
Semi melangkah buru-buru menuju tempat di mana Riyan dan Fara berada sore tadi. Melihat keadaan sekitar mulai gelap, Semi merasa mulai khawatir dengan Riyan juga istrinya. Sebagai asisten, Semi merasa bertanggung jawab penuh atas keselamatan Riyan. Apalagi kedua orang tua Riyan memang sudah mengingatkan Semi, untuk bisa selalu menjaga Riyan. Sebagai orang yang sudah memiliki anak, Semi mengerti betul betapa berartinya Riyan, bagi kedua orang tuanya sebagai anak satu-satunya.
Dengan begitu tergesa-gesa Semi semakin mempercepat langkahnya, sambil menatap ke sana kemari mencari keberadaan Riyan dan Fara. Selain menghawatirkan keadaan Riyan dan Fara, Semi juga merasa sangat takut dengan keadaan yang sudah mulai gelap juga sepi di sekitarnya. Dan karena tidak melihat keberadaan mereka, Semi langsung berpikir untuk berteriak memanggil Riyan juga Fara. Tapi belum sempat dia mengeluarkan suara, tiba-tiba dia melihat pemandangan yang begitu membingungkan, tidak jauh dari tempatnya berdiri.
"Astaga.. Siapa orang yang tidak punya akal itu? Beraninya mereka berciuman seperti itu di tempat terbuka seperti ini? Apa mereka tidak merasa malu?" Semi bertanya-tanya tanpa tahu siapa kedua orang yang sedang dia lihat itu, sambil terus melangkah maju.
"Hmmm.. Ada-ada saja." Suara Semi yang terdengar sedikit keras, sambil melewati kedua orang yang sedang di bakar api asmara.
Ternyata kedua orang yang sudah berada di dalam kenikmatan hasrat yang sudah sangat memuncak itu, tidak lain adalah orang yang di cari oleh Semi. Suara Semi yang terdengar begitu jelas, serentak membuat Riyan langsung menghentikan apa yang sedang dia lakukan, dan menoleh ke arah Semi sambil bersuara.
"Sem.." Panggil Riyan yang membuat langkah Semi seketika tertahan.
"Pak Riyan.." Jawab Semi sambil menatap penuh keheranan ke arah Riyan dan Fara.
"Kamu mau kemana?" Tanya Riyan dengan begitu santainya, sambil berdiri dari tempat duduknya. Sedangkan Fara yang masih tetap terdiam di tempat duduknya, sama sekali tidak berani menatap Semi yang sedang menatap mereka.
Rasa malu yang begitu besar karena tertangkap basah oleh Semi, membuat Fara sampai tidak bisa untuk bergerak. Dia hanya terdiam seperti patung dengan kepala yang tertunduk tanpa suara. Melihat ekspresi Fara, Semi yang sudah lebih dewasa langsung mengerti apa yang sedang Fara rasakan saat itu. Dan dia pun segera bersikap biasa, seolah-olah tidak melihat apa-apa.
"Ternyata kalian di sini?" Tanya Semi berpura-pura tidak mengetahui keberadaan mereka sebelumnya.
"Iya,, kita dari tadi berada di sini. Terus kamu mau kemana?" Tanya Riyan.
"Aku hanya ingin mencari udara segar. Soalnya di dalam terasa sangat panas." Jawab Semi berbohong.
Mendengar jawaban Semi, Fara yang masih tertunduk langsung menarik nafas panjang karena merasa lega. Ketegangan Fara seketika hilang, setelah tahu kalau Semi sama sekali tidak melihat apa yang terjadi antara dia dan Riyan. Sambil mengangkat kepalanya menatap ke arah Semi, Fara pun mulai berkata-kata di dalam hatinya.
__ADS_1
"Syukurlah,, ternyata dia tidak melihat apa yang terjadi tadi. Kalau sampai dia lihat, aku tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan mereka? Apalagi tadi Mas Riyan sudah seperti predator yang siap menerkam ku."
Fara berkata-kata di dalam hati, sambil membayangkan kerakusan suaminya beberapa waktu yang lalu. Sikap Riyan memang selalu di luar kendali di saat hasratnya telah memuncak. Tapi sikap Riyan itulah yang membuat Fara selalu mendambakan sentuhan darinya. Kegagahan Riyan di saat bercinta, telah menjadi satu hal yang sering di Bayangi Fara.
"Kamu masih ingin menikmati udara segar kan Sem?" Tanya Riyan yang membuat Semi seketika jadi bingung untuk menjawab.
