pernah banyak bicara. Apa di balik diamnya kamu, ada pemikiran buruk tentang aku?" Tanya Fara serius.
"Buat apa aku harus berpikir buruk tentang kamu? Memangnya kamu lakuin apa sampai aku harus berpikir buruk?" Tanya balik Riyan.
"Mungkin saja kamu berpikir kalau aku ini terlalu agresif. Atau lebih tepatnya wanita gatel yang selalu berusaha mendekatimu." Jawab Fara menjelaskan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Kalau menurut kamu gimana? Apa ada kesalahanmu dengan semua itu?" Tanya balik Riyan tanpa menoleh ke arah Fara.
"Kalau menurut aku ngga ada salah. Aku kan istrimu. Jadi ngga ada salahnya kalau aku mau dekat-dekat sama kamu. Salah itu kalau aku dekat-dekat sama suami orang. Itu baru namanya wanita gatel. Kaya teman kamu itu." Jawab Fara panjang lebar.
"Itu kan kamu sudah tahu jawabannya? Jadi tidak usah berpikir macam-macam! Lebih baik kamu tidur. Jangan terlalu banyak berpikir." Ujar Riyan tanpa menoleh ke arah Fara yang sudah kembali membelakanginya tanpa bersuara.
"Hanya kamu wanita genit yang aku cintai sepenuh hati. Dan tidak mungkin aku bisa berpikir buruk tentangmu. Sikapmu yang centil itu yang sudah meluluhkan hatiku."
Riyan mengeluarkan apa yang ada di dalam hatinya dengan suara hati yang tidak terdengar. Walaupun tanpa kata-kata, namun Riyan sudah berusaha jujur dengan perasaannya sendiri. Dia tidak bisa pungkiri betapa berartinya Fara di dalam hidupnya saat itu. Karena Fara adalah wanita yang telah merubahnya.
__ADS_1
Pukul 4:30 dini hari, Fara yang sedang terlelap tiba-tiba terbangun karena mendengar suara petir, yang menggelegar memecahkan keheningan di pagi buta itu. Dengan erat dia memeluk Riyan yang sedang terlelap di sampingnya. Dan pelukan Fara itu seketika membuat Riyan akhirnya terbangun.
"Ada apa?" Tanya Riyan sambil mengucek matanya dengan suara yang terdengar parau karena menahan kantuk.
"Aku takut sama suara petir di luar sana Mas." Jawab Fara sambil mengencangkan pelukannya.
"Ngga usah takut! Ada aku di sini." Ujar Riyan sambil mendekap tubuh Fara.
Cinta yang sudah bersemayam di dalam hati Riyan, telah merubahnya menjadi laki-laki yang penuh kehangatan. Tapi sayangnya semua itu terjadi hanya di saat waktu yang tertentu. Karena Riyan adalah laki-laki yang tidak suka mengumbar kemesraan di depan banyak orang. Kehangatan yang di berikan Riyan, membuat Fara begitu nyaman. Tapi di saat dia baru memejamkan mata, terdengar suara panggilan masuk di ponselnya, yang dia letakkan di atas meja tepat di samping tempat tidurnya.
"Siapa yang telpon di jam segini?" Tanya Riyan bingung.
"Ngga tahu Mas. Coba aku lihat dulu." Jawab Fara sambil bergegas meraih ponselnya.
"Mama Mas. Ada apa sampai Mama telpon di jam segini?" Tanya Fara sambil menatap layar ponselnya.
__ADS_1
"Coba angkat dulu! Jangan-jangan ada sesuatu yang penting." Ujar Riyan.
Fara begitu bingung melihat panggilan masuk dari Mamanya. Karena tidak biasanya Aleta menelponnya di jam seperti itu. Tapi dia segera menjawabnya karena merasa khawatir dengan kabar keluarga besarnya di Indonesia.