Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 126. Kejujuran Riyan.


__ADS_3

Setiap sudut jalan telah Riyan lalui untuk mencari keberadaan istrinya. Tapi tidak ada sedikitpun jejak yang bisa dia temukan. Riyan benar-benar bingung juga panik memikirkan Fara yang entah berada di mana. Apalagi mentari sudah tenggelam dalam kegelapan malam. Dengan raut wajah penuh kecemasan, Riyan mengemudikan mobilnya menuju apartemen, setelah mengantarkan Semi pulang ke rumahnya.


Sampainya di rumah, Riyan yang tadinya berniat mau mandi hanya mondar-mandir dengan segala pemikiran buruk yang sudah mulai marasuk alam pikirannya. Dengan buru-buru, Riyan melangkah menuju meja TV untuk mengambil ponselnya yang tadi sempat mati karena kehabisan baterai. Dan di saat dia menyalakan ponselnya, dia pun langsung kaget, di saat melihat ada beberapa panggilan masuk juga pesan masuk yang ternyata itu dari Fara.


"Astaga... Aku harus cepat ke sana, sebelum dia masuk ke tempat terkutuk itu." Ujar Riyan sambil meraih jaketnya yang ada di sandaran sofa. Kemudian dia langsung bergegas pergi tanpa menghubungi Semi, yang saat itu sedang pulang untuk mandi.


Dengan kecepatan tinggi Riyan melajukan mobilnya, tanpa memikirkan keselamatannya dalam berkendara. Kekhawatiran akan keselamatan Fara, membuat Riyan sampai tidak takut walau harus kehilangan nyawanya sendiri. Di dalam pikirannya hanya ada Fara wanita yang sungguh sangat dia cinta itu. Di balik sikap dingin juga rasa gengsinya, ternyata sudah terukir nama Fara seorang di dalam hatinya.


"Fara,, mengapa kamu mau di ajak ke tempat itu..? Itu tempat perdagangan wanita Fara... Aku tidak bisa membayangkan apabila kamu masuk ke tempat berbahaya itu." Riyan berujar sambil terus melajukan mobilnya.


Sedangkan Fara yang sudah berada di dalam club malam besar dan di penuhi manusia, hanya terdiam di samping Rafael dengan tampang ketakutan. Namun Rafael sama sekali tidak perduli dengan keadaan Fara. Rafael yang tadinya baik juga perhatian, dengan sekejap langsung berubah cuek di saat sudah berada, di dalam ruangan yang di penuhi aroma minuman keras. Karena khawatir melihat orang-orang yang sudah pada mabuk di tempat terkutuk itu, Fara pun segera mendekati Rafael kemudian berbisik.


"Tuan,, apa kita bisa pergi sekarang..?" Tanya Fara tapi tidak di perdulikan oleh Rafael.


"Tuan,, saya tidak betah berada lama-lama di sini." Tambah Fara yang membuat beberapa laki-laki yang ada bersama Rafael, langsung berkata-kata dengan perkataan yang sangat tidak baik.


"Bro,, lihat tu kucing peliharaan mu sedang mengeong." Ujar salah seorang laki-laki yang ada bersama Riyan, sambil melirik Fara dari ujung rambut sampai ujung kaki.


"Mau apa kamu kucing manis..? Kamu mau minta jatah..? Sabar sebentar ya..! Tidak lama lagi kamu akan di beri jatah sampai kamu benar-benar puas." Ujar Rafael yang membuat Fara langsung mendaratkan tamparan keras di pipinya.


"Plaaaaak..."


"Dasar brengsek..." Teriak Fara dan langsung berlari menuju pintu keluar.


Melihat Fara yang sudah berlalu pergi menuju pintu, Rafael dengan buru-buru segera berlari mengejarnya, sambil memegang pipinya yang tadi di tampar oleh Fara. Dan di saat Fara sudah berada di luar tepatnya di parkiran mobil, Rafael yang sudah berada di belakangnya, langsung menariknya dan menyandarkan dia di samping mobil. Kemudian dengan teganya, Rafael berusaha untuk melecehkan Fara di tempat terbuka seperti itu.


"Tolong... Tolong saya...!" Teriak Fara meminta tolong. Namun tidak ada seorang pun yang perduli mendengar dan melihat keadaannya.

__ADS_1


Dengan sekuat tenaga, Fara berusaha mendorong tubuh Rafael sambil menangis dan berteriak meminta tolong. Tapi semua orang yang ada di situ seperti patung, yang hanya bisa melotot tanpa bisa bertindak, melihat seorang wanita yang mau di lecehkan. Tapi tiba-tiba, pukulan pun mendarat di samping wajah Rafael, yang membuat laki-laki bermata biru itu langsung tersungkur ke tanah tanpa ada gaya.


"Mas Riyan..." Teriak Fara setelah melihat Riyan sedang memukuli Rafael si laki-laki keparat itu tanpa ampun.


