Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 191. Pagi Yang Indah.


__ADS_3

Hari itu Riyan dan Fara terlihat begitu mesra di depan para pekerja di rumahnya. Selesai sarapan, Riyan tidak langsung berdiri meninggalkan meja makan seperti biasanya. Begitupun dengan Fara. Dengan penuh kasih sayang, Riyan memangku istri cantiknya itu sambil mengucapkan kata-kata romantis yang tidak pernah dia ucapkan langsung kepada Fara, walaupun sudah lama hidup bersama.


"Sayang,, hari ini kamu terlihat begitu cantik. Aku sampai tidak ingin kemana-mana. Seandainya tidak ada pertemuan penting dengan klien bisnis, aku ingin menghabiskan satu hari ini bersamamu." Ujar Riyan sambil mengusap-usap kepala Fara yang sedang berada di dalam dekapannya.


"Kamu juga tampan banget Mas. Dan aroma wangi tubuh kami ini semakin membuatku nyaman berada di dalam pelukanmu seperti ini." Ujar Fara yang sudah menenggelamkan wajahnya di dada bidang Riyan.


"Kalau pulang Kampus nanti, kamu harus berdandan secantik mungkin. Aku ingin melihatmu seperti ini saat pulang nanti." Riyan berbisik sambil mengecup pucuk kepala Fara.


"Iya sayang,, aku akan lakukan semuanya demi kamu. Aku akan berdandan secantik mungkin untuk menunggu kamu pulang dari kantor." Tutur Fara yang semakin mengencangkan pelukannya, seakan tidak ingin jauh.


"Iya,, ayo kita pergi sekarang!" Ajak Riyan dan mereka pun langsung beranjak meninggalkan meja makan.


Dalam perjalanan menuju Kampus, Riyan terus melirik Fara melewati kaca spion mobil yang ada di atas kepalanya. Namun hal itu sama sekali tidak di sadari oleh Fara yang lagi sibuk mengotak-atik ponselnya. Setelah berada di depan Kampus, Riyan langsung menepikan mobilnya dan berbalik memeluk Fara sambil berujar.


"Fara,, ingat pesan aku! Kamu harus berhati-hati menjaga diri juga bayi kita! Aku tidak ingin terjadi sesuatu pada kalian berdua." Kata-kata Riyan yang membuat Fara langsung tersenyum, dan bertingkah genit.


"Sayang,, aku tahu kamu sangat mencintaiku juga takut kehilanganku. Tapi kamu harus percaya sama istri cantikmu ini! Semua akan baik-baik saja." Sikap Fara yang seketika membuat Riyan terdiam dengan tatapan dinginnya.


"Tampan banget sih kamu? Aku termasuk wanita yang sangat beruntung bisa memiliki kamu." Tambah Fara yang membuat Riyan segera membuka pintu mobilnya tanpa keluar dari dalam mobil.


"Aku ngga bisa antar kamu ke dalam. Kamu bisa kan masuk sendiri ke dalam?" Ujar Riyan setelah pintu mobil di sebelah Fara terbuka.

__ADS_1


"Ya bisa dong Mas. Memangnya aku ini anak perawan yang baru pertama kali menginjakkan kaki di Kampus ini?" Jawab Fara yang membuat Royan seketika menatap lurus ke depan dengan tampang yang sudah seperti jalan tol.


"Mengapa kamu belum juga keluar?" Tanya Riyan bingung karena Fara masih tetap berada di sampingnya sambil tersenyum tak bersuara.


"Fara,, aku mau segera ke kantor. Biar pekerjaanku cepat selesai." Ujar Riyan sambil menatap Fara dengan kening berkerut.


"Apa kamu ngga mau apa-apa lagi dariku Mas?" Tanya Fara sambil memainkan ujung rambutnya.


Tanpa menjawab apa-apa, Riyan yang sudah mengerti maksud dari pertanyaan Fara, segera mengecilkan bibir Fara sesaat. Tapi Fara yang selalu genit saat di dekat suaminya, dengan cepat mengalungkan kedua tangannya di leher Riyan, dan menciumnya tanpa memperdulikan orang-orang yang mungkin saja melihat mereka dari balik pintu mobil yang sudah terbuka.


