Cinta Di Dalam Perjodohan 3

Cinta Di Dalam Perjodohan 3
Bab 46. Kesalahpahaman Riyan.


__ADS_3

Seorang anak laki-laki memiliki segudang kasih sayang terhadap Ibunya. Begitupun dengan Riyan. Melihat penderitaan Ibunya yang harus melalui hari-hari dengan kondisi yang tidak sempurna, membuat dia semakin sakit hati terhadap keluarga besar Ibunya di Indonesia. Pemikiran Riyan yang salah terhadap keluarga Ibunya, itu di sebabkan dari cerita Melda akan masa lalunya.


Melda yang setiap hari menemani Riyan sejak kecil, pernah bercerita tentang perjuangan cintainya bersama Reza yang begitu banyak rintangan. Dia menceritakan itu dengan tujuan ingin putranya tahu, betapa besar perjuangan orang tuanya untuk bisa bersama sampai memilikinya. Tapi tanpa dia sadari, ada satu kesalahan besar yang sudah dia lakukan. Kesalahannya adalah dia hanya menceritakan sepenggal cerita, atas perjodohannya dengan Farel yang membuat dia harus terpisah dengan Reza. Dan pada akhirnya dia harus mengalami musibah itu, tanpa menjelaskan penyebab musibah yang membuatnya cacat sampai saat itu.


Sebenernya, Melda bukan tidak ingin menceritakan semuanya lebih mendetail. Tapi karena dia terlalu membenci Farel, sehingga dia tidak ingin menyebut nama itu berulang-ulang. Melda memilih untuk tidak mengungkit semua tentang laki-laki keparat itu lagi. Tapi semua itu malah membuat putranya jadi salah sangka.


Mendengar cerita dari Ibunya, Riyan beranggapan kalau kecelakaan yang menimpa Ibunya, itu di sebabkan karena terlalu tertekan dengan laki-laki pilihan keluarga Ibunya di Indonesia. Bodohnya Melda, dia tidak pernah memberitahukan siapa yang menjodohkannya dengan Farel, juga siapa penyebab dari kecelakaan itu. Selain itu dia maupun Reza, tidak pernah mengatakan kepada Riyan, kalau Faris sudah melakukan sesuatu hal untuk menyelamatkan dia dan Ibunya dari kematian.


Dendam yang begitu besar terhadap keluarga Ibunya, membuat Riyan sangat tidak menginginkan perjodohan yang telah di sepakati orang tuanya. Namun biarpun begitu dia sama sekali tidak menolaknya, karena dia ingin memanfaatkan perjodohan itu untuk membalas dendam atas penderitaan Ibunya.


**********

__ADS_1


Kelakuan Fara yang tidak pernah mau berubah membuat Faris sangat marah. Dengan tampang yang terlihat begitu datar, Faris duduk di ruang keluarga menunggu Fara yang belum juga pulang, sampai larut malam bersama anggota keluarganya yang lain. Termasuk kedua orang tuanya juga Almira, bersama suaminya yang berprofesi sebagai seorang pilot.


Sebenernya Faris tidak tinggal serumah dengan orang tuanya, juga Almira adiknya yang sampai saat itu belum juga memiliki anak. Tapi karena takut kemarahan Faris dapat menyakiti Fara, akhirnya Aleta memilih untuk menghubungi mertuanya, dan meminta mereka untuk segera datang ke rumahnya. Kebetulan rumah mereka bertetangga dengan rumah mertuanya yang juga rumah Almira.


Karena tidak ingin meninggalkan orang tuanya sendiri, Almira akhirnya memutuskan untuk tetap tinggal bersama kedua orang tuanya, walaupun dia sudah menikah. Apalagi selama beberapa tahun menikah, dia belum juga memiliki anak yang membuatnya merasa sepi, kalau harus tinggal terpisah dengan kedua orang tuanya.


Aleta yang sudah ketakutan melihat ekspresi suaminya, sejak tadi berusaha untuk terus menghubungi nomor putrinya, namun nomornya berada di luar jangkauan. Dan hal itu membuat mereka semua semakin merasa khawatir, dengan Faris yang sudah seperti bom waktu yang siap untuk meledak.


"Dari mana saja kamu? Apa kamu tidak sadar ini sudah larut malam ha...?" Teriak Faris yang membuat mereka semua yang ada di situ jadi kaget.


"Faris... Ini sudah larut malam. Suaramu itu terdengar sampai di luar sana." Sambung Papa Fahri mengingatkan putranya.

__ADS_1


"Seharusnya Papa tu katakan itu pada cucu Papa yang pulang selarut ini." Ujar Faris sambil menatap tajam ke arah Fara.


"Apa kamu tidak lihat Mas kamu ini..? Dia saja yang laki-laki tidak pernah seperti kamu. Apalagi kamu itu sudah di jodohkan. Apa kata orang nanti kalau melihat kamu setiap malam pulang di jam selarut ini?" Perkataan Faris yang membuat Fara hanya tertunduk tanpa bersuara.


"Sudah lah Ris! Lagian dia kan cuma nonton sama teman-temannya." Sambung Mama Alira sambil menarik tangan Fara, yang sedang berdiri untuk duduk di sampingnya.


"Ma.. Nonton itu ada waktunya, bukan seperti ini. Pokoknya Papa ngga mau tahu Fara, mulai besok kamu berhenti kuliah! Karena Papa akan memindahkan kamu di Amerika bersama Riyan." Tegas Faris sambil menatap tajam putrinya.


Mendengar apa yang di katakan oleh Papanya, Fara hanya bisa tertunduk tanpa berkata-kata. Fara maupun Alfa sama sekali tidak pernah berani, untuk bersuara di saat Papa mereka sedang marah seperti itu. Begitupun dengan Aleta, dia hanya terdiam mendengar perkataan suaminya.


"Sudah Faris..! Kamu tu ngga usah marah-marah lagi! Ini sudah larut malam." Sambung Mama Alira.

__ADS_1


Sebenernya Faris termasuk laki-laki yang sangat menyayangi juga memanjakan anak-anaknya terutama Fara. Tapi apa yang di lakukan Fara benar-benar membuat seluruh kesabarannya habis. Dan keputusan yang sudah di ambil oleh Faris, tidak bisa untuk di cegah oleh siapapun.


__ADS_2