Kemarahan Riyan seketika tidak bisa di kendalikan, di saat melihat wanita yang sungguh dia cintai mau di lecehkan oleh laki-laki asing tepat di hadapannya. Tanpa ampun dia terus melancarkan pukulan ke sekujur wajah juga beberapa bagian tubuh Rafael, yang membuat Rafael terlentang tak berdaya. Melihat keadaan Rafael, membuat Fara pun jadi takut Riyan akan di salahkan. Dengan segera dia pun langsung bergegas untuk menahan Riyan yang sudah hilang kendali.


"Mas... Sudah Mas...!" Fara berteriak sambil memeluk Riyan dari arah belakang.


"Minggir sana...! Akan aku bunuh laki-laki keparat ini.." Teriak Riyan sambil berusaha melepaskan tangan Fara yang sudah melingkar di perutnya.


"Cukup Mas... Cukup...!" Tambah Fara sambil menangis karena takut melihat keadaan Rafael, yang ternyata sudah berdarah di bagian wajahnya.


"Awas Fara..." Teriak Riyan lagi sambil mendorong Fara, sehingga membuat Fara langsung terjatuh dengan sangat kuat.


"Aaaaw..." Suara teriakan Fara yang membuat Riyan kaget dan segera berbalik menatapnya.


"Kamu tidak apa-apa Fara..?" Tanya Riyan panik.


"Sudah Mas..! Aku ingin pulang.." Tambah Fara dengan berderai air mata.


"Ya sudah.. Ayo kita pulang." Jawab Riyan sambil membantu Fara untuk berdiri.


"Aaaaw.. Kaki aku sakit Mas.." Ujar Fara yang membuat Riyan langsung menatap ke arah kakinya yang terluka.


Melihat darah yang ada di kaki Fara, tanpa berkata-kata Riyan pun langsung menggendong wanita cantiknya itu dan melangkah menuju mobilnya, yang terletak tidak jauh dari situ. Setelah sudah berada di dalam mobil, Riyan sempat melirik Rafael yang masih tergeletak di lantai dengan tatapan penuh amarah. Kemudian dia langsung melajukan mobilnya menuju jalan raya.


"Pergi kemana saja kamu seharian ini..?" Tanya Riyan tanpa menatap Fara.

__ADS_1


"Aku juga tidak tahu pergi kemana." Jawab Fara dengan tampang yang masih terlihat kecewa.


"Apa kamu tidak berpikir akan jadi seperti ini..? Mengapa kamu begitu ceroboh..?" Tanya Riyan kesal.


"Sudah Mas..! Tidak perlu di bahas." Jawab Fara.


"Fara,, apa kamu tidak memikirkan keselamatanmu..? Ini bukan Indonesia. Kalau tadi aku tidak cepat datang, apa yang akan terjadi..?" Tanya Riyan lagi.


"Mas,, tidak usah kamu mempertanyakan itu. Aku melakukan semua itu karena kamu. Kamu yang sudah lalai dalam menjaga istrimu. Kamu tidak pernah menjaga hatiku. Apa kamu tahu bagaimana perasaanku, di saat melihat wanita lain begitu nyaman di dalam dekapanmu?" Fara berkata-kata dengan tatapan yang sangat tajam ke arah Riyan yang sedang mengemudi.


"Fara,, aku sama sekali tidak memeluknya. Dia yang memeluk aku." Jawab Riyan dan langsung menepikan mobilnya di samping jalan.


"Dan kamu biarkan saja? Apa kamu tidak ingat kalau kamu itu suami orang..?" Tanya Fara dengan air mata yang sudah kembali menetes.


"Fara,, dia tadi baru di putusin sama sahabat aku. Jadi aku hanya berusaha untuk menghiburnya." Jelas Riyan sambil menatap Fara.


"Kamu berusaha menghibur wanita lain, tapi kamu tidak pernah berpikir semua itu dapat melukai istrimu." Ujar Fara sambil memalingkan wajahnya.


"Fara,, aku minta maaf atas semua itu. Tapi aku mohon,, jangan pernah kamu melakukan ini lagi..!" Ujar Riyan.


"Mas,, sebenarnya kamu cinta ngga sih sama aku..?" Tanya Fara sambil menatap Riyan dengan tatapan mencari tahu.


"Pertanyaan macam apa itu..?" Tanya Riyan balik dengan tampang kebingungan.


"Jawab Mas..!" Tuntut Fara.


"Hmmmm,, aku cinta sama kamu. Dan hanya kamu seorang wanita yang ada di dalam hatiku." Kata-kata Riyan yang membuat Fara jadi terharu.

__ADS_1


"Sudah jangan menangis lagi..! Aku janji akan memberitahukan pernikahan kita kepada semua orang. Biar mereka semua tahu, kalau aku adalah milikmu, dan kamu adalah milikku seorang." Riyan berkata-kata sambil mendekap Fara ke dalam pelukannya.


Dari pancaran sinar mata laki-laki batu itu, terlihat kejujuran dan ketulusan di saat dia mengatakan cinta, yang hampir tidak pernah terlontar dari mulutnya. Dan semua bagaikan mimpi bagi Fara yang selama ini, selalu mendambakan sikap manis Riyan seperti saat itu. Dengan berderai air mata, Fara yang begitu sangat bahagia hanya bisa memeluk tubuh kekar suaminya tanpa bisa berkata-kata.


__ADS_2