Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 128. Hasrat Yang Menyiksa.


__ADS_3

Ketakutan Fara semakin menjadi-jadi, di saat melihat raut wajah Riyan yang terlihat begitu aneh. Dalam diam pikirannya mulai menjelajah ke sembarang tempat. Keperkasaan Riyan yang selalu berhasil membuatnya lemah tak berdaya, menjadi kekhawatiran terbesar Fara saat itu. Apalagi dia merasa sedikit tidak bertenaga, karena belum sempat beristirahat juga rasa sakit di kakinya yang semakin terasa.


"Mas,, kamu mau apa?" Tanya Fara sambil menatap Riyan yang sedang melangkah menuju tempat tidur sambil menggendongnya.


"Aku mau membawamu ke tempat tidur." Jawaban Riyan yang terdengar biasa-biasa saja. Tapi Fara tetap merasa cemas melihat raut wajahnya yang begitu menuntut.


"Buat apa ke tempat tidur?" Tanya Fara dengan tatapan ragu.


"Ngga buat apa-apa. Memangnya apa yang kamu pikirkan? Jadi wanita itu pikirannya jangan terlalu liar." Ujar Riyan yang membuat Fara seketika jadi malu.


"Siapa juga yang berpikiran liar? Aku kan cuman tanya." Sambut Fara sambil memalingkan wajahnya yang tiba-tiba berubah merah seperti kepiting rebus.


"Sana turun..!" Ujar Riyan sambil menurunkan Fara dari dalam gendongannya, dan segera melangkah menuju kamar mandi dengan ekspresi yang terlihat begitu cuek.


Rasa malu seketika menyelimuti hati Fara karena sudah berhayal terlalu jauh dengan sikap suaminya tadi. Tapi dengan begitu cepat, Riyan terlihat dingin tanpa memperdulikan dirinya dalam keadaan menantang seperti itu. Namun dia juga sedikit lega karena apa yang dia cemaskan tadi tidak terjadi.

__ADS_1


"Syukurlah... Untung saja dia tidak terpancing dengan keadaanku yang seperti ini. Tapi mengapa dia bisa sedingin itu di saat melihat keadaanku seseksi ini? Hmmmm,, mungkin dia kecapean karena sibuk mencari ku seharian." Fara berkata-kata sendirian, sambil bergegas memakai pakaian ganti yang dia ambil dari dalam lemari.


Hasrat yang sudah menguasai diri Riyan di saat melihat bentuk tubuh indah Fara yang terpampang nyata di depannya, membuat Riyan sangat tersiksa dengan tuntutan batinnya sebagai seorang laki-laki. Dengan raut wajah penuh ketegangan, Riyan bersandar di pintu kamar mandi sambil bergumam di dalam hatinya.


"Aku tidak pernah bisa menahan diri setiap kali melihat bentuk tubuh istriku. Tubuhnya begitu terawat dan menggoda."


Kesempurnaan Fara sebagai seorang wanita, berhasil membuat Riyan lupa diri. Dalam diam dia memuji kecantikan Fara dengan wajah yang sudah mulai di basahi keringat, sambil tersandar pasrah di pintu kamar mandi. Tapi di saat dia menyadari akan pemikirannya sendiri, dia langsung terkejut dan mencakar-cakar rambutnya sambil berkata.


"Astaga... Ada apa denganku..? Aku benar-benar sudah di buat gila dengan bentuk tubuh Fara. Tidak,, tidak,, aku tidak boleh seperti ini. Aku bisa-bisa menjadi pecandu seks kalau pikiran liar ini tidak aku buang jauh-jauh. Walaupun dia adalah istriku, namun aku juga tidak boleh mengikuti keinginan batinku yang sangat gila. Apalagi di saat dia sedang kesakitan seperti itu." Riyan berkata-kata dan langsung bergegas untuk mandi.


"Semoga saja dia sudah berpakaian. Kalau tidak aku tidak bisa untuk tidur nyenyak malam ini. Mengapa aku begitu tersiksa dengan keinginanku sendiri..?" Ujar Riyan sambil menatap wajahnya di cermin yang ada di dalam kamar mandi.


Di saat Riyan sedang berusaha untuk menghilangkan keinginan batinnya, Fara malah sudah terlelap dengan dress putih pendek transparan, yang di belikan Omanya sebagai hadiah pernikahan. Dan setiap Fara mengenakan dress itu untuk tidur malam, Riyan selalu resah dan susah untuk tertidur.


Dengan raut wajah yang terlihat lesu karena sejak tadi melawan sesuatu yang bergejolak di dalam dirinya, Riyan melangkah keluar dari kamar mandi dengan hanya memakai handuk untuk menutupi sebagian tubuhnya, yang terlihat begitu atletis. Tapi di saat berada di samping tempat tidur, mata Riyan seketika terpana melihat tubuh bagian bawah Fara yang terlihat, karena dress yang dia kenakan sudah naik melewati pinggangnya.

__ADS_1


Dengan tergesa-gesa Riyan langsung memalingkan wajahnya, dan berusaha untuk menurunkan dress Fara. Tapi karena terlalu buru-buru, membuat Riyan tidak menarik dress Fara. Malah CD Fara yang dia tarik. Apa yang Riyan lakukan itu membuat Fara seketika jadi terbangun, dan bingung melihat apa yang sedang di lakukan suaminya.


"Mas... Apa yang kamu lakukan..?" Teriak Fara yang membuat Riyan langsung kaget dan segera melepaskan tangannya, dari CD Fara yang sudah turun melewati gundukan yang terlihat begitu berisi, putih dan sangat mulus.


"Aku hanya ingin menurunkan dress kamu yang sudah naik ke atas." Jawab Riyan tanpa melihat bagian bawah Fara.


"Apa kamu bilang..? Kamu turunkan dress aku..? Coba kamu lihat apa yang kamu turunkan..!" Sambut Fara dengan sedikit kesal karena merasa terganggu.


Tanpa bersuara Riyan pun menatap ke arah bawah. Dan seketika dia langsung malu setelah menyadari perbuatannya barusan. Raut wajah Riyan yang begitu putih tiba-tiba berubah kemerah-merahan karena menahan rasa malunya. Apalagi di saat Fara kembali berkata-kata.


"Mas,, kamu itu suami aku apa tukang cabul sih..?" Tanya Fara sambil menaikan kembali CD nya, dengan tampang penuh kekesalan.


"Apa-apaan sih kamu..? Di bantuin malah menuduh aku yang tidak-tidak." Riyan sengaja berkata-kata dengan nada yang terdengar sedikit kasar, untuk menutupi rasa malunya.


"Bantu apa yang seperti itu..? Kamu kira aku ini anak kecil yang tidak bisa melepaskan celana sendiri, jadi harus di bantu..? Bilang saja kalau kamu memang ingin mengambil kesempatan." Ketus Fara yang membuat Riyan semakin malu, sampai dia tidak ingin berbalik menghadap Fara, yang sudah kembali memeluk guling yang ada di sampingnya.

__ADS_1


__ADS_2