Semi yang tidak bisa mengatakan tujuan sebenarnya kembali ke pantai setelah melihat apa yang terjadi tadi, terpaksa harus berbohong kalau dia ingin mencari udara segar. Tapi alasannya itu malah membuatnya jadi serba salah. Apalagi Semi adalah orang yang sangat takut dengan kegelapan. Jadi dia mulai khawatir apabila di tinggalkan sendirian, di tepi pantai dalam keadaan gelap seperti itu.
"Sem,, kita duluan ya.." Ujar Riyan sambil berbalik meraih tangan Fara, yang sudah berdiri di sampingnya.
"Pak Semi,, ada apa sama anda?" Tanya Fara bingung di saat melihat ekspresi Semi yang terlihat sangat aneh.
"Haaa,, aku,, aku ngga apa-apa." Jawab Semi gugup sambil menatap ke sekelilingnya.
"Ayo kita pergi!" Ajak Riyan sambil menggandeng tangan Fara, melangkah meninggalkan Semi sambil bergumam di dalam hatinya.
Riyan bergumam di dalam hatinya sambil mengembangkan senyum sinisnya. Ternyata Riyan sudah tahu Semi telah berbohong. Dia juga tahu kalau tadi Semi melihat semua yang terjadi antara dia Fara. Dan karena Semi telah berbohong, akhirnya Riyan pun memilih untuk mengerjainya. Apalagi dia sudah sangat mengenal Semi, yang begitu takut dengan kegelapan di tempat terbuka seperti itu.
"Mas,, Pak Semi kok aneh?" Tanya Fara sambil menatap lurus ke depan.
"Biarin saja. Siapa suruh dia mau berbohong." Jawaban Riyan yang membuat Fara pun menoleh ke arahnya tiba-tiba.
"Maksud Mas apa berkata seperti itu?" Tanya Fara dengan ekspresi kebingungan.
"Dia tu sebenarnya tidak lagi mencari udara segar." Jawab Riyan tanpa menatap Fara yang semakin kebingungan.
__ADS_1
"Ko Mas tahu?" Tanya Fara.
"Ya tahu lah. Mana ada orang penakut seperti dia mau cari udara segar, di tepi pantai dengan keadaan gelap seperti ini." Jawab Riyan.
"Terus buat apa Pak Semi kembali ke pantai?" Tanya Fara yang belum mengerti apa-apa.
"Dia tu ke pantai untuk mencari kita. Tapi dia tidak berani mengatakan itu karena melihat apa yang terjadi tadi." Jelas Riyan yang membuat wanita cantik di sampingnya, langsung melotot saking kagetnya.
"Apa...? Berari dia melihat kita tadi di saat berciuman..?" Tanya Fara dengan tampang kagetnya.
"Hmmm."
"Astaga Mas.. Terus bagaimana ini..?" Tanya Fara yang sudah mulai panik.
"Bagaimana apanya?" Tanya Riyan bingung.
"Ko bagaimana apanya sih? Pak Semi tu melihat kita berciuman.." Jawab Fara sambil menatap Riyan dengan tampang yang semakin panik.
"Ya biarin saja. Memangnya kamu anak perawan? Yang takut di lihat orang saat sedang berciuman?" Tanya Riyan dengan gaya khasnya.
"Bukan Mas,, tapi aku tu malu.." Jawab Fara.
"Buat apa malu? Kita tu suami istri. Dan di sini, ciuman itu hal biasa." Ujar Riyan sambil menarik Fara yang sudah terdiam di tempat.
"Mas,, tapi aku tu malu mau bertatap muka dengan Pak Semi dan Mba Aurel. Apalgi kita berciuman di tempat terbuka seperti itu." Ujar Fara dengan kening berkerut.
__ADS_1
"Fara,, kita tu hanya berciuman. Bukan bikin anak di tempat terbuka. Ngga usah terlalu berlebihan de! Lagian buat apa malu di cium suami sendiri? Kalau di cium suami orang baru malu." Riyan berkata-kata sambil menatap Fara yang sudah tidak tahu harus berkata apa.
Sebagai seorang wanita yang terlahir dari keluarga terpandang, Fara merasa sangat malu di ketahui orang, lagi berciuman di tempat terbuka walaupun dengan suaminya sendiri. Sedangkan Riyan yang memang tidak perduli dengan apapun, terlihat begitu santai setelah apa yang sudah dia lakukan di lihat oleh asistennya sendiri.