
Fara yang sudah mulai terganggu dan merasa tertekan dengan pembicaraan kedua orang di hadapannya, seketika sangat menyesal karena telah mengikuti Mario. Laki-laki yang dia pikir baik dan hanya ingin menolongnya karena melihat keadaannya. Namun dia pun segera berusaha untuk tenang, dan mulai berpikir untuk pergi dari rumah itu.
"Fara,, mari Tante antar ke kamar kamu." Ujar Maria sambil tersenyum menatap Fara yang terlihat seperti sedang berpikir.
"Aku.. Aku mau ke kamar mandi dulu Tante." Jawab Fara yang terlihat sedikit gugup karena terkejut dengan suara Maria.
"Ya sudah. Kamar mandinya ada di bagian belakang." Sambung Mario dengan segera.
Tanpa menunggu lama, Fara langsung buru-buru melangkah menuju bagian belakang. Tapi dia tidak menuju kamar mandi. Dia malah mencari-cari pintu keluar di bagian belakang. Namun tidak ada pintu yang bisa dia lewati untuk keluar dari rumah itu. Untung saja dia melihat ada sebuah jendela yang terbuka. Dan tanpa berpikir panjang, Fara langsung memanjat jendela yang dia lihat itu.
Walaupun jendela itu begitu tinggi, namun Fara sedikitpun tidak merasa ragu untuk memanjatnya. Yang ada di dalam pikirannya hanya ingin pergi dari rumah itu, tanpa sepengetahuan Mario juga Ibunya Maria. Tapi setelah berhasil memanjat jendela, Fara seketika langsung terdiam, karena melihat ketinggian yang bisa saja membuatnya celaka.
"Astaga... Bagaimana ini..? Bagaimana aku bisa turun..?" Fara bergumam dalam hatinya dengan tampang yang terlihat ketakutan.
__ADS_1
Sedangkan di ruang depan, Mario dan Ibunya sudah mulai kebingungan karena Fara belum juga kembali dari kamar mandi. Mereka berdua sudah mulai bertanya-tanya satu sama lain, dengan tampang yang terlihat mulai kebingungan. Sedangkan Fara sudah tidak bisa berbuat apa-apa di atas jendela yang sudah berhasil dia panjat. Fara benar-benar bingung harus berbuat apa. Tapi tiba-tiba di mendengar ada suara yang sangat dia kenali, memanggil namanya dengan begitu keras.
"Fara..." Suara teriakan yang membuat Fara langsung kaget.
"Mas... Mas Riyan..." Teriak Fara dengan mata yang seketika berkaca-kaca, di balik senyuman penuh kebahagiaan.
"Apa yang kamu lakukan..? Ngapain kamu di situ..?" Tanya Riyan yang sudah mulai panik.
"Tolong aku Mas... Aku terjebak di dalam rumah ini." Jawaban Fara yang membuat raut wajah Fara langsung berubah tegang.
Riyan yang sudah berada di bawah jendela yang Fara panjat, semakin kebingungan mendengar jawaban Fara. Tapi di saat Fara ingin menjawab, tiba-tiba terdengar suara Mario juga Ibunya yang sudah berada di ruang belakang, tepat di bawah jendela.
"Fara... Apa yang kamu lakukan..? Mengapa kamu memanjat jendela..?" Tanya Mario.
__ADS_1
"Cepat tangkap dia Mario..! Jangan biarkan dia pergi dari sini..!" Sambung Maria segera sambil mendorong putranya.
"Baik Bu." Jawab Mario dan langsung bergegas untuk memanjat jendela ingin menangkap Fara.
Melihat Mario yang sudah hampir mendekat ke arahnya, tanpa berpikir panjang Fara segera melompat sambil berteriak memanggil nama Riyan. Dan Riyan dengan sigap langsung menangkapnya.
"Kamu tidak apa-apa..?" Tanya Riyan setelah Fara sudah berada di dalam gendongannya.
"Aku baik-baik saja Mas. Kamu tidak apa-apa..?" Tanya Fara balik sambil mengalungkan tangannya di leher Riyan.
"Siapa kamu...?" Suara teriakan Mario yang membuat Fara semakin erat mengalungkan tangannya dengan tampang ketakutan.
"Aku suaminya. Kamu yang siapa..? Berani-beraninya menyekap istriku." Jawaban Riyan yang membuat wajah Mario seketika langsung memerah saking marahnya.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan kamu membawanya dari sini. Karena aku akan jadikan dia sebagai istriku." Tegas Mario yang membuat Riyan semakin marah.
Tanpa menunggu lama, Mario pun kembali turun dari jendela yang dia panjat, dan berlari keluar bersama Ibunya. Mario yang baru saja mengenal Fara, sudah sangat tergila-gila dengan kecantikannya. Apalagi dia ingin sekali memiliki pendamping hidup seperti apa yang di inginkan oleh Ibunya. Karena dia tidak pernah mau mengecewakan Ibunya orang tua tinggalnya. Wanita yang sudah sangat berjuang untuknya selama ini.