Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 87. Rindu Yang Terobati.


__ADS_3

Langkah kaki yang begitu cepat dengan wajah memancarkan senyum di balik sendu. Menandakan betapa bahagianya Riyan di saat rindu yang menyiksa batinnya, seketika terobati oleh kehadiran wanita cantiknya. Suasana hatinya saat itu tidak dapat di gambarkan dengan kata-kata. Begitupun dengan Fara. Air mata bahagia terus meluncur membasahi wajahnya dengan perasaan berbunga-bunga. Apalagi di saat melihat Riyan membuka kedua tangannya lebar dengan sekali anggukkan.


Walaupun tanpa ada kata yang terucap. Namun Fara mengerti arti dari isyarat yang di berikan oleh Riyan. Tanpa menunggu lama, Fara langsung berlari dan mendekap tubuh kekar itu dengan berderai air mata sambil berkata-kata.


"Mas,, maafkan aku!" Ujar Fara dengan suara bergetar karena tangisan yang tiada henti.


"Jangan ucapkan itu. Kata maaf dari bibirmu adalah siksa bagiku. Aku yang bersalah. Perlakuan ku telah menyakitimu." Ujar Riyan sambil mendekap tubuh Fara di dalam pelukannya.


Pelukan hangat yang telah mengikat dirinya dalam sebuah rasa rindu selama beberapa hari ini. Membuat Fara ingin waktu terhenti seketika. Dia menghirup aroma tubuh suaminya, sambil membayangkan sentuhan yang sudah tersimpan rapi di dalam ingatannya. Walaupun malam pertama mereka terasa begitu menyakitkan di malam itu. Namun nikmatnya rasa yang di ciptakan oleh Riyan telah menguasai pikiran Fara.


Suasana panas di malam itu telah merubah alam pemikiran Fara yang lugu, menjadi liar dan tidak terkendali di saat dia membayangkannya, di malam-malam yang sunyi tanpa ada Riyan di sisinya. Itupun yang di rasakan oleh Riyan sebagai laki-laki dewasa. Yang sudah menikmati indahnya anugerah Tuhan yang di butuhkan setiap lelaki dewasa yang sempurna.


"Aku sangat merindukanmu. Mengapa kamu pergi tanpa memberitahukan aku?" Tanya Fara yang tidak ingin melepaskan pelukan Riyan yang sangat dia impikan.


"Aku hanya mengikuti keinginanmu. Karena hanya itu yang bisa aku lakukan sebagai penebus kesalahanku." Jawab Riyan dan langsung melepaskan pelukannya.


Sedangkan Semi yang seperti patung di samping mereka. Ikut bahagia melihat ikatan cinta yang sangat luar biasa antara sepasang suami istri, yang menjalin hubungan dengan dasar perjodohan tanpa cinta. Dalam hati Semi hanya bisa bertanya-tanya dengan kekerasan hati, yang bisa di taklukan oleh cinta dalam waktu yang singkat.


"Cinta adalah anugrah Tuhan yang sangat luar biasa. Sekeras apapun hati seorang laki-laki, akan luluh di saat hati di kuasai cinta. Apa cinta bisa membuat semua orang jadi lemah? Seperti beruang kutub itu. Dia bisa dengan mudah di taklukan oleh cinta wanita cantik itu.


Semi yang sudah mengenali Riyan. Merasa betapa besar perubahan di dalam diri Riyan. Namun dia pun menyadari. Laki-laki manapun akan takluk di saat memiliki seorang bidadari seperti Fara. Kesempurnaan yang di miliki Fara akan merubah siapapun dengan cinta ataupun tanpa cinta. Menurut Semi.

__ADS_1


"Fara,, kenalin ini asisten aku. Namanya Semi. Dia adalah orang yang selalu membantuku dalam semua pekerjaanku." Ujar Riyan memperkenalkan Semi yang seketika jadi malu saat di tatap oleh Fara.


"Halo,, aku Fara. Istrinya Riyan." Ujar Fara menggunakan bahasa Inggris, sambil menjulurkan tangan ke arah Semi, yang sedang menatapnya dengan senyum malu-malu.