Melihat kedatangan beberapa Mahasiswa yang akan melewati samping mobil mereka, Riyan yang sudah tidak bisa menghindar dari serangan Fara, memilih untuk menarik kembali pintu mobil biar apa yang sedang mereka lakukan di dalam mobil tidak terlihat beberapa orang yang sudah berada di belakang mobilnya.


"Kamu juga hati-hati ya,,! Kamu harus jaga diri baik-baik! Nanti aku ke sini di jam makan siang kalau ada waktu." Ujar Riyan dan segera membantu Fara turun dari mobil.


Fara melangkah menuju gerbang Kampus sambil melambaikan tangan kepada Riyan yang sedang melihatnya dari kaca spion mobil bagian samping. Dari tatapan Riyan, begitu terlihat jelas rasa khawatirnya terhadap wanita yang sangat dia cintai itu. Apalagi di saat memikirkan sikap ceroboh Fara dalam beraktivitas.


"Semoga dia bisa menjaga diri juga kandungannya." Ujar Riyan dan segera melajukan mobilnya menuju kantor.


Fara melangkah menuju tangga lantai dua sambil menatap ke sana kemari mencari keberadaan teman-temannya. Tapi mungkin karena waktu masih terlalu pagi, tidak terlihat satupun temannya di pekarangan maupun di dalam gedung besar itu. Akhirnya dia memutuskan untuk berlalu menuju taman belakang Kampus untuk bersantai menikmati keindahan pagi sambil menunggu kedatangan teman-temannya.


Di taman yang terdapat berbagai macam jenis bunga juga beberapa pohon rindang, Fara yang sedang duduk di sebuah kursi mulai terbawa suasana hening di pagi itu. Sejenak pikirannya melayang mengkhayal akan kehadiran bayi di dalam kandungannya. Tanpa sadar senyum pun terpancar dari wajahnya, dengan tangan mengusap-usap perutnya yang masih terlihat rata.

__ADS_1


"Sayang,, kamu adalah anugerah Tuhan yang paling indah untuk Ibu dan Ayah. Ibu yakin kamu pasti akan sangat bangga bila melihat sosok laki-laki yang sangat menantikan kehadiranmu. Dia sangat tampan, bersikap tenang, juga cerdas dalam segala hal." Fara berkata-kata sambil menatap ke arah perutnya.


Fara yang begitu menikmati kesendiriannya di taman, tiba-tiba di kagetkan dengan kedatangan Fero. Mahasiswi pindahan yang sudah sangat dekat dengannya. Fero yang baru beberapa minggu kuliah di Kampus itu, selalu datang lebih pagi dan memilih bersantap di taman belakang Kampus untuk sekedar membaca buku sebelum memasuki ruang.


"Ra,, kamu ada di sini..?" Tanya Fero sedikit kaget melihat Fara yang sedang duduk di bangku taman.


"Iya,, kamu juga kenapa ada di sini? Di mana yang lain?" Tanya Fara.


"Aku memang setiap pagi berada di sini. Aku selalu datang lebih awal biar bisa bersantai sebentar di sini." Jawab Fero yang membuat Fara langsung terdiam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ko kamu malah bengong sih? Kamu lagi mikirin apa?" Tanya Fero yang merasa aneh dengan ekspresi Fara.


"Aku ngga percaya. Kamu pasti datang ke sini karena melihat aku ada di sini. Iya kan..?" Fara bertanya dengan tatapan penuh curiga.


"Hahahahaha..." Suara tawa Fero yang membuat Fara semakin kebingungan.


"Kamu ko malah tertawa,,? Benar kan kamu ke sini karena melihat aku..?" Tanya Fara sambil mengarahkan telunjuknya ke arah Fero yang masih terus tertawa.


"Fero... Kalau kamu terus tertawa, aku mau pergi saja." Ujar Fara yang mulai kesal dengan tingkah Fero.


"Iya,, iya,, aku ngga tertawa lagi. Tapi kamu jangan menuduhku seperti itu! Kalau tidak aku tidak bisa untuk berhenti tertawa. Karena semua itu tidak benar. Aku tidak pernah tahu di mana kamu berada di waktu sepagi ini." Jawab Fero sambil meraih lengan Fara.

__ADS_1


__ADS_2