Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 64. Gelisah Karena Cinta.


__ADS_3

Di dalam sebuah kamar penginapan, terlihat Riyan sedang duduk di sofa yang ada di dalam kamar itu, sambil mengusap-usap seekor kucing di atas pangkuannya yang baru di belinya tadi, dengan tampang yang begitu kesal. Dia begitu gelisah memikirkan istrinya yang sampai detik itu sama sekali tidak menghubunginya, walaupun hanya melalu pesan singkat. Kegelisahannya itu membuat dia merasa tidak tenang. Namun dia juga tidak ingin menghubungi Fara karena rasa gengsinya yang teramat besar.



Hati dan pikiran Riyan seketika di penuhi kegelisahan karena tidak di perdulikan sama Fara. Saking kesalnya memikirkan Fara, sampai-sampai Riyan tidak memperdulikan beberapa pesan masuk dari anak buahnya di Amerika. Dan tiba-tiba dia langsung marah di saat ponselnya berdering. Yang tidak lain adalah panggilan masuk dari anak buahnya.


("Ada apa..?") Suara Riyan yang terdengar begitu keras.


("Saya mau kasih tahu Pak, kalau kemasukan beberapa hari ini lumayan banyak, karena semua kamar terisi penuh.") Penjelasan anak buahnya yang di percayakan Riyan, untuk menangani hotel berbintang milikinya di Amerika. Tapi Riyan malah menanggapinya dengan begitu dingin.

__ADS_1


("Ya sudah,, tidak perlu untuk kamu mengabari ku! Selama aku tidak ada di situ, semua urusan hotel adalah tanggung jawabmu.") Ujar Riyan dan langsung memutuskan sambungan teleponnya.


Mendengar tanggapan Riyan yang tidak biasa, anak buahnya yang bernama Daniel itu merasa sangat bingung. Memang dia tahu Bosnya itu memiliki sikap yang dingin hampir ke semua orang. Tapi dia adalah orang yang mengutamakan bisnis apalagi masalah keuntungan.


Menetap di Amerika selama beberapa tahun belakangan, Riyan ternyata bukan hanya menimbah ilmu. Selain mengejar cita-citanya dalam bangku kuliah, dia juga menjalankan bisnis di bidang perhotelan juga restoran yang sekarang sudah sangat maju. Tapi semua yang dia miliki di sana belum di ketahui oleh keluarga Ibunya di Indonesia, termasuk Fara sepupunya yang sudah dia nikahi. Mereka memang tahu kalau Riyan punya usaha dari Reza dan Melda. Namun mereka tidak pernah tahu sesukses apa usaha yang dia jalani selama berada di sana.


Perbedaan antara wanita dan pria dalam sebuah hubungan sangatlah jauh berbeda. Wanita sebagai makhluk yang lemah selalu menunjukan cinta dengan begitu nyata entah di saat bahagia ataupun kecewa. Tapi seorang pria yang selalu mengutamakan logika, akan begitu terpuruk di saat perasaan sudah mengalahkan logikanya. Dan itulah yang sedang di rasakan Riyan saat itu. Dia sangat tidak ada waktu untuk memikirkan yang lain, selain Fara istrinya yang centil.


Malam itu Riyan merasa sangat gelisah karena tidak bisa lepas dari bayang-bayang istri cantiknya. Dan dia pun sudah menyadari mengapa dia seperti itu. Dengan posisi terlentang di atas tempat tidur, Riyan pun mulai bertanya-tanya dalam hatinya, karena mulai merasa kebingungan dengan perasaannya sendiri.

__ADS_1


" Apa ini yang namanya cinta? Mengapa harus secepat ini hatiku di taklukan oleh wanita centil itu? Padahal dia bukan tipe wanita yang seperti aku inginkan.


Sejak remaja, di saat teman-temannya sudah mulai mengenal cinta dan menjalin hubungan dengan beberapa gadis. Riyan pun mulai menghayal tentang kriteria wanita yang akan dia cintai suatu saat nanti. Dan kriteria itu tidak ada pada diri Fara. Riyan sangat tidak suka dengan wanita yang ceroboh, banyak tingkah, juga genit seperti Fara. Tapi saat ini malah Fara yang sudah berhasil mengobrak-abrik hati dan pikirannya.


Riyan begitu bingung dengan perasaannya yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Selama menjalin sampai mengakhiri hubungannya dengan beberapa wanita, sedikitpun dia tidak pernah merasa resah dan gelisah seperti itu. Baru kali ini Riyan benar-benar di bodohi oleh perasaannya sendiri. Sampai-sampai dia tidak bisa memikirkan hal lain selain Fara yang sama sekali tidak memikirkannya.


Dalam kebingungan, Riyan mulai menyadari kalau apa yang sedang dia rasakan saat itu adalah cinta. Tapi keegoisan yang besar membuat laki-laki dingin itu memilih untuk menyembunyikan rasa cintanya, dari wanita yang sudah membuatnya hampir gila di malam itu.


"Aku harus berusaha untuk menyembunyikan perasaanku. Kalau sampai dia mengetahui perasaanku, dia akan merasa menang karena berhasil menaklukan hatiku yang selalu dingin selama beberapa hari ini." Riyan berkata-kata sendirian di dalam kamar itu.

__ADS_1


"Untung saja aku tidak sekamar dengan Mas Alfa. Kalau tidak dia akan menertawaiku saat ini." Tambah Riyan yang sudah terduduk sambil menggaruk-garuk kepalanya.


__ADS_2