"Semi. Panggil saja aku Semi." Jawab Semi menggunakan bahasa Indonesia yang membuat Fara seketika jadi bingung.


"Bisa bahasa Indonesia..? Aku pikir Mas Semi orang London." Tanya Fara sedikit kaget.


"Dia itu orang Indonesia. Mana ada bule yang seperti dia?" Ujar Riyan sambil tersenyum menatap Semi, yang juga ikut tersenyum karena merasa lucu dengan anggapan Fara, yang terkesan berlebihan terhadap dirinya.


"Aku asli Indonesia ko Mba Fara. Aku awalnya kerja di perusahaan di London selama satu tahun. Tapi waktu perusahaan itu bangkrut. Aku jadi pengangguran dan hidup menderita di negara orang. Untung saja ada seorang malaikat penyelamat yang menolongku. Dan membuatku jadi seperti sekarang ini." Jawab Semi yang membuat Fara jadi terharu, dan memuji orang yang di sebut malaikat oleh Semi barusan.


"Dia ada di sini. Karena kemanapun dia pergi aku selalu mengikutinya." Jawab Semi yang membuat Fara langsung menatap suaminya. Karena dia sudah mengerti orang yang di bicarakan oleh Semi.


Tatapan Fara terhadap suaminya terlihat betapa dia sangat bangga dengan laki-laki tampan yang telah menikahinya itu. Namun Riyan yang tidak pernah menginginkan pujian dari orang lain. Segera memalingkan wajahnya sambil berkata.


"Aku tidak sebaik itu. Hanya Semi yang terlalu berlebihan menilai ku." Riyan berkata-kata tanpa menatap Fara maupun Semi.


"Kamu hebat Mas. Kamu luar biasa." Ujar Fara sambil meraih kedua tangan Riyan dengan tatapan penuh rasa bangga.


"Dia memang orang yang sangat luar biasa yang pernah aku kenal." Sambung Semi yang membuat Riyan langsung bersuara.

__ADS_1


"Ayo kita pergi! Sampai kapan kalian mau memujiku?" Ujar Riyan dan langsung melangkah pergi sambil merangkul pundak Fara. Dan di ikuti Semi dari belakang.


"Mengapa kamu mengikuti kita dari belakang?" Tanya Riyan yang membuat Fara jadi bingung dan langsung bertanya.


"Memangnya kenapa Mas?" Tanya Fara bingung.


"Pak Riyan tidak suka kalau aku melangkah mengikutinya dari belakang." Sambung Semi yang sudah berada di samping Riyan.


"Memangnya kenapa kalau Mas Semi ikut di belakang?" Tanya Fara yang belum mengerti apa-apa.


"Dia bukan pelayanku yang harus selalu berada di belakangku." Jawab Riyan yang membuat Fara langsung memeluknya dari arah samping sambil berkata.


"Mas,, aku sangat bangga padamu." Ujar Fara yang langsung di sambung oleh Semi.


"Semua orang pasti merasa bangga dengan Pak Riyan kalau sudah mengenalnya." Sambung Semi dengan segera.


Itulah Riyan. Di balik sikapnya yang dingin juga cuek dan terkesan arogan. Dia memiliki hati yang penyayang seperti kedua orang tuanya. Dan Fara yang baru mengetahui sifat Riyan yang sebenarnya. Merasa sangat bangga juga bahagia bisa memiliki pendamping hidup seperti Riyan. Dalam hati Fara sangat mensyukuri keputusan yang di ambil kedua orang tuanya, untuk menjodohkannya dengan Riyan.


"Aku sangat bersyukur dengan keputusan orang tua kita Mas. Awalnya aku sangat keberatan dengan keputusan mereka. Tapi saat ini aku menyadari, kalau pilihan orang tua, dan keputusan orang tua adalah yang terbaik untuk masa depan anak-anaknya.


Sedangkan Riyan yang selalu memilih untuk bungkam. Terlihat sangat lega dengan keberadaan Fara di sampingnya. Genggaman tangannya yang tidak pernah lepas dari tangan Fara, yang sedang melingkar di lengannya. Menunjukan betapa dia tidak ingin berada jauh dari wanita cantiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2